Jumat, 18 Januari 2013
Data Akreditasi Prodi Sejarah Tahun 2013
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian
1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran PS, serta pihak-pihak yang dilibatkan.
1. Visi, misi, dan tujuan dan sasaran PS Pendidikan Sejarah (PS-PS) dirumuskan atau diturunkan dari visi, misi, tujuan, dan sasaran fakultas.
2. Untuk merumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran PS dibentuk sebuah tim dengan SK Dekan. Anggotanya terdiri Ka PS, Dosen PS dan unsur Fakultas.
3. Tim yang sudah dibentuk oleh Dekan mengadakan pertemuan/rapat dan diskusi untuk penyusunan usulan visi, misi, tujuan dan sasaran PS melalui penugasan oleh Ketua PS
4. Tim kerja terdiri dari Ka PS, Kepala Laboratorium dan Bengkel, dosen senior dan beberapa dosen lainnya dan bertanggung jawab ke Dekan
5. Usulan visi, misi, tujuan dan sasaran PS dibahas dalam rapat dewan dosen.
6. Penetapan visi, misi, tujuan dan sasaran PS.
7. Hasil rumusan dilaporkan kepada senat fakultas.
1.1.2 Visi
Menjadi lembaga terkemuka dalam menghasilkan sarjana yang profesional dan kompeten dalam bidang pendidikan sejarah; serta menghasilkan karya intelektual yang bermutu.
1.1.3 Misi
Misi PS pendidikan Sejarah adalah sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang kesejarahan
2. Mengembangkan dan menghasilkan karya ilmiah dalam ilmu pendidikan dan keguruan dalam bidang sejarah.
3. Memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan dan keguruan.
4. Menciptakan iklim akademik yang kondusif untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan standar mutu serta didukung oleh motivasi yang tinggi.
5. Mengembangkan Metode pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi.
1.1.4 Tujuan
1. Menghasilkan sarjana pendidikan sejarah yang profesional dan memiliki kompetensi.
2. Menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk kajian sejarah yang berkualitas.
3. Menghasilkan karya yang bermanfaat untuk masyarakat terutama dalam bidang pendidikan dan kesejarahan.
1.1.5 Sasaran dan Strategi Pencapaiannya
Sasaran :
1. Menghasilkan lulusan dengan masa studi rata-rata < 4,5 tahun, sebelum tahun 2015.
2. Menghasilkan Lulusan dengan IPK rata-rata > 3.0
3. Memiliki staf dosen berkualifikasi S2/S3 sebanyak 8 orang hingga pada tahun 2015.
4. Memiliki staf dosen bersertifikasi sebanyak 4 orang hingga pada tahun 2015.
5. Menghasilkan karya ilmiah (penelitian, jurnal, haki, dll) > 6 karya setiap tahun.
6. Memiliki koleksi buku/literatur Pendidikan sejarah 400 judul.
7. Proses dan metode pembelajaran yang didukung oleh teknologi informatika, diterapkan selambatnya tahun 2013.
8. Melakukan kajian metode pengajaran berbasis teknologi informasi.
Strategi pencapaian :
1. Meningkatkan kualitas pembelajaran, meliputi perbaikan kulrikulum, penambahan dan perbaikan bahan ajar.
2. Menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan IPTEKS.
3. Melakukan MONEV dan penjaminan mutu secara konsisten.
4. Memperkecil hambatan akademik dengan mengintensifkan kualitas pembimbingan akademik (PA) dan pembimbingan konseling (BK).
5. Melakukan pelatihan dan bimbingan kepada dosen muda dalam metode dan penulisan proposal penelitian dan proposal pengabdian.
6. Memberikan insentif bagi dosen yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah.
7. Mendorong dan memberi bantuan dana kepada dosen untuk mengikuti studi lanjut S2/S3/
8. Secara pro-aktif, membangun jaringan kerjasama dengan lembaga pemerintah dan swasta, dalam/ luar negeri, di bidang pendidikan dan kajian sejarah.
1.2 Sosialisasi
Upaya penyebaran/sosialisasi visi, misi dan tujuan PS serta pemahaman sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan.
Sosialisasi visi, misi dan tujuan PS serta pemahaman civitas akademika (dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan) dilakukan melalui
1. Rapat Dewan Dosen PS, serta tenaga pendukung akademik PS
2. Kegiatan - kegiatan kemahasiswan seperti SPEKTRUM mahasiswa baru, pembekalan programa praktek kerja lapangan dan kuliah kerja nyata.
3. Melalui figura yang terletak di ruang PS
4. Melalui pembuatan brosur dan leaf leat PS
STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU
2.1 Sistem Tata Pamong
Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam PS. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, process, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.
Uraikan secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di PS untuk membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.
Sistem Tata Pamong PS-PS, merujuk kepada Statuta dan Peraturan Kepegawaian yang berlaku di Universitas Batanghari. PS-PS dipimpin oleh seorang Ketua PS (Ka-PS) dan dibantu oleh seorang Sekretaris. Ketua dan Sekretaris PS dipilih diantara dosen yang ada di dikalangan PS, diusulkan ke Dekan dan ditetapkan melalui SK Rektor Nomor 007 tahun 2011 tentang Statuta dan SK Rektor Nomor 017 tahun 2011 tentang Peraturan Kepegawaian
Masa kerja Ketua PS adalah 4 (empat) tahun dan dapat dipilih 3 kali berturut-turut. Calon Ketua PS adalah dosen-dosen PS-PS yang telah memenuhi persyaratan, yaitu dosen PS-PS yang aktif (tidak sedang sekolah atau diperbantukan di instansi lain) yang sekurang kurangnya telah menduduki jabatan akademik lektor.
Pemilihan dilaksanakan pada rapat dosen di jurusan dengan agenda pemilihan Ketua dan Sekretaris PS. Pemilihan akan dilaksanakan apabila jumlah dosen yang hadir pada rapat pemilihan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah dosen yang ada. Selanjutnya Ketua PS yang sedang menjabat mengatur jalannya pemilihan. Hasil pemilihan dilaporkan kepada kepada Dekan untuk diterbitkan SK oleh Rektor
2.2 Kepemimpinan
Kepemimpinan PS efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam PS, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.
Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.
Jelaskan pola kepemimpinan dalam PS.
Kepemimpinan PS dikembangkan dalam rangka menjalankan PS dengan mengacu kepada pola kepemimpinan yang demokratis atas dasar prinsip-prinsip, akuntabilitas, transparansi dan partisipatif. Prinsip akuntabilitas artinya kepemimpinan yang di dasarkan atas dasar rasa tanggung jawab untuk memajukan PS. Prinsip akuntabilitas terutama dilaksanakan dengan melakukan pembagian kerja sesuai dengan tupoksi masing-masing bidang yang harus dilaporkan secara berkala. Transparan artinya pelaksanaan kegiatan PS dalam berbagai aspeknya dilakukan secara terbuka, mencakup perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporan Sementara partisipatis maksudnya kegiatan pengelolaan PS dilakukan dengan memanfaatkan semua potensi yang ada (mencakup Dosen, Tenaga Kependidikan dan mahasiswa). Kegiatan yang bersifat partisipatif terutama dilakukan dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
2.3 Sistem Pengelolaan
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional PS mencakup planning, organizing, staffing, leading, controlling dalam kegiatan internal maupun eksternal.
Jelaskan sistem pengelolaan PS serta dokumen pendukungnya.
1. Sistem pengelolaan PS mencakup sistem fungsional dan operasional sebagai berikut:
2. Perencanaan (Planning) PS mengacu kepada STATUTA, RENSTRA, RIP dan RENOP terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi PS dalam menyelenggarakan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi. Dalam pelaksanaanya Ketua PS menyusun rencana program operasional tahunan yang berbasis evaluasi diri.
3. Secara fungsional (Organizing), PS berada di bawah jurusan dan sekaligus berperan sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan. Dalam menjalankan fungsinya PS berkoordinasi dengan kelompok bidang ilmu. Pelaksanaan fungsi PS dilakukan dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber daya, serta penggunaan anggaran secara efektif dan efisien.
4. Penempatan dan pembagian kerja (staffing) untuk dosen dan tenaga kependidikan di laksanakan berdasarkan pertimbangan kualifikasi akademik, kompetensi yang dimiliki, termasuk trak record dan pengalaman yang bersangkutan
5. Kepemimpinan dimaksudkan untuk mengatur penyelenggaraan pendidikan, dan dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan lembaga, serta perundang-undangan yang berlaku
6. Kegiatan controlling dilakukan dalam bentuk monitoring perkuliahan serta evaluasi penyelengaraan pendidikan. Program monitoring dilakukan sepanjang masa perkuliahan, sedangkan evaluasi dilakukan minimal 1 kali
7. Ketua PS melaksanakan kegiatan internal dalam penyelengaraan pendidikan dan berdasarkan tupoksi tidak berwenang untuk melakukan kegiatan eksternal
2.4 Penjaminan Mutu
Pelaksanaan penjaminan mutu pada PS.
Sistem penjaminan mutu pada Ketua PS dilakukan dalam wadah Unit Penjamin Mutu yang dibentuk berdasarkan SK Dekan untuk masing-masing PS. Dalam kegiatannya Unit Penjamin Mutu PS mengevaluasi perkembangan seluruh aspek pendidikan mencakup aspek penyelenggaraan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pembimbingan kepada mahasiswa, serta aspek sarana dan prasarana.
Aspek pembelajaran meliputi: monitoring perkuliahan, kelengkapan SAP dan bahan ajar, serta respon mahasiswa terhadap perkuliahan yang dilakukan oleh dosen, melakukan peninjauan kurikulum dengan basis KBK. Aspek penelitian dan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memonitor kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Aspek pembimbingan dilakukan berdasarkan SOP perkuliahan, pembimbingan akademik, pembimbingan praktek kerja lapangan mahasiswa, serta pembimbingan skripsi. Aspek sarana dan prasarana diukur berdasarkan standar kebutuhan dan penggunaan sarana dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan lembaga maupun nasional.
2.5 Umpan Balik
Apakah PS telah melakukan kajian tentang proses pembelajaran melalui umpan balik dari dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan mengenai harapan dan persepsi mereka? Jika Ya, jelaskan isi umpan balik dan tindak lanjutnya.
Umpan Balik dari Isi Umpan Balik Tindak Lanjut
(1) (2) (3)
Dosen - Kurikulum
- Fasilitas perkuliahan
- Pelayanan administrasi - Peninjauan Kurikulum
- Penambahan Fasilitas Perkuliahan
- Peningkatan Pelayanan
Mahasiswa - Pelayanan akademik
- Materi pembelajaran
- Penyajian materi pembelajaran belum seragam menggunakan teknologi
- Sistem penilaian tertutup - Peningkatan mutu Pelayanan oleh BAAK dan staf PS.
- Pemutakhiran materi
- Penggunaan teknologi pembelajaran
- Sistem penilaian lebih terbuka (transparan)
Alumni - Kurikulum
- Jaringan Pasar kerja - Pengembangan kurikulum terpadu
- Memperbanyak kerja sama dengan pemangku kepentingan
Pengguna lulusan - Soft Skill - Pengembangan Soft skill melalui character building
2.6 Keberlanjutan
Upaya untuk menjamin keberlanjutan (sustainability) PS ini, khususnya dalam hal:
1. Upaya untuk peningkatan animo calon mahasiswa:
a) Peningkatan promosi ke sekolah menengah atas (SMA, SMK, MA/sederajat) dengan cara penyebaran brosur, diskusi, seminar, dan penempatan praktek kerja lapangan
b) Melakukan promosi melalui media cetak
c) Meningkatkan kualifikasi dosen, sarana dan prasarana
d) Melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
e) Menjalin kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Daerah
f) Pembangunan karakter mahasiswa
2. Upaya peningkatan mutu manajemen:
a) Manajemen Keuangan, upaya yang dilakukan:
1) Membuat SOP keuangan PS.
2) Menyusun anggaran operasional tahunan PS
3) Merealisasikan penggunaan anggaran atas dasar prinsip efektif, efisien, jujur dan transparan.
4) Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
b). Peningkatan mutu manajemen mutu sumber daya manusia dilakukan dengan car meningkatkan kualifikasi akademik dosen sesuai dengan PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan serta dengan cara mengikuti lokakarya, pelatihan-pelatihan dan seminar ilmiah.
3. Manajemen Fasilitas Fisik
Menggunakan indikator efisiensi dan akuntabilitas sistem pengelolaan sarana dan prasarana. Penilaian kinerja dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner dengan responden pimpinan fakultas, jurusan, dan PS yang ada dilingkungan UNBARI.
4. Manajemen Data dan Informasi
komputerisasi pengelolaan data. Pelaksanaan pengolahan data dilakukan secara terpusat oleh BAAK Unversitas dan dibantu oleh laboratorium komputer. Dengan demikian, evaluasi kinerja sistem manajemen data dan informasi difokuskan pada kinerja sistem yang dikembangkan di BAAK. Evaluasi kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kemampuan mengembangkan sistem yang relevan, serta mampu menyajikan data dan informasi yang akurat, mudah diakses, dan tepat waktu.
5. Upaya untuk peningkatan mutu lulusan:
Peningkatan mutu lulusan dilakukan dengan cara:
a) Mengarahkan mahasiswa dalam memilih topik tugas akhir (skripsi)
b) Menentukan pembimbing skripsi sesuai kualifikasi keahlian dan kepangkatan.
c) Melaksanakan kuliah umum, seminar, serta memperbanyak referensi perpustakaan.
d) Meningkatkan kompetensi dosen melalui penataran dan pelatihan.
6. Pelaksanaan kerjasama kemitraan:
Pelaksanaan kerjasama kemitraan dilakukan dengan cara:
a) Rapat Internal PS dengan tujuan untuk membahas materi kerja sama serta membentuk tim program kemitraan
b) Melakukan rapat koordinasi antara unsur PS dengan lembaga mitra. Rapat yang dimaksud adalah rapat antara dilegasi dengan unsur lembaga mitra dalam rangka menyamakan persepsi dan memantapkan komitmen kerjasama yang dikukuhkan dalam bentuk dengan surat perjanjian kerjasama.
c) Membentuk Tim khusus PS untuk melaksanakan program kemitraan.
7. Upaya dan prestasi memperoleh dana hibah kompetitif:
Berupaya mencari peluang untuk mendapatkan program hibah baik untuk dosen maupun institusi dengan cara menyusun proposal yang sesuai dengan format maupun persyaratan program hibah.
STANDAR 3. KEMAHASISWAAN DAN LULUSAN
3.1 Profil Mahasiswa dan Lulusan
3.1.1 Data seluruh mahasiswa reguler(1) dan lulusannya dalam lima tahun terakhir
Tahun Akademik Daya Tampung Jumlah Calon Mahasiswa Reguler Jumlah Mahasiswa Baru Jumlah Total Mahasiswa Jumlah Lulusan
IPK
Lulusan Reguler Persentase Lulusan Reguler
dengan IPK :
Ikut Seleksi Lulus Seleksi Regular bukan Transfer Transfer(3) Reguler bukan Transfer Transfer(3) Reguler bukan Transfer Transfer
(3) Min Rat Mak < 2,75 2,75-3,50 > 3,50
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)
TS-4
(2005/2006) 40 30 30 23 - 47 - 9 - 2,65 2,97 3,36 11,1 88,9 0
TS-3
(2006/2007) 40 33 30 25 - 63 1 3 1 3,0 3,18 3,34 0 100 0
TS-2
(2007/2008) 60 63 51 50 - 106 - 6 - 2,92 3,23 3,58 0 67 33
TS-1
(2008/2009) 85 65 60 55 - 155 - 5 - 2,52 3,02 3,38 25 75 0
TS
(2009/2010 80 75 70 43 - 193 - 20 - 2,75 3,02 3,56 0 95 5
TS
(2010/2011) 80 42 35 33 - - - 11 - 2,78 2,90 3,37 0 11 0
TS
(2011/2012) 80 57 47 40 - - - 41 - 2,39 3,10 3,69 3 36 2
TS
(2012/2013) 80 47 36 32 - - - 14 1 2,76 3,17 3,71 0 13 1
Jumlah 305 316 241 193 193 1 42 1 13,90 15,40 17,22 36,1 314,8 49,1
Catatan:
TS:Tahun akademik penuh terakhir saat pengisian borang
Min: IPK Minimum; Rat:IPK Rata-rata; Mak:IPK Maksimum
Catatan:
(1) Mahasiswa program reguler adalah mahasiswa yang mengikuti program pendidikan secara penuh waktu (baik kelas pagi, siang, sore, malam, dan di seluruh kampus).
(2) Mahasiswa program non-reguler adalah mahasiswa yang mengikuti program pendidikan secara paruh waktu.
(3) Mahasiswa transfer adalah mahasiswa yang masuk ke PS dengan mentransfer mata kuliah yang telah diperolehnya dari PS lain, baik dari dalam PT maupun luar PT.
3.1.2 Data mahasiswa non-reguler(2) dalam lima tahun terakhir
Tahun Akade-mik Daya Tampung Jumlah Calon Mahasiswa Jumlah Mahasiswa Baru Jumlah Total Mahasiswa
Ikut Seleksi Lulus Seleksi Non-Reguler Transfer(3) Non-Reguler Transfer(3)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
2005/2006 - - - - - - -
2006/2007 - - - - - - -
2007/2008 - - - - - -
2008/2009 30 - - - 11 - 11
2009/2010 30 16 13 - 2 13 2
2010/2011 30
2011/2012 30
2012/2013 30
3.1.3 Pencapaian prestasi/reputasi mahasiswa dalam tiga tahun terakhir di bidang akademik dan non-akademik (misalnya prestasi dalam penelitian dan lomba karya ilmiah, olahraga, dan seni).
No. Nama Kegiatan dan Waktu Penyelenggaraan Tingkat (Lokal, Regional, Nasional, atau Internasional) Prestasi yang Dicapai
(1) (2) (3) (4)
1 Guru Idol Se-Kota Jambi Lokal 10 Besar
2 Tarung Drajat Por-Prov Nasional Harapan
3 Polo Air Nasional Harapan
4 Panjat Tebing Nasional 5 Besar
`
3.1.4 Data jumlah mahasiswa reguler tujuh tahun terakhir
Tahun Masuk Jumlah Mahasiswa Reguler per Angkatan pada Tahun* Jumlah Lulusan s.d. TS
(dari Mahasiswa Reguler)
2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010
(1) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
2003/2004 (a)=16 14 11 12 10 4 (b)=1 (c)= 13
2004/2005 6 6 6 5 3 3 3
2005/2006 24 22 21 19 15 9
2006/2007 (d) =25 25 25 (e) =24 (f) = 5
2007/2008 50 44 45
2008/2009 57 55
2009/2010 43
* Tidak memasukkan mahasiswa transfer.
Catatan : huruf-huruf a, b, c, d dan e harus tetap tercantum pada tabel di atas.
3.2 Layanan kepada Mahasiswa
No. Jenis Pelayanan kepada Mahasiswa Bentuk kegiatan, Pelaksanaan dan Hasilnya
(1) (2) (3)
1 Bimbingan dan konseling Proses konsultasi masalah akademik mahasiswa PS-PS-FKIP UNBARI dilakukan melalui beberapa tahap:
a) Pemberian informasi tentang masalah akademik kepada mahasiswa baru
b) Penetapan dosen PA oleh Ka PS
c) Penetapan jadwal konsultasi masalah akademik mahasiswa
d) Menindaklanjuti hasil konsultasi akademik mahasiswa
e) Menindaklanjuti hasil evaluasi
Semua langkah dalam proses konsultasi masalah akademik tersebut perlu dilaksanakan guna memperoleh hasil belajar mahasiswa yang maksimal.
2 Minat dan bakat (ekstra kurikuler) a) UKM Pramuka Racana Keris Siginjai Putri Mayang
b) UKM Lembaga Pers Mahasiswa Patriotik
c) Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Gitasada
d) UKM Seni Aek Ngalir
e) UKM Olahraga
f) Korps Sukarelawan Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit UNBARI
g) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) AL-WADUUD
h) UKM Otomotif
3 Pembinaan soft skills a) Pendidikan Holistik (dilaksanakan pada tahun 2010)
b) Emotional Spiritual Quotion (ESQ) dilaksanakan pada tahun 2009
c) Kegiatan Kewirausahaan
4 Beasiswa
Beasiswa diperoleh dari berbagai perusahaan dan Pemerintah Daerah:
a) Conoco Phillips (diberikan pada tahun 2008, 2010 dan 2011)
b) Dinas Pendidikan Propinsi Jambi (diberikan tahun 2008 dan 2010)
c) Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) diberikan tahun 2008 dan 2010
d) KOMITE BEASISWA KOSGORO 1957 (diberikan tahun 2010)
e) EKA DJIPTA SARJANA diberikan tahun 1999 dan 2010/2011
f) Beasiswa Strata 1 Universitas Batanghari diberikan tahun 2009
g) PetroChina International Jabung Ltd diberikan tahun 2008
h) Peningkatan Prestasi Ekstrakurikuler Kopertis Wilayah X tahun 2008 (Juli s.d Desember 2008)
i) Beasiswa Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) Kopertis Wilayah X tahun 2008
j) Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) Perguruan Tinggi Swasta dalam Lingkungan KOPERTIS Wilayah X diberikan tahun 2008 dan 2009
5 Kesehatan Asuransi mahasiswa dan Korps Sukarelawan Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit UNBARI
3.3 Evaluasi Lulusan
3.3.1 Evaluasi Kinerja lulusan oleh Pihak Pengguna Lulusan
Adakah studi pelacakan (tracer study) untuk mendapatkan hasil evaluasi kinerja lulusan dengan pihak pengguna?
ada
Jika ada, uraikan metode, proses dan mekanisme kegiatan studi pelacakan tersebut. Jelaskan pula bentuk tindak lanjut dari hasil kegiatan ini.
Proses studi pelacakan (tracer study) yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mengirimkan surat pendataan alumni mahasiswa/i PS-PS. Surat ini ditujukan kepada alumni yang sudah bekerja.
2. Surat tersebut diberikan lembar lampiran yang berisi daftar riwayat alumni. Lembar daftar riwayat tersebut meliputi: nama alumni, tempat tanggal lahir, alamat, tahun masuk kuliah, tahun lulus, indeks prestasi kumulatif (IPK), instansi tempat bekerja, alamat instansi dan riwayat pekerjaan (meliputi: nama instansi, pekerjaan, dan tahun masuk kerja).
3. Memberikan surat informasi alumni mahasiswa/i PS-PS. Surat ini ditujukan kepada pimpinan lembaga/instansi tempat alumni bekerja.
4. Lembar informasi kinerja alumni meliputi: nama alumni, instansi tempat bekerja, alamat instansi, lama bekerja, dan nomor Handphone alumni yang masih bisa dihubungi. Di dalam lembar ini juga dibuat tabel yang berisi kolom yang berisi jenis kemampuan (integritas/etika dan moral, keahlian berdasarkan bidang ilmu/profesionalisme, bahasa inggris, penggunaan teknologi informasi, komunikasi, kerjasama tim, pengembangan diri) dan tanggapan pihak pengguna (sangat baik, baik, cukup, dan kurang) serta keterangan. Kolom yang ada di dalam lembar ini di isi oleh pimpinan lembaga instansi tempat alumni tersebut bekerja.
Setelah surat pendataan alumni yang telah disebarkan sudah dikumpulkan kembali maka diadakanlah rapat jurusan untuk mengevalusi hasil studi pelacakan (tracer studi), setelah itu diambillah keputusan untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Peninjauan/menata kurikulum.
2. Meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen dengan cara mengirim dosen untuk studi lanjut linier dengan PS.
Hasil studi pelacakan dirangkum dalam tabel berikut:
Nyatakan angka persentasenya(*) pada kolom yang sesuai.
No. Jenis Kemampuan Tanggapan Pihak Pengguna Rencana Tindak Lanjut oleh PS
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
(%) (%) (%) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Integritas (etika dan moral) 43,75 56,25 - -
a. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong mahasiswa mencapai prestasi secara optimal, mengaktualisasikan potensi dan kreativitas melalui penyediaan jaringan internet, kelengkapan buku pustaka mengkondisikan tugas kuliah dengan media IT.
b. Mengembangkan sikap menghargai mahasiswa tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender, berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia dan dapat diteladani oleh anggota masyarakat di sekitarnya melalui diskusi kelompok, kegiatan ekstrakuler.
c. Mengembangkan mahasiswa menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil, dewasa, arif, dan berwibawa melalui latihan kepemimpinan dan lomba karya inovatif ilmiah.
d. Mengembangkan mahasiswa menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi,sehingga menjadi soko guru dan percaya pada diri sendiri serta bekerja mandiri secara profesional melalui penelitian kolaborasi, magang dan dunia kerja serta bakti sosial.
2 Keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme) 25 75 - -
a. Pengembangan materi kurikulum yang relevan dengan dunia kerja
b. Pengembangan kompetensi dan kualifikasi dosen melalui studi lanjut, magang, kegiatan seminar, lokakarya, studi banding, penataran dan pelatihan
c. Mendatangkan dosen tamu/pakar bidang pendidikan
d. Peningkatan kualitas bahan ajar seperti handout dan modul praktikum
3 Bahasa Inggris - 56,25 43,75 - a. Pengembangan kompetensi dan kualifikasi dosen melalui studi lanjut/atau magang di luar negeri.
b. Menambah Jam tatap muka Bahasa Inggris dengan sistem kelompok-kelompok kecil.
c. Mengembangkan Labor Bahasa Inggris di PSPBSI dengan menggunakan komputer.
d. Mengembangkan referensi bahan ajar dengan literatur/buku teks english.
e. Memberi tugas-tugas mahasiswa dengan literatur english.
f. Mengembangkan PBM berbahasa Inggris
4 Penggunaan Teknologi Informasi 31,25 43,75 25 -
a. Pengembangan kualitas pembelajaran mahasiswa berbasis tentang teknologi informasi (komputer).
b. Pengembangan materi perkuliahan pemrograman komputer.
c. Pengembangan metode pembelajaran menggunakan software aplikasi komputer.
d. Pengembangan kompetensi dan kualifikasi dosen melalui studi lanjut, magang, pelatihan, penataran, diskusi dan seminar tentang teknologi informasi (komputer).
5 Komunikasi 37,5 62,5 - -
a. Mengembangkan komunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif melalui kegiatan diskusi dan seminar, pameran dan lomba karya ilmiah.
b. Mengembangkan komunikasi mahasiswa dengan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran melalui kegiatan akademis dan ekstrakurikuler.
6 Kerjasama tim 43,75 56,25 - - Mengembangkan kerjasama tim mahasiswa bersikap inklusif, objektif dan bertanggung jawab terhadap teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. Tidak bersikap diskriminatif terhadap teman sejawat, karena perbedaan latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
7 Pengembangan diri 31,25 56,25 12,5 - Mengembangkan kualifikasi diri dibidang pendidikan dan pengajaran dengan mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan pelatihan-pelatihan terkait.
Catatan : Sediakan dokumen pendukung pada saat visitasi
(*) persentase tanggapan pihak pengguna = [(jumlah tanggapan pada peringkat) : (jumlah tanggapan yang ada)] x 100
3.3.2 Rata-rata waktu tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan yang pertama = 6 bulan (Jelaskan bagaimana data ini diperoleh)
Angka ini diperoleh dari sebaran angket yang menanyakan tentang masa tunggu, sebelum mendapatkan pekerjaan.
Angka 2-6 bulan diperoleh dari pengembalian angket isian yang disebarkan oleh pihak PS kepada alumni
3.3.3. Persentase lulusan yang bekerja pada bidang yang sesuai dengan keahliannya = > 85% (Jelaskan bagaimana data ini diperoleh)
Sesuai dengan visi dan tujuan PS-PS, yakni sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu pengetahuan bidang pendidikan sejarah di Propinsi Jambi berlandaskan iman dan takwa, maka lapangan pekerjaan lulusan PS-PS umumnya adalah menjadi guru yang tersebar di Propinsi Jambi dan sekitarnya. Berdasarkan pelacakan secara sampling melalui jaringan Ikatan Alumni dan jejaring sosial (Facebook, email, Twitter), tercatat persentase lulusan PS-PS yang bekerja sesuai dengan bidangnya adalah >85
3.4 Himpunan Alumni
Jelaskan apakah lulusan PS memiliki himpunan alumni. Jika memiliki, jelaskan aktivitas dan hasil kegiatan dari himpunan alumni untuk kemajuan PS.
Himpunan alumni bagi lulusan PS-PS secara struktur terintegrasi dengan ikatan alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Aktivitas himpunan alumni saat ini masih terfokus pada pendataan lulusan. Pendataan lulusan ini belum memperoleh hasil yang memuaskan, karena masih rendahnya kesadaran lulusan untuk menginformasikan keberadaan dan karirnya. Upaya himpunan alumni untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan korespondensi melalui e-mail, blog, website, dan facebook.
STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA
4.1 Sistem Seleksi dan Pengembangan
Jelaskan sistem seleksi/perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan untuk menjamin mutu penyelenggaraan program akademik.
Di dalam PS PS-PS UNBARI terdapat tiga macam status dosen, yaitu:
1. Dosen tetap yayasan
2. Dosen tetap PNSD
3. Dosen tidak tetap
Dosen tetap yayasan diangkat ditetapkan oleh yayasan melalui usulan Rektor. Dosen tetap PNSD diangkat dan dipekerjakan di Unbari oleh pemerintah melalui Kopertis Wilayah X. Dosen tidak tetap diangkat oleh Rektor berdasarkan usulan Kajur setiap semester.
Pengangkatan dosen terutama dosen tetap yayasan di lakukan melalui mekanisme pengusulan yang diajukan oleh Ka PS, berdasarkan analisis kebutuhan dosen di tingkat PS. Usulan pengangkatan dosen disampaikan kepada Dekan untuk selanjutnya diteruskan ke Rektorat dan Yayasan. Sedangkan untuk Dosen tidak tetap pengangkatannya diusulkan oleh Ka- PS kepada Dekan untuk diteruskan ke Rektor untuk dikeluarkan SK nya.
4.2 Monitoring dan Evaluasi
Jelaskan sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja akademik dosen dan kinerja tenaga kependidikan.
Sistem monitoring dan evalusi (Monev) serta rekam jejak kinerja dosen dan tata kinerja tenaga Kependidikan PS-PS dilakukan secara tertatur dan terus menerus. Sistem MONEV di PS-PS :
1. Setiap akhir bulan, pimpinan PS mengecek daftar kegiatan perkuliahan yang berlangsung pada semester bersangkutan. Bila ditemui ada perkuliahan yang tidak berjalan sesuai aturan, maka ketua PS mengkonfirmasikan langsung pada dosen yang bersangkutan.
2. Mekanisme monitoring dilakukan berdasarkan peraturan akademik dan evaluasi kegiatan secara keseluruhan dilakukan sekali pada satu semester dan diadakan pada akhir semester yang bersangkutan.
3. Setiap dosen pengampu mata kuliah diundang menghadiri rapat akademik guna membicarakan laporan akhir semester dan membicarakan pola kegiatan perkuliahan untuk semester yang akan datang.
4.3 Dosen Tetap
Dosen tetap dalam borang akreditasi BAN-PT adalah dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap pada PT yang bersangkutan; termasuk dosen penugasan Kopertis, dan dosen yayasan pada PTS dalam bidang yang relevan dengan keahlian bidang studinya. Seorang dosen hanya dapat menjadi dosen tetap pada satu perguruan tinggi, dan mempunyai penugasan kerja minimum 20 jam/minggu.
Dosen tetap dipilah dalam 2 kelompok, yaitu:
1. Dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS
2. Dosen tetap yang bidang keahliannya di luar PS
4.3.1 Data dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang PS
No. Nama Dosen Tetap
NIDN** Tgl. Lahir Jabatan Akademik*** Gelar Akademik Pendidikan S1, S2, S3 dan Asal Universitas* Bidang Keahlian untuk Setiap Jenjang Pendidikan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Drs. Arif Rahim, M.Hum 0005056601
05 Mei 1966 Lektor Drs
M.Hum S1, IKIP Padang
S2, UI S1, Pend. Sejarah
S2, Ilmu Sejarah
2 Drs. Ismail Akhmad 1016103701 15 Okt 1937 Lektor Drs S1, IKIP Bandung-FKIS S1, Ilmu Sejarah
3 Dra. Zaituti Hafar 1001124901 01 Des 1949 Lektor Dra S1, IKIP Bandung-FKIS S1, Ilmu Sejarah
4 Siti Heidi Karmela, SS, MA 1024108102
24 Okt. 1981 Asisten Ahli S.Pd
S1, Universitas Andalas
S2, Univ. Gajah Mada S1, Ilmu Sejarah
S2, Ilmu Sejarah
5 Satriyo Pamungkas, S.Pd 1030048701 30 April 1987 Asisten Ahli S.Pd S1, Univ. Batanghari S1, Pend. Sejarah
* Lampirkan fotokopi ijazah.
** NIDN : Nomor Induk Dosen Nasional
*** Dosen yang telah memperoleh sertifikat dosen agar diberi tanda (***) dan fotokopi sertifikatnya agar dilampirkan.
4.3.2 Data dosen tetap yang bidang keahliannya di luar bidang PS:
No Nama Dosen Tetap
NIDN** Tgl. Lahir Jabatan Akademik*** Gelar Akademik Pendidikan S1, S2, S3 dan Asal Universitas*
Bidang Keahlian untuk Setiap Jenjang Pendidikan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Dra. R. Adelina Manullang, MH 0015105203 15 Okt.1952 Lektor Kepala Dra
M.H S1, IKIP Bandung
S2, UNBARI Pendidikan Kewargaan Negara dan Hukum
2 Gupron, S.Kom, M. Kom 1016097001 16 Sept.1970 Asisten Ahli S.Kom S1, STIK Padang
S2, Univ.Putra Indonesia S1, Manajemen Informatika
S2, Magister Ilmu Komputer
3 Drs. Kasiono, M.Pd 1004046602 04 Apr1966 Asisten Ahli Drs S2, Univ. Negeri Jakarta S1, Manajemen Pendidikan
4 Mayasari, M.Pd 1021098602
21 Sept. 1986 Asisten Ahli SPd
MPd S1,Universitas Jambi
S2, UN. Padang S1, Pendidikan Ekonomi
S2, Pendidikan Ekonomi
5 Azizah, SE 1030077701
30 Juli 1977 Asisten Ahli SE S1, Ekonomi Unja Ekonomi
7 Drs. Ferizal Supriyadi 1022026301
22 Feb.1963 Asisten Ahli Drs S1,UBH Padang S1, Sastra Inggris
8 Dra. Risma Simamora 0015126301
15 Des. 1963 Lektor Dra S1, USU S1, Pendidikan Matematika
9 Ir. Yuza Dafitri, M.P 0013126801 13 Des 1968 Lektor Ir
MP S1, UNAND
S2, UNAND Pertanian
Pertanian
* Lampirkan fotokopi ijazah.
** NIDN : Nomor Induk Dosen Nasional
*** Dosen yang telah memperoleh sertifikat dosen agar diberi tanda (***)dan fotokopi sertifikatnya agar dilampirkan.
4.3.3 Aktivitas dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dinyatakan dalam sks rata-rata per semester pada satu tahun akademik terakhir, diisi dengan perhitungan sesuai SK Dirjen DIKTI no. 48 tahun 1983 (12 sks setara dengan 36 jam kerja per minggu) (Buat Dua Semester)
No. Nama
Dosen Tetap sks
Pengajaran pada sks
Penelitian sks
Pengabdian kepada Masyarakat sks
Manajemen** Jumlah sks
PS Sendiri PS lain
PT sen-diri PT lain
PT sen-diri PT lain
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Drs. Arif Rahim, M.Hum. 16 - - 3 1 3 - 23
2 Drs. Ismail Akhmad 6 - - 1 - - - 7
3 Dra. Zaituti Hafar 6 3 - 1 - 2 - 12
4 Siti Heidy Karmela, S.Pd 14 - - 1 - - - 15
5 Satriyo Pamungkas, S.Pd 10 - - - - - - 10
Jumlah
Rata-rata* 10,4 0,6 - 1,2 - 1 - 13,2
Catatan: disesuaikan dengan sks yang ditawarkan dalam PS
Sks pengajaran sama dengan sks mata kuliah yang diajarkan. Bila dosen mengajar kelas paralel, maka beban sks pengajaran untuk satu tambahan kelas paralel adalah 1/2 kali sks mata kuliah.
* rata-rata adalah jumlah sks dibagi dengan jumlah dosen tetap.
** sks manajemen dihitung sbb :
Beban kerja manajemen untuk jabatan-jabatan ini adalah sbb.
- rektor 12 sks
- pembantu rektor / dekan 10 sks
- ketua sekolah tinggi / pembantu dekan 8 sks
- Ka-PS / ketua PS 6 sks
- sekretaris jurusan/ sekretaris PS 6 sks
- ketua laboratorium universitas/institut/sekolah tinggi 6 sks
- ketua laboratorium jurusan/PS 3 sks
Bagi PT yang memiliki struktur organisasi yang berbeda, beban kerja manajemen untuk jabatan baru disamakan dengan beban kerja jabatan yang setara.
4.3.4 Tuliskan data aktivitas mengajar dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS, dalam satu tahun akademik terakhir di PS ini dengan mengikuti format tabel berikut:
No. Nama
Dosen Tetap Bidang Keahlian Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Jumlah Kelas Jumlah Pertemuan yang direncanakan Jumlah Pertemuan yang dilaksanakan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1
Drs. Arif Rahim, M.Hum
Ilmu Sejarah
MKK 13634
MKB 13604
MKK13209
MPB 13404
MPK 13104
MKK 13529
MKB 13707
MKK 13406
MKB 13502
Filsafat Sej.
Teori Sos. Modern
Sej. Sosial
Dasar-dasar ilmu sejarah
ISBD
Pergerakan Nasional
Metodologi Sejarah
Sejarah Agraria
Historiografi Umum
1
1
2
1
1
2
1
2
2
16
16
16
16
16
16
16
16
16
14
12
14
12
14
12
12
12
12
2
Drs. Ismail Akhmad
Ilmu Sejarah
MKK 13315
Sej. Indonesia 1500 s/d 1800
2
16
12
3
Dra. Hj. Zaituti Hafar
Ilmu Sejarah
MPB 13210
MKB 13606 Seminar Sejarah
Microteaching
Perencanaan Pengajaran 2
2
1 16
16
16 12
12
13
4
Satriyo Pamungkas, S.Pd
Pendidikan Sejarah
MKK 13531
MKK 13316
MKK 13317
MKK 13319
MKK 13633
Sejarah Amerika
Sejarah Asia Timur
Sejarah Asia Selatan
Sejarah Eropa
Sejarah Asia Tenggara
2
2
2
2
2
16
16
16
16
16
12
12
12
12
12
5 Siti Heidi Karmela, SS, MA
Ilmu Sejarah MKK 13423
MKK 13107
MKK 13105
MKK 13321
MKK 13426
MKK 13201
MKK 13603 Sej. Indoesia 1800 s/d 1900 M
Pengantar Antropologi
Sejarah Pendidikan
Sejarah Ekonomi
Sejarah Maritim
Pengenalan Dokumen
Sejarah Tata Negara 2
1
1
2
2
1
1 16
16
16
16
16
16
16 12
12
12
12
12
12
12
4.3.5 Tuliskan data aktivitas mengajar dosen tetap yang bidang keahliannya di luar PS, dalam satu tahun akademik terakhir di PS ini dengan mengikuti format tabel berikut:
No Nama
Dosen Tetap Bidang Keahlian Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Jumlah Kelas Jumlah Pertemuan yang direncanakan Jumlah Pertemuan yang dilaksanakan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Dra. RA. Manulang, MH Pendidikan Kewargaan Negara dan Hukum MPK 13407 Pendidikan Kewarganegaraan 2 16 12
2 Gupron, S,Kom, M. Kom S1, Manajemen Informatika
S2, Magister Ilmu Komputer MKK 13212 Pengantar dan Aplikasi Komputer 2 16 12
3 Drs. Kasiono, M.Pd S1, Manajemen Pendidikan MPB 13201
MPB 13403 Pengantar Pendidikan
Belajar dan Pembelajaran 2 16 12
4 Mayasari, M.Pd S1, S2, Pendidikan Ekonomi MKK 13507 Evaluasi Pembelajaran 2 16 13
5 Azizah, SE. S1, Ekonomi Manajemen MPB 13404 Statistik Sosial 2 16 12
6 Drs. Ferizal Supriyadi S1, Pendidikan Bahasa Inggris MKK 13303 Bahasa Sumber sejarah 2 16 12
7 Dra. Risma Simamora S1, Pendidikan Matematika MKK 13405 Satistik Sosial 2 16 12
8 Ir. Yuza Dafitri, M.P S1,S2, Pertanian MPK 13104 Ilmu Sosial Budaya Dasar 2 16 13
4.4 Dosen Tidak Tetap
4.4.1 Tuliskan data dosen tidak tetap pada PS dengan mengikuti format tabel berikut:
No. Nama Dosen Tidak Tetap
NIDN** Tgl. Lahir Jabatan Akademik*** Gelar Akademik Pendidikan S1, S2, S3 dan Asal Universitas * Bidang Keahlian untuk Setiap Jenjang Pendidikan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Drs. Junaidi T. Noor, M.M - 27 April 1947 Asisten Ahli Drs S2, IIP.
S2, ST. Manajemen S1, Pembangunan
S2, Manajemen
2 Drs. Alfizar - 13 Mei 1965 Asisten Ahli Drs S1, IKIP Padang Pendidikan Sejarah
3 Agus Widiatmoko, S.S, M.M - 29 Juli 1968 Asisten Ahli SS
MM S1, Univ. Udayana
S2, Universitas Jambi S1, Arkeologi
S2,Manajemen
4 Drs. Mursyid Sonsang - 23 Agu 1966 Asisten Ahli Drs S1,IKIP Padang S1,Administrasi Perkantoran
5 Drs. Budi Purnomo, M.Hum 0008036106
8 Maret 1961 Lektor Kepala Drs
M.Hum S2, UI S2, Ilmu Sejarah
6 Drs. Ujang Hariadi 1002026301
2 Feb 1963 Asisten Ahli Drs. S1, UNAND Sastra dan Filsafat
7 Drs. M. Iqbal - 24 Agu 1956 Asisten Ahli Drs S1, IAIN I B. Qadha
8 Kuslian, S.Pd - 23 April 1982 Asisten Ahli S.Pd S1, UNBARI Pendidikan Sejarah
9 Amir Syarifudin, S.Pd - 26 Agust 1987 Asisten Ahli S.Pd S1, UNBARI Pendidikan Sejarah
10 Widiarti, S.Pd - 5 Des 1982 Asisten Ahli SPd S1, UNBARI Pendidikan Ekonomi
11 Ir. Abdul Rahimsyah, MS - 16 April 1958 Asisten Ahli Ir
MS S1 Univ. Andalas
S2 Univ. Andalas S1, Agronomi
S2, Agronomi
12 Drs. Yarizal Yasra, MSI 1001045601
1 April 1956 Asisten Ahli Drs
M.Si S1, IAIN SUMUT
S2, UGM S1, Filsafat Islam
S2, Filsafat Islam
* Lampirkan fotokopi ijazah.
** NIDN : Nomor Induk Dosen Nasional
*** Dosen yang telah memperoleh sertifikat dosen agar diberi tanda (***)dan fotokopi sertifikatnya agar dilampirkan
4.4.2 Tuliskan data aktivitas mengajar dosen tidak tetap pada satu tahun terakhir di PS ini dengan mengikuti format tabel berikut:
No. Nama
Dosen
Tdk Tetap Bidang Keahlian Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Jumlah Kelas Jumlah Pertemuan yang direncanakan Jumlah Pertemuan yang dilaksanakan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Drs. Junaidi T. Noor, M.M Pendidikan Kewargaan Negara dan Hukum MKK13631
MKK 13426 Sejarah Jambi
Sejarah Kebudayaan Jambi 3
3 16
16 14
12
2 H. Fachruddin Razi, SH Ilmu Hukum MKK 13213 Pengantar Sosiologi 2 16 12
3 Mayasari, M.Pd Pendidikan Ekonomi MKB 13605 Penelitian Pendidikan 2 16 12
4 Drs. Mursyid Sunsang Administrasi Perkantoran MKK 13246 Dasar-dasar Jurnalistik 2 16 12
6 Drs. Ujang Hariadi Ilmu Sejarah MKK 13320
MKK 13530 Sejarah Afrika
Sejarah Indonesia Kontemporer 2 16 12
7 Drs. M. Iqbal Qadha MPK 13101 Pendidikan Agama 1 16 12
8 Kuslian, S.Pd Pendidikan Sejarah MKK 13315 Sejarah 1500- 1800 M 3 16 12
9 Amir Sarifudin, S.Pd Pendidikan Sejarah MPB 13404 Strategi Belajar Mengajar 3 16 12
10 Rahimsyah, MS Ilmu Pertanian
Ilmu Tanah MPK 13205 Ilmu Alamiah Dasar
1 16 12
11 Drs. Yarizal Yasra, MSI Tafsir Hadist MPK 13101 Pendidikan Agama 1 16 12
4.5 Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam tiga tahun terakhir
4.5.1 Kegiatan tenaga ahli/pakar sebagai pembicara dalam seminar/pelatihan, pembicara tamu, dsb, dari luar PT sendiri (tidak termasuk dosen tidak tetap)
No. Nama Tenaga Ahli/Pakar Nama dan Judul Kegiatan Waktu Pelaksa-naan
(1) (2) (3) (4)
1. Prof. Waspodo Kiat Pengisian Borang Akreditasi 2011
2.
Prof. Dr. Damsar, MA
(Koordinator Kopertis Wilayah X) Kuliah Umum “Sosiologi Pendidikan dan Diskusi Pemantapan Profesi Dosen” 21 Maret 2011
3. Prof. Emosda, M.Pd, M.Kons Pembekalan Mahasiswa dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling Sekolah 2008
4. 1. Mr. Douglas Mentzer
2. Mr. Neil Konnce
3. Mr. Steve Mcninght Theme “Pengusaha Sukses Enterpreneurship” 2010
4.5.2 Peningkatan kemampuan dosen tetap melalui program tugas belajar dalam bidang yang sesuai dengan bidang PS
No. Nama Dosen Jenjang Pendidikan Lanjut Bidang Studi Perguruan Tinggi Negara Tahun Mulai Studi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Siti Heidi Karmela, SS Magister Ilmu Sejarah Universitas Gajah Mada (UGM) Indonesia 2007
2 Nirwan Ilyasin, S.Pd Magister Ilmu Sejarah Universitas Andalas Indonesia 2009
3 Paryanto, MPd.I Magister Pend. Islam IAIN, Sultan Taha Indonesia 2008
4 Sastri, MP.d Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi Indonesia 2010
5 Satriyo Pamungkas, S.Pd Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi Indonesia 2012
4.5.3. Kegiatan dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dalam seminar ilmiah/lokakarya/penataran/workshop/ pagelaran/ pameran/peragaan yang tidak hanya melibatkan dosen PT sendiri
No. Nama Dosen Jenis Kegiatan* Tempat Waktu Sebagai
Penyaji Peserta
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Drs. Arif Rahim, M.Hum 1. Workshop PLPG LPTK Jambi
2. Workshop Metodologi Ilmu Sosial dan Kemanusiaan
3. Pelatihan Bimbingan Konseling Prog. PHK A-1
4. Pelatihan Evaluasi Diri Prog. PHK A-1
5. Pelatihan Internet dan Teknik pembuatan slide Bahan Ajar
6. Pembekalan Tutor UPBJJ UT Jambi
7. Pelatihan Percepatan Akreditasi dan Program S2 & S3
8. Semiloka Pelatihan AA (Applied Aproach)
9. TOT Kewirausahaan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jambi
10. Semikola Penyusunan Proposal Penelitian
11. Semiloka Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat
12. Lokakarya Manajemen Penjaminan Mutu, Standar Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
13. Lokakarya Manajemen Penjaminan Mutu, Standar Mutu PS
14. Lokakarya Manajemen Penjaminan Mutu, Standar Kurikulum PS
15. Lokakarya Manajemen Penjaminan Mutu, Standar Sistem Pembelajaran
16. Lokakarya Manajemen Penjaminan Mutu, Standar Sistem Penjaminan Mutu
17. Lokakarya Manajemen Penjaminan Mutu, Standar Lulusan LPMP Jambi
FKIP Unbari
FKIP Unbari
LabKom Unbari
UPBJJ Jambi
Kopertis X
Unbari
Unbari
Unbari
Unbari
Unbari
Unbari
Unbari
Unbari
Unbari
Unbari
Unbari
2007-2010
2007
2008
2008
2009
2010
2010
28 Juni – 12 Juli 2010
27-29 Juli 2010
11 Mei 2010
12 Mei 2010
29 Mei 2010
31 Mei 2010
01 Juni 2010
02 Juni 2010
03 Juni 2010
04 Juni 2010 -
-
-
-
-
-
-
√
√
-
-
-
-
-
-
-
-
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
2 Drs. Ismail Akhmad 1. Penyusunan Proposal Penelitian
2. Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat Unbari
Unbari - √
3 Dra. Hj. Zaituti Hafar 1. Seminar Internasional Jambi Heritage
2. Pelatihan Tutor pada UPBJJ UT- Jambi Hotel Wiltop Jambi
UPBJJ Jambi 26-29 Nov 2010
26-29 Mar 2008 -
- √
√
4 Satriyo Pamungkas, S.Pd 1. Seminar Internasional Jambi Heritage
2. Soft Skill
3. SPMI (System Penjaminan Mutu Internal) Hotel Wiltop Jambi
Unbari
Unbari 26-29 Nov 2010
9-10 Des 2010
18 Maret 2011 -
-
- √
√
√
* Jenis kegiatan : Seminar ilmiah, Lokakarya, Penataran/Pelatihan, Workshop, Pagelaran, Pameran, Peragaan dll
4.5.3 Sebutkan pencapaian prestasi/reputasi dosen (misalnya prestasi dalam pendidikan, penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat).
No Nama Dosen Prestasi yang Dicapai* Waktu Pencapaian Tingkat
(Lokal, Nasional, Internasional)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Drs Arif Rahim, M.Hum Asesor Sertifikasi Guru 2007-2010 Lokal
2 Dra. Zaituti Hafar BAN.S-M Provinsi Jambi 2007-2012 Nasional
3 R. Adelina M, MH Asesor Sertifikasi Guru 2009-2010 Lokal
4 Maya Sari, M.Pd Bimbingan Belajar Pendidikan Non Formal
Pelatihan Kewirausahaan 2010
2010 Lokal
Lokal
5 Drs. Agus W. M.Pd Satyalancana Karya Satya X Tahun 2007 Nasional
* Sediakan dokumen pendukung pada saat visitasi.
4.5.5 Sebutkan keikutsertaan dosen tetap dalam organisasi keilmuan atau organisasi profesi.
No. Nama Dosen Nama Organisasi Keilmuan atau Organisasi Profesi Kurun Waktu Tingkat
(Lokal, Nasional, Internasional)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Drs. Arif Rahim, M.Hum Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2001-sekarang Nasional
2 Drs. Ismail Akhmad Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2001-sekarang Nasional
3 Dra. Hj. Zaituti Hafar Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2001-sekarang Nasional
4 Satriyo Pamungkas, S.Pd Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2009-sekarang Nasional
5 Nirwan Ilyasin, S.Pd Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2009-sekarang Nasional
6 Siti Haidi Karmela, SS Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2005-sekarang Nasional
7 Drs. Sastri. M.Pd Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2001-sekarang Nasional
8 Wayan Mada, S.Pd, M.Pd. Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2001-sekarang Nasional
9 Murtotok, S.Pd Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2001-sekarang Nasional
10 Paryanto, M.PdI Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) 2007-sekarang Nasional
4.6 Tenaga Kependidikan
4.6.1 Tuliskan data tenaga kependidikan yang ada di PS, Jurusan, Fakultas atau PT yang melayani mahasiswa PS dengan mengikuti format tabel berikut:
No. Jenis Tenaga Kependidikan Jumlah Tenaga Kependidikan dengan
Pendidikan Terakhir Unit Kerja
S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA/SMK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 Pustakawan * - - 1 - - - -
2 Laboran/ Teknisi/ Analis/ Operator/ Programer - - 3 - - - 1 - Lab.Kom-puter
3 Administrasi - - 4 - 1 - - 2 Kantor FKIP
4 Lainnya :
• BAUK
• BAAK
• PR III
• LPPM
• BPM
• SKK
• Yaya-san
1
1
-
-
-
-
-
3
2
2
2
2
-
2
2
5
1
3
1
-
2
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
-
-
-
-
-
1
-
-
-
-
-
-
10
3
1
-
-
14
-
Universitas
Universitas
Universitas
Universitas
Universitas
Universitas
Yayasan
Total 2 13 22 - 2 1 2 32
* Hanya yang memiliki pendidikan formal dalam bidang perpustakaan
4.6.2 Jelaskan upaya yang telah dilakukan PS dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan.
Tenaga Kependidikan adalah personil yang bertugas membantu dan melaksanakan tugas-tugas administrasi yang mendukung program akademik. Kedudukan tenaga kependidikan berada di bawah pembinaan Fakultas dan Universitas. Upaya Peningkatan Kompetensi tenaga kependidikan dilakukan dengan cara mengikutsertakan personil dalam berbagai kegiatan pelatihan, workshop, program studi lanjut, maupun lokakarya yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan pelaksanaan tugas rutin personel yang bersangkutan.
STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK
5.1 Kurikulum
Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.
Kurikulum seharusnya memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi PS. Kurikulum memuat mata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.
Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills dan keterampilan kepribadian dan perilaku (soft skills) yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.
5.1.1 Kompetensi
5.1.1.1 Uraikan secara ringkas kompetensi utama lulusan.
Tingkat Kompetensi utama lulusan terdiri dari PS pendidikan Sejarah adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi paedagogik
Adalah kompetensi lulusan dalam melakukan kegiatan pembelajaran meliputi merancang pembelajaran, melaksanakan, memilih metode, menggunakan media, melakukan penilaian dan melakukan remedial dan pengayaan (tindak lanjut)
2. Kompetensi profesional
Adalah kompetensi lulusan melaksanakan tugas-tugas keguruan sejalan dengan kualifikasi akademik dan ditunjang oleh penguasaan ilmu pengetahuan.
3. Kompetensi kepribadian
Adalah kompetensi lulusan yang ditunjang oleh kepribadian yang baik dan sejalan dengan etika dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.
4. Kompetensi sosial
Adalah kompetensi seorang guru dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya baik di dalam lingkungan sekolah maupun ditengah-tengah masyarakat.
5.1.1.2 Uraikan secara ringkas kompetensi pendukung lulusan
1. Mampu memilih, menggunakan dan mengembangkan media pembelajaran
2. Mampu melakukan penelitian tindakan kelas untuk tujuan inovasi pembelajaran
3. Mampu menggunakan Teknologi Informasi dalam kegiatan pembelajaran.
4. Mengusai bahasa sumber sejarah.
5.1.1.3 Uraikan secara ringkas kompetensi lainnya/pilihan lulusan
Kompetensi lainnya yaitu kompetensi dasar jurnalistik terutama dalam bidang sejarah, sosial, dan budaya.
CCatatan: Pengertian tentang kompetensi utama, pendukung, dan lainnya dapat dilihat pada Kepmendiknas No. 045/2002.
5.1.2 Struktur Kurikulum
5.1.2.1 Jumlah sks PS (minimum untuk kelulusan) : 147 sks yang tersusun sebagai berikut:
Jenis Mata Kuliah sks Keterangan
(1) (2) (3)
Mata Kuliah Wajib 141 Kompetensi Utama
Mata Kuliah Pilihan 6 Kompetensi Pendukung
Jumlah Total 147
5.1.2.2 Tuliskan struktur kurikulum berdasarkan urutan mata kuliah (MK) semester demi semester, dengan mengikuti formal table berikut:
Smt Kode MK Nama Mata Kuliah* Bobot Sks Sks MK dalam Kurikulum Bobot tugas*** Kelengkapan**** Unit/Jur/Fak Penyelenggara
Inti** Institusional Deskripsi Silabus SAP
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
I MPK 13101 Pendidikan Agama 3 - Institusional √ √ √ √ Universitas
MPK 13102 Bahasa Indonesia 3 - Institusional √ √ √ √ Universitas
MPK 13103 Bahasa Inggris I 2 - Institusional √ √ √ √ Universitas
MPK 13104 Ilmu Sosial Budaya Dasar 3 Inti - √ √ √ √ Universitas
MKK 13101 Dasar-dasar llmu Sejarah 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13102 Prasejarah Indonesia 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13105 Sejarah Pendidikan 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13107 Pengantar Antropologi 2 Inti - √ √ √ √ PS
II MPK 13205 Ilmu Alamiah Dasar 2 Inti - √ √ √ √ Universitas
MKB 13201 Pengenalan Dokumen 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13208 Sejarah Indonesia Hingga 1500 M 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13209 Sejarah Sosial 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13210 Sejarah Diplomasi 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13211 Sejarah Islam 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13212 Pengantar dan Aplikasi Komputer 3 - Institusional √ √ √ √ Universitas
MKK 13213 Pengantar Sosiologi 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13214 Sejarah Politik 3 Inti - √ √ √ √ PS
MPB13201 Pengantar Pendidikan 3 Inti - √ √ √ √ Fakultas
III MKK 13303 Bahasa Sumber Sejarah (Bhs. Inggris II) 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13315 Sejarah Indonesia 1500 s/d 1800 Masehi 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13316 Sejarah Asia Timur 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13317 Sejarah Asia Selatan 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13318 Sejarah Kebudayaan 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13319 Sejarah Eropa 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13320 Sejarah Afrika* 3 Inti - √ √ √ √ PS
MPB 13302 Perkembangan Peserta Didik 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13321 Sejarah Ekonomi 2 Inti - √ √ √ √ PS
IV MPK 13407 Pendidikan Kewarganegaraan 3 inti - √ √ √ √ Universitas
MKK 13423 Sejarah Indonesia 1800 s/d 1900 M 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13424 Sejarah Australia dan Pasifik * 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13425 Sejarah Asia Barat, Timur, Tengah 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13426 Sejarah Maritim 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13246 Dasar-dasar Jurnalistik 2 Inti - √ √ √ √ Fakultas
MPB 13403 Belajar dan Pembelajaran 2 Inti - √ √ √ √ Prgram Studi
MPB 13404 Strategi Belajar Mengajar 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13405 Statistik Sosial 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13406 Sejarah Agraria 2 Inti - √ √ √ √ PS
V MKB 13502 Historiografi Umum 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13528 Geografi Sejarah 2 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13529 Sejarah Pergerakan Nasional 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13530 Sejarah Indonesia Kontemporer 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13531 Sejarah Amerika 3 Inti - √ √ √ √ PS
MPB 13505 Profesi Kependidikan 3 - Institusional √ √ √ √ Fakultas
MPB 13506 Perencanaan Pengajaran 2 - Institusional √ √ √ √ PS
MKK 13507 Evaluasi Pengajaran 3 - Institusional √ √ √ √ PS
VI MKB 13604 Teori Sosial Modern 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKB 13605 Penelitian Pendidikan 3 - Institusional √ √ √ √ PS
MKB 13606 Microteaching 2 Inti - √ √ √ √ Fakultas
MKK 13631 Sejarah Jambi 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13633 Sejarah Asia Tenggara 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13634 Filsafat Sejarah 3
Inti - √ √ √ √ PS
MKK 13603 Sejarah Tata Negara 2 Inti - √ √ √ √ PS
VII MBB 13710 Praktek Kerja Lapangan 6 Inti - √ √ √ √ Fakultas
MKB 13707 Metodologi Sejarah 3 Inti - √ √ √ √ PS
VIII MKB 13808 Seminar Sejarah 3 Inti - √ √ √ √ PS
MKB 13809 Skripsi 6 Inti - √ √ - - PS
Total SKS 147
Tuliskan mata kuliah pilihan sebagai mata kuliah pilihan I, mata kuliah pilihan II, dst. (nama-nama mata kuliah pilihan yang dilaksanakan dicantumkan dalam tabel 5.1.3.)
** Menurut rujukan peer group / SK Mendiknas 045/2002 (ps. 3 ayat 2e)
*** Beri tanda √ pada mata kuliah yang dalam penentuan nilai akhirnya memberikan bobot pada tugas-tugas (PR atau makalah) ≥ 20%.
**** Beri tanda √ pada mata kuliah yang dilengkapi dengan deskripsi, silabus, dan atau SAP. Sediakan dokumen pada saat visitasi.
`
1.3 Tuliskan mata kuliah pilihan yang dilaksanakan dalam tiga tahun terakhir, pada tabel berikut:
Semester Kode MK Nama MK (pilihan) Bobot sks Bobot Tugas* Unit/ Jur/ Fak Pengelola
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
* beri tanda √ pada mata kuliah yang dalam penentuan nilai akhirnya memberikan bobot pada tugas-tugas (PR atau makalah) ≥ 20%.
5.1.4 Tuliskan substansi praktikum/praktek yang mandiri ataupun yang merupakan bagian dari mata kuliah tertentu, dengan mengikuti format di bawah ini:
No. Nama Praktikum/
Praktek Isi Praktikum/Praktek Tempat/Lokasi Praktikum/
Praktek
Judul/Modul Jam Pelaksanaan
(1) (2) (3) (4) (5)
1.
Pengenalan Dokumen Pengantar Studi Kearsipan 10.00-13.00 WIB Lab. Mikro
2.
Praktek Kerja Lapangan (PKL) Panduan Pelaksanaan PKL 07.00-13.00 WIB Sekolah (SMP dan SMA sederajat)
3.
Komputer Modul Praktikum komputer 1 (Microsoft windows XP, Word, Excel dan Power Point, internet)
dan Pengantar Aplikasi Komputer 08.00-09.40 WIB Lab. Komputer
5.2. Peninjauan silabus/SAP dan buku ajar dalam 5 tahun terakhir
Jelaskan mekanisme peninjauan kurikulum dan pihak-pihak yang dilibatkan dalam proses peninjauan tersebut. Tuliskan hasil peninjauan tersebut, mengikuti format tabel berikut.
No No. MK Nama MK MK
Baru/
Lama/Hapus Perubahan pada Alasan Peninjauan Atas usulan/
masukan
dari Berlaku mulai Sem./Th.
Silabus/
SAP Buku Ajar
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 MKK 13631 Sejarah Lokal
Sejarah Jambi Sejarah Jambi Silabus dan SAP Sejarah Daerah Jambi Penyederhanaan kajian mata kuliah Rapat Dosen Jurusan 2008
2 MKK 13303 Bahasa Inggris II Bahasa sumber Silabus dan SAP Aplikasi Bahasa Inggris Pergeseran focus kajian mata kuliah Usulan stake
holders dan rapat dosen jurusan 2008
5.3 Pelaksanaan Proses pembelajaran
Sistem pembelajaran dibangun berdasarkan perencanaan yang relevan dengan tujuan, ranah belajar dan hierarkinya.
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan berbagai strategi dan teknik yang menantang, mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis bereksplorasi, berkreasi dan bereksperimen dengan memanfaatkan aneka sumber.
Pelaksanaan pembelajaran memiliki mekanisme untuk memonitor, mengkaji, dan memperbaiki secara periodik kegiatan perkuliahan (kehadiran dosen dan mahasiswa), penyusunan materi perkuliahan, serta penilaian hasil belajar.
5.3.1 Mekanisme Monitoring Perkuliahan
Jelaskan mekanisme untuk memonitor perkuliahan, antara lain kehadiran dosen dan mahasiswa, serta materi perkuliahan.
Monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan perkuliahan di Pendidikan Sejarah adalah sebagai berikut :
1. Monev dilaksanakan satu kali dalam satu bulan oleh Ka-PS. Monev yang dimaksud berupa pengecekan buku acara perkuliahan yang harus diisi dan ditandatangani oleh Dosen setiap kali selesai memberi kuliah. Buku acara perkuliahan sekaligus merupakan daftar hadir Dosen dalam memberi kuliah. Jika berdasarkan monitoring tersebut ditemukan bahwa seorang Dosen dalam satu bulan tidak memenuhi perkuliahan sebanyak empat kali tanpa pemberitahuan, Ka-PS langsung mempertanyakan dan atau mengingatkan Dosen yang bersangkutan. Jika dengan cara demikian tidak ada perubahan pada bulan berikutnya, Ka-PS memberi surat peringatan secara formal.
2. Sesuai dengan peraturan, jumlah tatap muka perkuliahan adalah minimal 12 kali pertemuan dan maksimal 16 kali pertemuan. Menjelang UAS, Ka-PS kembali mengecek Buku Acara Perkuliahan kemudian memberi Surat Edaran kepada semua dosen yang berisi pemberitahuan perihal UAS dan mengingatkan dosen perihal jumlah pertemuan. Jika ada dosen yang belum memenuhi perkuliahan minimal 12 kali, yang bersangkutan diminta memenuhinya terlebih dahulu dengan cara memanfaatkan waktu yang ada. Jika jumlah tatap muka minimal sudah dipenuhi, baru mata kuliah tersebut dapat diujikan. Bila sampai batas waktu yang telah ditetapkan belum juga terpenuhi, maka mata kuliah tersebut tidak diperbolehkan untuk diujikan.
3. Pendidikan Sejarah juga mengadakan monitoring dan evaluasi persemester. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah kegiatan perkuliahan telah sesuai dengan tujuan dan rencana kerja Pendidikan Sejarah. Hal ini juga utuk memberi masukan terhadap pelaksanaan perkuliahan pada semester berikutnya. Monev dilaksanakan setelah UAS selesai.
4. Monitoring penyerahan nilai. Setiap dosen diwajibkan menyerahkan nilai paling lambat dua minggu setelah UAS selesai. Bila sampai batas waktu yang ditentukan nilai belum juga diserahkan, maka dosen yang bersangkutan diberikan sanksi dengan cara memberikan seluruh mahasiswa nilai B untuk mata kuliah yang bersangkutan.
5.3.2 Lampirkan contoh soal ujian dalam 1 tahun terakhir untuk 5 mata kuliah keahlian berikut silabusnya.
Adapun contoh soal dan silabus yang dilampirkan adalah mata kuliah sebagai berikut:
1. Sejarah Pendidikan
2. Sejarah Indonesia Kontemporer
3. Sejarah Eropa
4. Sejarah Asia Selatan
5. Sejarah Ekonomi
5.4 Sistem Pembimbingan Akademik
5.4.1 Tuliskan nama dosen pembimbing akademik dan jumlah mahasiswa yang dibimbingnya dengan mengikuti format tabel berikut:
No Nama Dosen Pembimbing Akademik Jumlah Mahasiswa Bimbingan Rata-rata Banyaknya Pertemuan/mhs/semester
(1) (2) (3) (4)
1. Drs. Arif Rahim, M.Hum 35 5-10 persemester
2. Drs. Ismail Akhmad 55 5-10 persemester
3. Dra. Zaituti Hafar 127 10-20 persemester
4 Satriyo Pamungkas, SPd 27 5-10 persemester
5 Paryanto, S.Pd 19 4-6 persemester
6 Siti Heidy Karmela, S.Pd 33 5-10 persemester
Total 296
5.4.2 Jelaskan proses pembimbingan akademik yang diterapkan pada PS ini dalam hal-hal berikut:
No Hal Penjelasan
(1) (2) (3)
1 Tujuan pembimbingan Konsultasi akademikak diberikan kepada mahasiswa dengan tujuan untuk membantu mahasiswa dalam hal:
a) Pengembangan kemampuan akademik.
b) Pengembangan gambaran diri secara sehat, terutama dalam hubungan dengan lingkungan.
c) Memahami diri, terutama dalam melihat potensi yang dimiliki, minat dan kebutuhan.
d) Mengenal dan memahami permasalahan akademik yang dihadapi.
e) Memecahkan/meringankan problema pribadi dan emosional.
f) Perkembangan mahasiswa di bidang jabatan atau pekerjaan
2 Pelaksanaan pembimbingan Konsultasi akademik dilakukan oleh mahasiswa sendiri dengan dosen Pembimbing Akademik (PA) yang bersangkutan. Konsultasi dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a) Dengan mengikuti jadwal konsultasi/perjanjian yang telah diadakan mahasiswa menemui dosen PA dengan tata cara yang baik dan etis.
b) Mahasiswa mengemukakan permasalahan akademik yang sedang dihadapi secara terbuka.
c) Pada tahap awal mahasiswa dapat mengkonsultasikan permasalahan akademik berupa penyusunan rencana studi semesteran yang akan diambil serta rencana studi lengkap satu jenjang yang akan diselesaikan selama perkuliahan.
d) Baik rencana studi semesteran maupun rencana studi lengkap satu jenjang perlu disusun secara baik dengan memperhatikan saran atau nasehat dari dosen PA.
e) Realisasi/pencapaian rencana studi akan selalu menjadi acuan dalam setiap kegiatan konsultasi akademikakademik selanjutnya.
f) Realisasi/pencapaian rencana studi yang kurang baik akan memberi pertanda bahwa mahasiswa yang bersangkutan mengalami problema atau hambatan dalam proses belajarnya. Sebaliknya, pencapaian rencana studi yang memuaskan akan memberi petunjuk bahwa mahasiswa yang bersangkutan perlu diberi program-program pengayaan yang akan bermanfaat bagi pengembangan dirinya.
g) Pada tahap selanjutnya mahasiswa dapat mengkonsultasikan semua permasalahan yang sedang dihadapi yang dapat mengganggu prestasi akademik yang akan diraihnya.
h) Hasil konsultasi hendaknya dicatat dalam sebuah kartu konsultasi akademikakademik.
- Setiap mahasiswa perlu dimiliki sebuah kartu konsultasi akademikakademik yang bersifat pribadi yang memuat komponen-komponen antara lain: hari/tanggal, masalah yang dibahas, alternatif pemecahan masalah, rekomendasi/catatan dan paraf dosen PA.
3 Masalah yang dibicarakan dalam pembimbingan
Masalah atau problema yang dibicarakan adalah sebagai berikut:
a) Masalah yang menyangkut bidang akademik.
b) Masalah yang menyangkut agama dan budi pekerti.
c) Masalah yang menyangkut profesi dan jabatan.
d) Masalah yang menyangkut penggunaan waktu belajar.
e) Masalah yang menyangkut ekonomi dan keuangan.
f) Masalah yang menyangkut hubungan muda-mudi.
g) Masalah yang menyangkut hubungan sosial masyarakat
h) Masalah yang menyangkut keluarga.
4 Kesulitan dalam pembimbingan dan upaya untuk mengatasinya
Kesulitan dalam pembimbingan:
a) Kompleksitas problema yang dihadapi mahasiswa
b) Mahasiswa terkadang kurang mampu mengemukakan tujuan-tujuannya secara jelas dan khusus.
c) Belum adanya teknik pengadministrasian yang baik terhadap semua data atau dokumen penting yang muncul dalam setiap proses konsultasi.
Upaya untuk mengatasinya:
a) Tentukan terlebih dahulu prioritas layanan berdasarkan waktu tertentu. Adakan pertemuan konsultasi yang disepakati bersama antara mahasiswa dan dosen PA
b) Dalam proses penanganan, dilakukan pendekatan yang bersifat informal unntuk membantu mahasiswa mengutarakan problemnya dan mencari pemahamannya.
- Disediakan kartu konsultasi akademikakademik yang diperuntukan khusus bagi mahasiswa sebagai data administrasi yang kemudin disimpan oleh dosen setelah melakukan konsultasi.mahasiswa terhadap tertutup/ sering menutupi masalahnya.
5 Manfaat yang diperoleh mahasiswa dari pembimbingan Pemberian konsultasi akademikakademik oleh dosen PA akan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, antara lain sebagai berikut:
a) Mahasiswa secara individual dapat mengerti tentang dirinya, mengenal problem yang sedang dihadapi, memahami potensi yang dimiliki dan menggunakan kemampuannya secara optimal dalam memecahkan segala permasalahan akademik yang dimiliki.
b) Mahasiswa mampu merencanakan target keberhasilan studi semesteran dan rencana studi lengkap satu jenjang.
c) Mahasiswa mampu meningkatkan rasa percaya diri, keberanian mengemukakan masalah, keterampilan mencari solusi masalah dan sikap kemandirian akademik yang tinggi.
- Mahasiswa mampu meningkatkan motivasi dan prestasi belajarnya, karena berbagai masalah yang mengganggu kegiatan akademiknya telah dapat dipecahkan melalui konsultasi akademikakademik dengan dosen PA.
5.5 Pembimbingan Tugas Akhir / Skripsi
5.5.1 Jelaskan pelaksanaan pembimbingan Tugas Akhir atau Skripsi yang diterapkan pada PS ini.
• Rata-rata banyaknya mahasiswa per dosen pembimbing tugas akhir (TA) 12 mahasiswa/dosen TA.
• Rata-rata jumlah pertemuan dosen-mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir antara 15-20 kali mulai dari saat mengambil TA hingga menyelesaikan TA.
• Tuliskan nama-nama dosen yang menjadi pembimbing tugas akhir atau skripsi, dan jumlah mahasiswa yang bimbingan dengan mengikuti format tabel berikut:
No Nama Dosen Pembimbing Jumlah Mahasiswa
(1) (2) (3)
1. Drs. Arif Rahim, M.Hum 35
2. Drs. Ismail Akhmad 13
3. Dra. Zaituti Hafar 43
8. Ujang Hariyadi 32
10. Drs. Junaidi T Noer, MM 11
11. Siti Heidy Karmela, SS. MA 13
12 Drs. Agus Widiyatmoko, MM 6
• Ketersediaan panduan pembimbingan tugas akhir (Beri tanda pada pilihan yang sesuai):
√Ya
Tidak
Jika Ya, jelaskan cara sosialisasi dan pelaksanaannya.
Panduan pembimbingan tugas akhir disusun oleh sebuah tim PS yang keberadaanya ditunjuk berdasarkan SK Dekan. Draf rumusan Panduan bimbingan tugas akhir selanjutnya diajukan ke Dekan untuk ditetapkan sebagai panduan pembimbingan tugas akhir yang akan dilaksanakan pada tingkat PS.
Panduan tersebut selanjutnya disosialisasikan pada Dosen PS terutama pada Dosen-dosen yang akan membimbing mata kuliah tugas akhir (Skripsi), serta kepada dosen mata kuliah yang berkaitan dengan mata kuliah tugas akhir seeperti mata kuliah pengenalan dokumen, metodologi penelitian, historiografi, serta mata kuliah seminar.
Sosisalisasi kepada mahasiswa dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah yaitu pada mata kuliah tersebut di atas termasuk pada pembimbingan mata kuliah tugas akhir.
5.5.2 Rata-rata lama penyelesaian tugas akhir/skripsi pada tiga tahun terakhir :
6 bulan. (Menurut kurikulum tugas akhir direncanakan 1 s/d 2 semester).
5.6 Upaya Perbaikan Pembelajaran
Uraikan upaya perbaikan pembelajaran serta hasil yang telah dilakukan dan dicapai dalam tiga tahun terakhir dan hasilnya.
Butir Upaya Perbaikan
Tindakan Hasil
(1) (2) (3)
Materi
- Merevisi SAP dan Silabus Meningkatnya kualitas materi ajar dosen dan mahasiswa
Metode Pembelajaran
- Diskusi dan pelatihan Meningkatnya pengetahuan, perbaikan sikap, dan psikomotor mahasiswa
Penggunaan Teknologi Pembelajaran - Pengadaan sarana pengembangan jaringan internet, pelatihan penggunaan
-Teknologi Informasi dan LCD proyektor Meningkatnya minat dan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran
Cara-cara evaluasi - Penambahan variabel penilaian dan kelengkapan buku catatan perkuliahan Meningkatnya penguasaan materi kuliah
5.7 Upaya Peningkatan Suasana Akademik
Berikan gambaran yang jelas mengenai upaya dan kegiatan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif di lingkungan PS, khususnya mengenai hal-hal berikut:
5.7.1 Kebijakan tentang suasana akademik (otonomi keilmuan, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik).
Usaha menciptakan suasana akademik yang kondusif dilakukan melalui pendekatan sistem dan penyediaan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Pendekatan sistem adalah upaya untuk menciptakan suasana akademik melalui ketaatan terhadap aturan yang ada. Aturan yang diberlakukan tidak diartikan sebagai pembatasan ruang gerak sivitas tetapi lebih ditujukan untuk mengakomodasi kreatifitas para sivitas sebagai insan akademis yang menjunjung prinsip-prinsip: kejujuran, keterbukaan, percaya diri, demokratis dan bertanggung jawab.
Tentang penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung suasana yang kondusif didasarkan dilakukan dengan pendekatan reseource sharing. Artinya sarana dan prasarana tidak diutamakan untuk dimiliki, tetapi ditujukan kepada fungsi dan kegunaannya. Oleh karena itu penggunaan sarana-prasarana dilakukan melalui sistem managemen pengelolaan.
Selain pengadaan sarana bersifat fisik, juga diperlukan suasana akademik yang kondusif yang dilakukan melalui menerapkan prinsip keterbukaan antara mahasiswa dan dosen. Hal itu juga harus didukung oleh aturan atau kesepakatan yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Bentuk konkrit prinsip keterbukaan, misalnya dalam Rencana Kegiatan Belajar Menghajar (RKBM) , pembuatan SAP dan kontrak belajar pada awal perkuliahan selalu dibicarakan dan disepakati bersama mahasiswa, terutama berkaitan dengan masalah bobot penilaian, sistem penilaian, sistem evaluasi, sistem aturan, perkuliahan dan praktik. Dengan demikian diharapkan kedua belah pihak secara konsisten dapat mematuhi aturan-aturan yang telah disepakati.
Untuk memelihara suasana kondusif yang diciptakan melalui berbagai usaha di atas, perlu dilakukan pengawasan dan evaluasi setiap saat, upaya tersebut dilakukan oleh tim MONEV yang dibentuk pada tingkat Fakultas dan PS.
Otonomi keilmuan, kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik diciptakan melalui kegiatan-kegiatan himpunan mahasiswa dan kebebasan bagi dosen untuk melakukan evaluasi pembelajaran sesuai dengan mata kuliah yang diasuh dengan mengacu peraturan berlaku di Universitas Batanghari. Disamping itu juga dukungan penuh oleh PS untuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen PS.
Aktivitas yang meningkatkan suasana akademik di PS-PS, yang pernah dilakukan antara lain :
1. Seminar diseminasi hasil penelitian dosen pada tingkat PS
2. Seminar diseminasi hasil penelitian dosen pada tingkat Fakultas dan Universitas.
3. Lokakarya dosen dengan mengundang pakar, narasumber dari Perguruan Tinggi lain atau Lembaga yang terkait (Detasering).
4. Seminar sehari dosen-dosen dengan mengundang dosen tamu dari Universitas lain.
5. Seminar Internasional bekerja sama dengan Lembaga, yayasan atau perguruan tinggi luar negeri
Selain kegiatan di atas juga telah dilangsungkan beberapa kegiatan untuk meningkatkan suasana akademik dan interaksi dosen-mahasiswa melalui aktivitas yang mengikut sertakan mahasiswa seperti :
a) Kegiatan studi lapangan
b) Kegiatan Lawatan Sejarah Daerah
c) Seminar Kesejarahan
d) Kegiatan-kegiatan yang bersifat kebudayaan
e) Kegiatan Enterpreniurship Dosen-mahasiswa
Serta kegiatan lainnya yang terkait dengan kegiatan akademik, misalnya dalam bentuk:
a) Seminar pengusulan topik penelitian
b) Bimbingan mahasiswa dalam masa studi
c) Bimbingan Skripsi dan Tugas Akhir
d) Bimbingan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
e) Asisten mahasiswa pada kegiatan laboratorium/praktikum
f) Acara Kemahasiswaan misalnya dalam acara: Orientasi dan pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru
g) Pelatihan Penelitian Mahasiswa untuk Lomba Karya Ilmiah
5.7.2 Ketersediaan dan jenis prasarana, sarana dan dana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika.
1. Peningkatan Fasilitas Pengajaran
a) penggantian papan tulis Black Board menjadi papan tulis White Board
b) Pemasangan LCD atau proyektor pada setiap ruangan kuliah
c) Pemasangan Air Conditioner (AC) pada setiap ruangan kuliah
d) Mengoptimalkan kebersihan setiap ruangan
e) Penambahan serta rehab kursi kuliah dan meja dosen
f) Merehabilitasi ruangan kuliah secara berkala
g) Penggunaan OHP sesuai dengan kebutuhan
2. Partisipasi aktif Mahasiswa dalam perkuliahan
Penghargaan kepada Mahasiswa yang aktif dalam bentuk pemberian beasiswa
3. Upaya prefentif dan penerapan sanksi akademis pada perilaku indisipliner mahasiswa
a) membuat peraturan perkuliahan
b) penerapan sanksi bagi Mahasiswa indisipliner
4. Transparansi sistem penilaian ujian
a) Sosialisasi sistem penilaian oleh dosen pada awal perkuliahan
b) Mewajibkan dosen mengembalikan hasil ujian
c) Membagikan Kartu Hasil Studi (KHS) kepada mahasiswa tiap pada akhir semester
5. Transparansi sistem pengelolaan penelitian dan peabdian kepada masyarakat
a) Membuat peraturan pelaksanaan penelitian dan abdi masyarakat tingkat fakultas
b) Mengumumkan berbagai kesempatan penelitian dan abdi masyarakat kepada dosen
6. Pelatihan dan pembimbingan
Pembuatan panduan penulisan SKRIPSI
7. Partisipasi Mahasiswa dalam kegiatan evaluasi kinerja program studi melalui penyebaran angket setiap akhir semester dan mengevaluasi PS
5.7.3 Program dan kegiatan di dalam dan di luar proses pembelajaran, yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar kelas, untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif (misalnya seminar, simposium, lokakarya, bedah buku, penelitian bersama, pengenalan kehidupan kampus, dan temu dosen-mahasiswa-alumni).
Program kegiatan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif dilakukan dengan cara: seminar psikologi dan seminar sejarah, lokakarya buku ajar, lokakarya penjamin mutu internal kampus, kuliah umum sosiologi pendidikan, seminar kewirausahaan (Nexus), Spektrum bagi mahasiswa baru, ikatan alumni.
5.7.4 Interaksi akademik antara dosen-mahasiswa, antar mahasiswa, serta antar dosen.
Interaksi akademik meiputi interaksi antara dosen dengan dosen, dosen dengan mahasiswa serta mahasiswa dengan mahasiswa. Interaksi dosen dengan dosen dilakukan dalam bentuk kerja sama dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta dalam bentuk kegiatan seminar regular.
Interaksi antara dosen dengan mahasiswa dilakukan dalam bentuk keterlibatan dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik yang dilakukan oleh dosen seperti kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan akademik lainnya seperti seminar dan studi lapangan.
Interaksi mahasiswa dengan mahasiswa dilakukan dalam bentuk kegiatan kemahasiswaan seperti konferensi / seminar mahasiswa, penulisan majala, kuliah lapangan, napak tilas, lawatan sejarah dan lain-lain.
5.7.5 Pengembangan perilaku kecendekiawanan.
Pengembangkan perilaku kecendekiawanan di lingkungan PS Sejarah dilakukan dalam bentuk kegiatan antara lain seminar, lokakarya, kuliah umum peer-group Enterpreneurship serta berbagai pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi baik untuk dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa.
STANDAR 6. PEMBIAYAAN, PRASARANA, SARANA, DAN SISTEM INFORMASI
6.1 Pengelolaan Dana
Keterlibatan aktif PS harus tercerminkan dalam dokumen tentang proses perencanaan, pengelolaan dan pelaporan serta pertanggungjawaban penggunaan dana kepada pemangku kepentingan melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel.
Jelaskan keterlibatan PS dalam perencanaan anggaran dan pengelolaan dana
Perencanaan anggaran PS disusun oleh Ketua PS dalam bentuk Rencana kegiatan tahunan (Januari s/d Desember) yang disusun berdasarkan format yang sudah ditetapkan oleh pihak Rektorat. Mekanisme pelaksanaanya adalah dimulai dari permintaan pengisian format anggaran PS yang diedarkan oleh Rektorat kepada setiap PS melalui Fakultas. Rencana anggaran kegiatan tahunan yang tercantum dalam edaran format anggaran selanjutnya diajukan ke Universitas melalui Fakultas. Selanjutnya apabila Anggaran sudah berlaku efektif, PS dapat meminta dana ke Rektor melalui Dekan dengan penggunaan Rencana Kegiatan yang sudah dibuat.
6.2 Perolehan dan Alokasi Dana
6.2.1. Realisasi perolehan dan alokasi dana (termasuk hibah) dalam juta rupiah termasuk gaji, selama tiga tahun terakhir.
Sumber dana Jenis Dana Jumlah dana (juta rupiah)
TS-2 (2008) TS-1 (2009) TS (2010)
(1) (2) (3) (4) (5)
PT. Sendiri 1. Dana Registrasi 20,7 25,425 27,6
2. Dana Wisuda 45,6 45,6 25,2
Yayasan 1. SPP 167,64 244,2 292,52
2. Dana Pembangunan 91,2 76,8 65,6
Diknas - - - -
Sumber lain - - - -
Total 325,14 392,025 410,92
Penggunaan dana:
No. Jenis Penggunaan Jumlah Dana (dalam persentase)
TS-2 (2008) TS-1(2009) TS(2010)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pendidikan 45,53 45,81 44,22
2 Penelitian 0.92 2,30 2,31
3 Pengabdian Kepada Masyarakat 2,03 3,98 4,06
4 Investasi Prasarana 0,69 5,13 6,65
5 Investasi Sarana 1,54 6,95 6,15
6 Investasi SDM 1,54 3,06 5,60
7 Lain-lain 43,06 12,75 0,03
Total 95,3 79.9 93, 32
3.2.1 Tuliskan dana untuk kegiatan penelitian pada tiga tahun terakhir yang melibatkan dosen yang bidang keahliannya sesuai dengan PS, dengan mengikuti format tabel berikut:
Tahun Judul Penelitian Sumber dan Jenis Dana Jumlah Dana*
(dalam juta rupiah)
(1) (2) (3) (4)
2008 Penggunaan miniatur sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman mata pelajaran sejarah di kelas VII D SMP Negri Muaro Jambi PS 3
2009 Kehidupan Masyarakat Tionghoa Kota Jambi
( 1960 – 2000 ) PS
3
2009 Peranan surat kabar lokal dalam menyebarluaskan pendidikan di kota Jambi PS
3
2009 Tungkal Di Panggung Sejarah : Tinjauan Historiografis PS 3
2010 Rivalitas Jambi-Johor dalam memperebutkan Hegemoni di Selat Malaka pada Abad 17 PS 6
2010 Kehidupan sosial suku bajau di desa kampung laut kecamatan kuala Jambi PS 6
2010 Pembelajaran Sejarah dalam Era Globalisasi PS 6
2010 Manajemen Berbasis Masyarakat di Madrasah Tsanawiyah Swasta Al Hidayah Kebon IX Kec. Sungai Gelam Muaro Jambi Pribadi 3
2011
2012
Jumlah 24,5
* Di luar dana penelitian/penulisan skripsi, tesis, dan disertasi sebagai bagian dari studi lanjut.
6.2.3 Tuliskan dana yang diperoleh dari/untuk kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat pada tiga tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut:
Tahun Judul Kegiatan Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat Sumber dan Jenis Dana Jumlah Dana
(dalam juta rupiah)
(1) (2) (3) (4)
2008 Kukerta dan PPL Mahasiswa Bantuan dari PS 3,6
2008 Penyuluhan Pendidikan Bantuan dari PS 3
2009 Kukerta dan PPL Mahasiswa Bantuan dari PS 8
2009 Penyuluhan Pendidikan Bantuan dari PS 7,6
2010 Kukerta dan PPL Mahasiswa Bantuan dari PS 8,4
2010 Penyuluhan Pendidikan Bantuan dari PS 8,3
Jumlah 6 6 38,9
6.3 Prasarana
6.3.1 Tuliskan data ruang kerja dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dengan mengikuti format tabel berikut:
Ruang Kerja Dosen Jumlah Ruang Jumlah Luas (m2)
(1) (2) (3)
Satu ruang untuk lebih dari 4 dosen 1 (a) 48
Satu ruang untuk 3 - 4 dosen 1 (b) 12
Satu ruang untuk 2 dosen 2 (c) 14
Satu ruang untuk 1 dosen (bukan pejabat struktural) 6 (d) 24
TOTAL (t) 98
6.3.2 Tuliskan data prasarana (kantor, ruang kelas, ruang laboratorium, studio, ruang perpustakaan, kebun percobaan, dsb. kecuali ruang dosen) yang dipergunakan PS dalam proses belajar mengajar dengan mengikuti format tabel berikut:
No. Jenis Prasarana Jumlah Unit Total Luas (m2) Kepemilikan Kondisi Utilisasi (Jam/minggu)
SD SW Terawat Tidak Terawat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 Gedung perkuliahan 12 Ruang 596 √ - √ - 48 Jam/minggu
2 Laboratorium Komputer 1 Ruang 64 √ - √ - 48 Jam/minggu
3 Perpustakaan 1 Ruang 76 √ - √ - 48 Jam/Minggu
4 Laboratorium Mikroteaching 1 Ruang 48 √ - √ - 64 Jam/Minggu
Keterangan:
SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = Sewa/Kontrak/Kerjasama
5.3.3 Tuliskan data prasarana lain yang menunjang (misalnya tempat olah raga, ruang bersama, ruang himpunan mahasiswa, poliklinik) dengan mengikuti format tabel berikut:
No. Jenis Prasarana Penunjang Jumlah Unit Total Luas (m2) Kepemilikan Kondisi Unit Pengelola
SD SW Tera-wat Tidak Terawat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 Ruang pelayanan dan Monitoring Perkuliahan 1 35 √ - √ - Fakultas
2 Ruang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 1 28 √ - √ - Univer-sitas
3. Ruang Konseling 1 35 √ - √ - Fakultas
Keterangan:
SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = Sewa/Kontrak/Kerjasama.
6.4 Sarana Pelaksanaan Kegiatan Akademik
6.4.1 Pustaka (buku teks, karya ilmiah, dan jurnal; termasuk juga dalam bentuk CD-ROM dan media lainnya)
Tuliskan rekapitulasi jumlah ketersediaan pustaka yang relevan dengan bidang PS dengan mengikuti format tabel 1 berikut:
Tabel 1. Rekapitulasi jumlah ketersediaan pustaka yang relevan dengan bidang PS
Jenis Pustaka Jumlah Judul Jumlah Copy
(1) (2) (3)
Buku teks 180
Jurnal nasional yang terakreditasi 3
Jurnal internasional -
Prosiding 2
Skripsi/Tesis 81
Disertasi 3
TOTAL 269
Isikan jurnal/prosiding seminar yang tersedia/yang diterima secara teratur (lengkap), terbitan 3 tahun terakhir dengan mengikuti format tabel 2 berikut:
Tabel 2. Jurnal yang tersedia/yang diterima secara teratur (lengkap), terbitan 3 tahun terakhir
Jenis Nama Jurnal Rincian Tahun dan Nomor Jumlah
(1) (2) (3) (4)
Jurnal Terakreditasi DIKTI * 1. - -
2. - -
Dst. - -
Jurnal Internasional * 1. - -
2. - -
Dst. - -
Catatan * = termasuk e-journal.
6.4.2 Sebutkan sumber-sumber pustaka di lembaga lain (lembaga perpustakaan/ sumber dari internet beserta alamat website) yang biasa diakses/dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa PS ini.
1. Perpustakaan Wilayah/perpustakaan Daerah Jambi
2. Perpustakaan Kota Jambi
3. Perpustakaan Universitas Jambi
4. Perpustakaan Museum Negeri Jambi
5. http:/www.igu.in/
6. http:/www.springer.com/
7. http:/www.agu.org/journals/
8. http:/gooogle.scolar
9. www.communication journal
10. http:/garudakemendiknas.go.id.journal
11. http:/sagepublition.com
12. www.ecohost.net
13. http:/unp.ac.id
6.4.3 Tuliskan peralatan utama yang digunakan di laboratorium (tempat praktikum, bengkel, studio, ruang simulasi, rumah sakit, puskesmas/balai kesehatan, green house, lahan untuk pertanian, dan sejenisnya) yang dipergunakan dalam proses pembelajaran di jurusan/fakultas dengan mengikuti format tabel berikut:
No. Nama Laboratorium Jenis Peralatan Utama Jumlah Unit Kepemilikan Kondisi Rata-rata Waktu Penggunaan (jam/minggu)
SD SW Terawat Tidak Terawat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Laboratorium Komputer Komputer dan laptop 29 √ - √ - 5,5
Ruang kantor dan kuliah 3 √ - √ - 5,5
LCD 1 √ - √ - 5,5
2 Laboratorium Bahasa Inggris Ruang kantor dan kuliah 1 √ - √ - 5,5
Kursi BNI 46 20 √ - √ - 5,5
TV 1 √ - √ - 5,5
CD 1 √ - √ - 5,5
PHS 1 √ - √ - 5,5
Papan Tulis 1 √ - √ - 5,5
AC 2 √ - √ - 5,5
Teacher Console/WEEL 200 1 √ - √ - 5,5
Speaker (Head Phone) BT 693 X 20 √ - √ - 5,5
TV Samsung/ 59 QS 1 √ - √ - 5,5
VCD Samsung/ 59 QS 1 √ - √ - 5,5
VHS Panasonic/ 655AM 1 √ - √ - 5,5
AC Toshiba 1 √ - √ - 5,5
Meja ½ Biro 10 √ - √ - 5,5
Kursi Putar 21 √ - √ - 5,5
White Board 1 √ - √ - 5,5
Meja TV 1 √ - √ - 5,5
Speaker Gantung/ Panasonic 1 √ - √ - 5,5
Komputer 1 √ - √ - 5,5
Printer Canon Desjet 1 √ - √ - 5,5
AC Vitron 1 √ - √ - 5,5
Rak Sandal/Sepatu 2 √ - √ - -
3.
Laboratorium Micro Teaching Ruang Kantor 1 √ - √ - 5,5
Kamus Istilah Bisnis & Ekonomi 2 √ - √ - 5,5
Dasar-dasar Matematika 5 √ - √ - 5,5
Pengantar Statistika 5 √ - √ - 5,5
Sosiologi Satu Pengantar 2 √ - √ - 5,5
Bergelut Dalam Tahta Dan Angkara 1 √ - √ - 5,5
Hamukti Palapa 1 √ - √ - 5,5
Ensiklopedia Peradaban Dunia 2 √ - √ - 5,5
Mozaik Teknologi Pendidikan 10 √ - √ - 5,5
Ekonomi 3 Untuk SMA Kelas XII 30 √ - √ - 5,5
Kompetensi Dasar Ekonomi SMA & MA 2A 60 √ - √ - 5,5
Home Schooling Kak Seto 5 √ - √ - 5,5
Quantum Teaching 10 √ - √ - 5,5
Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan 10 √ - √ - 5,5
Asas-asas Kurikulum 10 √ - √ - 5,5
Sim Pendidikan 10 √ - √ - 5,5
Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem 10 √ - √ - 5,5
Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar & Mengajar 6 √ - √ - 5,5
Metode Belajar & Kesulitan-kesulitan Belajar 10 √ - √ - 5,5
Dasar Pemahaman dan Pengembangan 9 √ - √ - 5,5
Kembang 2 √ - √ - 5,5
Peta Prov Jateng 1 √ - √ - 5,5
Peta ASEAN 1 √ - √ - 5,5
Peta Indonesia 1 √ - √ - 5,5
Peta Jabar 1 √ - √ - 5,5
Peta Australia dan Selandia Baru 1 √ - √ - 5,5
Peta Banten 1 √ - √ - 5,5
Peta DI Yogyakarta 1 √ - √ - 5,5
Peta Asia 11 √ - √ - 5,5
Peta Eropa 1 √ - √ - 5,5
Peta Prop Jambi 1 √ - √ - 5,5
Peta Prop Kep Bangka Belitung 1 √ - √ - 5,5
Peta Prop Jatim 1 √ - √ - 5,5
Peta Prop Sumsel 1 √ - √ - 5,5
Peta Prop Sumut 1 √ - √ - 5,5
Peta Afrika 1 √ - √ - 5,5
Peta Nanggroe Aceh Darussalam 1 √ - √ - 5,5
Peta Amerika 1 √ - √ - 5,5
Peta Prop Riau 1 √ - √ - 5,5
Peta Jakarta 1 √ - √ - 5,5
Peta Prop Bengkulu 1 √ - √ - 5,5
Fotokopi/Mesin 1 √ - √ - 5,5
Kamus Lengkap 3 √ - √ - 5,5
Keterangan:
SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = Sewa/Kontrak/Kerjasama/Hak Pakai.
6.5 Sistem Informasi
6.5.1 Jelaskan sistem informasi dan fasilitas yang digunakan oleh PS untuk proses pembelajaran (hardware, software, e-learning, perpustakaan, dll.).
Fasilitas yang digunakan dalam peoses pembelajaran mengajar (PBM) menggunakna Labolatorium yang digunakna secara bersama-sama dengan PS lain, dalam PBM di dalam kelas dan di labolatorium yang digunakan jenis komputer dengan processor pentrium 4 dan core 2 Duo yang terhubung pada jaringan Lokal (LAN), labolatorium yang digunakan merupakan labolatorium terintegrasi yang di dalam server memuat berbagai software yang digunakan dalam perkuliahan (PBM).
Program e-learning baru sebatas mahasiswa dapat mengambil modul kuliah, buku pustaka elektronik , jurnal yang dietrbitkan oleh PS-PS, hasil penelitian dosen PS-PS yang tersimpan pada server PS , program e-learning sudah disipkan namun belum dioperasikan karena masih dalam tahap penyempurnaan.
Selain mencari sumber referensi yang ada di Progrma studi, mahasiswa juga dapat mengunjungi langsung ke perpustakaan lembaga. Dalam pengelolaan perpustakaan lembaga sudah berbasis komputerisasi , namun belum di dukung dengan perpustakaan online
6.5.2 Beri tanda √ pada kolom yang sesuai dengan aksesibilitas tiap jenis data, dengan mengikuti format tabel berikut:
No. Jenis Data Sistem Pengelolaan Data
Secara Manual Dengan Komputer Tanpa Jaringan Dengan Komputer Jaringan Lokal (LAN) Dengan Komputer Jaringan Luas (WAN)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Mahasiswa - √ - -
2 Kartu Rencana Studi (KRS) - √ - -
3 Jadwal mata kuliah - √ - -
4 Nilai mata kuliah - √ - -
5 Transkrip akademik - √ - -
6 Lulusan - √ - -
7 Dosen - √ - -
8 Pegawai - √ - -
9 Keuangan - √ - -
10 Inventaris - √ - -
11 Perpustakaan - √ - -
STANDAR 7. PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA
7.1 Penelitian Dosen Tetap yang Bidang Keahliannya Sesuai dengan PS
7.1.1 Tuliskan jumlah judul penelitian* yang sesuai dengan bidang keilmuan PS, yang dilakukan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS selama tiga tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut:
Sumber Pembiayaan TS-2(2008) TS-1(2009) TS(2010)
(1) (2) (3) (4)
Pembiayaan sendiri oleh peneliti - - 3
PT yang bersangkutan 1 2 -
Depdiknas - - -
Institusi dalam negeri di luar Depdiknas - 1 -
Institusi luar negeri 1 2 3
Catatan: (*) sediakan data pendukung pada saat visitasi
7.1.2 Adakah mahasiswa tugas akhir yang dilibatkan dalam penelitian dosen dalam tiga tahun terakhir?
Tidak ada
Ada
Jika ada, banyaknya mahasiswa PS yang ikut serta dalam penelitian dosen adalah ... orang, dari ... mahasiswa yang melakukan tugas akhir melalui skripsi.
7.1.3 Tuliskan judul artikel ilmiah/karya ilmiah/karya seni/buku yang dihasilkan selama tiga tahun terakhir oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dengan mengikuti format tabel berikut:
NO Judul Nama-nama Dosen Dihasilkan/ dipublikasikan pada Tahun
Penyajian/
Publikasi Tingkat*
Lokal Nasional Interna-sional
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1
Kerajaan Melayu Islam Sebelum Kesultanan Jambi
Drs. Arif Rahim, M. Hum
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari, ISSN 1411-8939, Vol. 9 No. 1 Feb. 2009
2009
√
-
-
2
Pembentukan Provinsi Jambi : Tinjauan Sejarah Prosesual (1945-1957) .
Drs. Arif Rahim, M. Hum
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari, ISSN 1411-8939, Vol. 9 No. 1 Feb. 2009
2009
√
-
-
3 Relief Kesejarahan Perjuangan Rakyat Jambi Dra. Zaituti Hafar Pemerintah Daerah Provinsi Jambi 2008 √ - -
4 Relief Kesejarahan Perjuangan Rakyat Jambi Drs. Ismail Akhmad Pemerintah Daerah Provinsi Jambi 2008 √ - -
Catatan: * = beri tanda √ pada kolom yang sesuai
7.1.4 Sebutkan karya dosen dan atau mahasiswa PS yang telah memperoleh/sedang memproses perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) selama tiga tahun terakhir.
No. Karya*
(1) (2)
1 -
2 -
Dst. -
* Lampirkan surat paten HaKI atau keterangan sejenis.
7.2 Kegiatan Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
7.2.1 Tuliskan jumlah kegiatan Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat (*) yang sesuai dengan bidang keilmuan PS selama tiga tahun terakhir yang dilakukan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dengan mengikuti format tabel berikut:
Sumber Dana Kegiatan Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat TS-(2008) TS-(2009) TS (2010)
(1) (2) (3) (4)
Pembiayaan sendiri oleh dosen - - 1
PT yang bersangkutan 1 - 1
Depdiknas 2 2 2
Institusi dalam negeri di luar Depdiknas - - -
Institusi luar negeri - - -
Catatan: (*) Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat adalah penerapan bidang ilmu untuk menyelesaikan masalah di masyarakat (termasuk masyarakat industri, pemerintah, dsb.)
7.2.2 Adakah mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dalam tiga tahun terakhir?
Tidak
Ya
Jika Ya, jelaskan tingkat partisipasi dan bentuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dititik beratkan kepada partisipasi dalam pengumpulan data maupun informasi serta komunikasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
7.3 Kegiatan Kerjasama dengan Instansi Lain
7.3.1 Tuliskan instansi dalam negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan PS/jurusan dalam tiga tahun terakhir.
No. Nama Instansi Jenis
Kegiatan Kurun Waktu
Kerja Sama Manfaat yang Telah Diperoleh
Mulai Berakhir
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Museum Studi lapangan 2007 2011 Penguasaan ilmu pengetahuan
2. Disbudpar Studi lapangan 2007 2011 Penguasaan ilmu pengetahuan
3.
Universitas Jambi Pendidikan dan Pengajaran 2009 2013 Meningkatnya mutu lulusan dan kompetensi dosen.
4.
Instansi Pemerintahan (Pemda Tanjabbar dan Dinas Pendidikan Kota Jambi) Penelitian dan Pengabddian Masyarakat 2009 2013 Terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi.
5.
Perusahaan yang melakukan kerjasama antara lain: Conoco Philips, Petrochina International Jabung Ltd. Dana beasiswa 2009 2013 Memperoleh dana beasiswa.
6 SMP Negeri 24 Kota Jambi Pelaksanaan PKL 2009 - Terlaksananya Tri Dharma perguruan Tinggi
7 SMP Negeri 2 Kota Jambi Pelaksanaan PKL 2009 - Terlaksananya Tri Dharma perguruan Tinggi
8 SMA Negeri 2 Kota Jambi Pelaksanaan PKL 2009 - Terlaksananya Tri Dharma perguruan Tinggi
9 SMK PGRI 1 Kota Jambi Pelaksanaan PKL 2009 - Terlaksananya Tri Dharma perguruan Tinggi
10 SMP Negeri 11 Kota Jambi Pelaksanaan PKL 2009 - Terlaksananya Tri Dharma perguruan Tinggi
11 SMP Negeri 4 Kota Jambi Pelaksanaan PKL 2009 - Terlaksananya Tri Dharma perguruan Tinggi
12 SMP Negeri 14 Kota Jambi Pelaksaan PKL 2009 `- Terlaksananya Tri Dharma perguruan Tinggi
13 SMP Negeri 21 Kota Jambi Pelaksaan PKL 2009 - Terlaksananya Tri Dharma perguruan Tinggi
dst.
Catatan : (*) dokumen pendukung disediakan pada saat visitasi
7.3.2 Tuliskan instansi luar negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan PS/jurusan dalam tiga tahun terakhir.
No. Nama Instansi Jenis
Kegiatan Kurun Waktu
Kerja Sama Manfaat yang telah diperoleh
Mulai Berakhir
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Yayasan Warisan Johor Kesejarahan dan budaya melayu 2010 - Pengkajian Sejarah Kawasan Selat Malaka
2. NGO NEXUS Tri Dharma Perguruan Tinggi 2011 - Peningkatan semangat interpreneurship dikalangan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa
Catatan : (*) dokumen pendukung disediakan pada saat visitasi
Kamis, 06 Desember 2012
Tanah Surga Katanya
Tanah Surga Katanya
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam oleh sebab itu indonesia mendapatkan julukan indonesia tanah surga. tulisan ini terinspirasi dari sebuah Film yang menggambarkan kenyataan lingkungan indonesia yang sangat luas dari sabang sampe marauke yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintahan republik indonesia.
masyarakat indonesia yang beraneka ragam budaya menunjukan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa kita untuk menggali sumber daya alam yang kita miliki. kenyataannya masayarakat kita banyak hidup menengah kebawah di bandingkan menengah ke atas. seperti yang kita lihat banyak masyarakat kita yang menjadi TKI di negara-negara lain untuk memperoleh hasil yang lebih baik, nah dimana letak yang katanya tanah kita ini tanah surga wong masyarakatnya mencari nafkah di tanah lain.
di perbatasan kalimantan dengan serawak terdapat perbedaan yang jelas. bahwa pemerintah Malaysia merawat bahkan memperhatikan masyarakatnya dengan memberikan akses termudah untuk transportasi. sedangkan indonesia membiarkan masyarakatnya dan tidak ada jalan yang bagus untuk transportasi.
Senin, 03 Desember 2012
Artikel
GANGGUAN KOMUNIKASI PADA PROSES PEMBELAJARAN
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pembelajaran Berbasis Teknologi I
Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Mukhtar Latif, Mpd.
Oleh : Satriyo Pamungkas, S.Pd
Dunia sekarang yang semakin berkembang dan maju telah membawa banyak perubahan dalam pelbagai bidang. Malaysia tidak ketinggalan dalam mengejar kemajuan dunia. Kemajuan yang dimaksudkan merangkumi semua bidang ekonomi, politik, sosial kerohanian, kejiwaan, psikologikal dan kebudayaan. Peranan guru masa kini bukan saja menyampaikan pengajaran tetapi juga sebagai fasilitator dan pemberi perangsang kepada pelajar. Guru perlu mendidik dan membimbing untuk mengembangkan potensi pelajar secara menyeluruh dari segi jasmani, emosi, rohani dan intelek supaya mereka menjadi seorang yang berpengetahuan luas dan berakhlak mulia.
Guru merupakan orang yang penting dalam pembentukan diri seseorang pelajar kerana mereka menghabiskan sebahagian besar masa di sekolah. Seorang kanak-kanak berhadapan dengan guru bermula sejak umur mereka 6 tahun iaitu di peringkat prasekolah sehingga peringkat remaja. Guru akan memuji, menegur, menguji dan menengking mereka semasa menjalankan tugas. Segala gerak laku dan perbuatan guru yang disenangi atau sebaliknya akan diperhatikan dan ditiru oleh pelajar. Oleh itu, segala tingkah laku dan perbuatan guru akan mempengaruhi sikap dan pembelajaran pelajar. Contohnya cara guru berpakaian, gaya berjalan, cara pertuturan dan lain-lain penampilan diri guru akan menjadi perhatian dan ikutan pelajar terutama guru yang menjadi idola kepada pelajarnya. Oleh itu, guru yang mempunyai personaliti baik serta perwatakan bersih akan dapat melahirkan generasi yang berakhlak.
Seseorang guru yang memiliki sifat yang mulia dalam diri mereka seperti peramah, mesra, penyayang, bertimbang rasa, dan suka buat lawak akan lebih disukai oleh pelajar. Guru yang selalu hadir di kelas, ikhlas dan sabar disaat menyampaikan materi, tertib dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, yakin pada diri sendiri akan diminati dan disukai oleh siswa. Hal ini akan membantu proses pengajaran dan pembelajaran menjadi lebih mudah dan berkesan kerana pelajar akan berminat dan menumpukan perhatian dalam proses pembelajaran.
Terdapat juga guru yang melaksanakan proses pembelajaran secara keterlaluan dan berlebihan sehingga pandangan siswa akan menimbulkan kesan yang negatif kepada guru tersebut. Perubahan yang berlaku pada diri pelajar adalah seperti fobia terhadap guru, tidak mau ke sekolah dan sebagainya. Berbagai isu yang berkaitan dengan disiplin dan kode etik guru dipersoalkan dan tergambar dengan jelas di lingkungan sekolah. Contohnya seorang pelajar berusia 12 tahun yang pekak dan bisu telah di aniaya oleh gurunya. Dimana letak perikemanusiaan seorang guru sehingga sanggup melakukan perbuatan sedemikian terhadap siswa yang tidak normal. Hal ini telah menyebabkan masyarakat memandang negatif terhadap profesional keguruan. Namu ada juga guru yang tidak ikhlas dalam menjalankan amanah yang diberikan untuk mendidik siswa. Mereka beranggapan profesional keguruan hanyalah satu profesional sebagai pilihan terakhir. Faktor inilah yang menyebabkan mereka tidak mematuhi etika perguruan.
Di bawah ini akan di jelaskan kesalah-kesalahan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga pesan yang terkandung di dalam materi tidak berjalan dengan baik yang mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak tercapai sesuai dengan apa yang telah di rencanakan sebelumnya.
DI BAWAH INI ADALAH CONTOH-CONTOH GANGGUAN YANG DILAKUKAN OLEH GURU DI DALAM KELAS SAAT PROSES PEMBELAJARAN BERLANGSUNG :
1.
Dalam kegiatan proses pembelajaran penampilan seorang guru sangat mempengaruhi aktivitas belajarnya. Seorang guru tidak seharusnya menggunakan rok setengah tiang, hal ini akan mengakibatkan proses pembelajaran dalam penyamoaian pesan terganggu. Bisa jadi siswa-siswi di dalam kelas bukan memperhatikan materi yang di sampaikan tetapi malah memperhatikan betis dari kaki yang diperlihatkan seorang guru tersebut.
2.
Coba perhatikan gambar di atas, seorang guru memakai pakaian ketat dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Kalau siswa-siswi yang di ajarkan adalah anak TK atau SD tidak masalah tetapi bagaimana apabila siswa yang di ajarkan pada tingkat SMP, SMA, atau perguruan tinggi yang sudah mengetahui hal-hal negative perempuan. Penampilan di atas jelas terlihat seorang guru memperlihatkan keindahan tubuhnya. Pertanyaannya apa yang menjadi perhatian siswa? Guru atau materi. Maka jadilah seorang guru yang penampilannya sederhana dan jagan terlalu berlebihan.
3.
Salah satu aktivitas guru kesenian di atas sangatlah tidak wajar, memainkan gitar dengan duduk di kursi sambil meletakkan kedua kakinya di atas meja yang mengambarkan tidak adanya nilai-nilai moral dari seorang guru. Guru memang di tuntut harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu apapun, karena ketika di dalam kelas sosok guru akan menjadi contoh bagi anak didiknya, yang menjadi pertanyaannya bagaimana seorang guru melihat siswa-siswinya mengangkat kedua kaki di atas meja nya sendiri? Jawaban yang tepat adalah guru jagan marah karena dia yang memberikan contoh prilaku seperti itu.
4.
Pertanyaan yang muncul dari gambar di atas adalah apa yang menyebabkan seorang guru memakai baju di dalam kelas? Seharusnya aktivitas guru di dalam kelas adalah melaksanakan kegiatan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya bukannya malah sibuk memakai kancing baju. Hal ini akan mengakibatkan pandangan siswa kepada gurunya seperti ini " bagaimana materi yang di ajarkan sudah siap kalau gurunya sajan tidak siap dalam memakai baju". Jagan sampai melakukan hal yang buruk seperti di atas.
5.
Seorang guru seharusnya memahami bahwa karakter anak di dalam kelas sangat berbeda dari satu dan yang lainnya. Seorang guru jangan main hakim sendiri dengan hukuman secara fisik sehingga akan mengakibatkan siswa lainnya merasa tidak nyaman. Kenyamanan di dalam kelas seharusnya di upayakan oleh guru agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik sehingga penyampaian pesan melalui komunikasi dapat mencapai tujuan pembelajaran.
6.
Salah satu yang menjadi perhatian siswa ketika guru di kelas adalah penampilan cara berpakaian. Seorang guru seharusnya menggunakan pakaian yang sederhana dan enak di pandang oleh siswa sehingga tidak memunculkan persepsi-persepsi lain dari siswa. Gambar di atas melihatkan penampilan berpakaian guru sangat tidak sesuai dan berlebihan. Bisa kita lihat pada siswa yang berpakaian warna kuning sedang mengambil gambar gurunya dengan menggunakan kamera digital.
7.
Aktifitas seorang guru ketika di dalam kelas selalu menjadi perhatian siswa-siswinya. Oleh sebab itu guru harus menjaga situasi agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan-gangguan yang dapat memunculkan perhatian siswa, sehingga guru harus bisa menahan kebiasaan-kebiasaannya yang dilakukan di luar kelas seperti merokok. Gambar di atas membuktikan bahwa guru masih melakukan aktivitas meroko di dalam kelas. Aktivitas merokok ini membuat siswa mencontoh dan meniru tingkah laku gurunya apalagi siswa yang di ajarkan di tingkat SD.
aktivitas merokok yang dilakukan oleh guru saat berada di dalam kelas akan berpengaruh pada siswa, sehingga ketika mereka pulang aktivitas ini akan di praktekan di rumahnya. Gambar di atas menunjukan seorang anak sedang santai sambil merokok. Apakah ini tujuan pendidikan yang sebenarnya?
8.
Saat proses pembelajaran berlangsung, seorang guru harus bisa menjaga situasi lingkungan belajar tetap kondusif. Perhatian siswa di dalam kelas tertuju pada apa yang di berikan oleh gurunya melalui komunikasi. Bukan hanya penampilan, bahasa, dll yang menjadi perhatian siswa yang akan di ikuti tetapi prilaku seorang guru juga menjadi contoh siswa yang bisa di ikuti dengan jelas.
Gambar di atas mencontohkan prilaku guru ketika di dalam kelas dengan menyampaikan materi duduk di atas meja. Prilaku seperti ini dapat di tiru dan di ikuti selamanya oleh peserta didik. Hal ini akan berdampak buruk bagi perkembagan anak untuk seterusnya. Bisa kita lihat siswa-siswi baik dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA sering melakukan kegiatan seperti duduk di atas meja, tidur-tiduran, dll. Oleh karena, seorang guru janganlah melakukan aktivitas-aktivitas yang kurang baik sehingga siswa-siswi tidak mengikutinya.
9.
Pada proses pembelajaran di kelas, guru harus menjaga penampilannya agar keseimbangan penampilan siswa agar tidak menjadi berlebihan. Gambar di atas kalau kita melihat terdapat kesalahan kecil yang akan berdampak pada siswa. Dari penampilan baik itu baju, celana, dll semuanya sudah di bisa di katakana layak tetapi kalau kita melihat sepatu yang di pakai oleh seorang guru tersebut ternyata tidak sesuai dengan sepatu yang seharusnya di pakai seorang guru. Sepatu yang harus di pakai oleh guru pria adalah sepatu.
10.
Intonasi dalam komunikasi sangat di perhatikan oleh guru, nada tinggi akan membuat siswa semakin tidak bisa mencerna pesan dari materi yang di sampaikan oleh guru.
Jumat, 23 November 2012
kerajinan dari Botol Plastik
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan dapat menjadi salah satu ide munculnya peluang usaha baru. Hal ini terbukti dengan banyaknya usaha kerajinan yang memakai bahan baku dari sampah, terutama dari sampah plastik. Bahan plastik yang berasal dari rumah tangga ataupun pabrik, ternyata dapat dimanfaatkan untuk membuat produk – produk yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Pengolahan sampah yang efektif adalah sinergi dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Hal ini untuk mengurangi permasalahan sampah yang kian menggunung serta keterbatasan ruang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari penghematan hingga daur ulang, tapi tetap saja sampah menggunung.
Kerajinan Tangan dari sampah plastik merupakan kerajinan yang bisa menjadi alternatif peluang usaha di sekeliling kita. Seperti diketahui Plastik merupakan bahan kebutuhan yang banyak dipergunakan dalam kehidupan manusia modern. Akan tetapi sisa sampah dari plastik menjadi permasalahan tersendiri bagi kehidupan. Solusinya adalah dengan mengurangi penggunaan bahan yang berasal dari plastik atau mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat . Sampah plastik bisa diolah menjadi aneka Kerajinan yang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Peluang usaha Kerajinan sampah plastik ini disamping mendatangkan rezeki juga mengurangi polusi akibat sampah plastik.
Hampir semua masyarakat menyukai kerajinan sampah plastik, dari mulai tas, dan sandal yang sering digunakan pelajar, mahasiswa, serta anak muda lainnya, hingga perabot rumah tangga seperti kotak tisu, serta keset yang banyak dicari para ibu rumah tangga. Keberhasilan dan kesuksesan usaha rumahan membutuhkan kejelian untuk melihat peluang pasar dan strategi yang tepat. Hal itu tidak sulit, perlu mengetahui caranya. Inovasi yang menarik merupakan hal yang dibutuhkan untuk sukses berbisnis di bisnis rumahan, tentu saja dengan modal kecil dan untung besar.
Ada sedikt cara sebelum melakukan pengolahan sampah, terlebih dahulu harus mengetahui apa saja material yang dapat didaur ulang. Dari jenis sampah organik, kita bisa mendaur ulang:
1. Sampah rumah tangga (sampah sisa kegiatan rumah tangga), di antaranya: sayuran dan buah-buahan yang dibuang dalam proses memasak, serta makanan sisa (nasi basi, tulang ikan, dan buah-buahan busuk)
2. Sampah anorganik, diantaranya: botol bekas dari plastik, kertas, Kaleng Bekas, bekas kemasan kue, rangka meja, besi, dan rangka beton, plastik bekas wadah shampoo, deterjen, ember, dan lainnya.
Ada empat jenis sampah yang perlu di daur ulang (recycle) antara lain sampah plastik, kertas, aluminium, kayu, sampah organik, ban bekas, dan lainnya. Mengolah sampah plastik adalah sebuah harga mutlak, karena plastik tidak bisa diuraikan oleh tanah. Hal ini bisa mengurangi krisis sampah plastik.
Salah satu sampah plastik yang dapat di jadikan kerajinan tangan yang mempunyai daya jual yaitu sampah plastik yang berbentuk botol. Botol plastik ini dapat di ubah menjadi berbagai bentuk jenis kerajinan yang dapat dijadikan sebagai dari hasil buah tangan berupa tempat sabun, mobil-mobilan, tempat pena, lampu kamar, boneka, dll.
Mengubah sampah Botol yang terbuat dari bahan plastik menjadi kreasi, Cara membuatnya juga tidak sulit. Persiapkan bahan-bahannya, di antaranya botol plastik, seperti botol bekas air mineral, botol bekas shampoo, cologne, sabun cair, dan pemutih pakaian, kain felt, pita kain, benang wol hitam, dan dasar kain. Kemudian, sediakan alat-alat yang digunakan untuk pembuatan aneka kreasi bentuk ini, yaitu gunting, lem, lem tembak, cat poster, spidol warna-warni.
Saat ini yang menjadi pilihan ibu rumah tangga untuk bekerja adalah faktor ekonomi. Mereka menghawatirkan dengan mengandalkan gaji suami saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bekerja dan mengelola usaha sendiri bukanlah hal yang asing lagi, banyak ibu rumah tangga menjalankan bisnis ini dirumah agar dapat mengasuh anak-anaknya, hasilnya tergantung dari usaha dan target yang ingin di capai.
Untuk membuat kerajinan dari botol plastik bekas ini ada beberapa yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu agar dapat berjalan dengan lancer dan optimal, antara lain, ruang tempat pelatihan, penyediaan alat-alat, penyediaan bahan utama dan penunjang, dan kualitas hasil kerajinan yang dihasilkan.
Tujuan dari pelatihan keterampilan dari botol plastik bekas ini agar ibu-ibu rumah tangga dapat mengolah sampah dari botol plastik dengan alat sederhana menghasilkan karya seni yang tingi.
BAB II
ANALISIS TUJUAN PEMBELAJARAN
Kondisi perekonomian di daerah sipin tepatnya di lorong kebun jeruk RT 16/05 kota jambi tergolong dalam tingkat perekonomian menengah kebawah. Untuk meningkatkan perekonomian keluarga, usaha rumahan ibu rumah tangga adalah suatu alternative yang sangat potensial. Ibu rumah tangga pada umumnya memiliki waktu yang cukup sehingga sangat baik jika di salurkan untuk membuka usaha rumahan. Dengan usaha dirumah, para ibu rumah tangga berharap bisa mendapat tambahan penghasilan yang bisa membantu keuangan keluarga.
Salah satu bahan yang dapat di ubah oleh ibu-ibu rumah tangga adalah sampah dari botol plastik. Usaha kerajinan botol plastik dapat di jadikan usaha sampingan untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga, jika dilakukan dengan fokus, punya rencana, target, waktu, dan komitmen untuk menjalaninya. Kerajinan dari sampah botol plastik bisa dijadikan usaha rumahan, dari kesederhanaan usaha rumahan, kerajinan dari botol plastik bekas ini akan memberikan kelebihan, baik berupa perekonomian, karya seni, penciptaan lapangan kerja, dan mengurangi sampah yang menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA).
Analisis kemampuan bawahan sebagai berikut :
1. Mengenalkan usaha rumahan kerajinan botol platik
a)Mengenal apa itu usaha rumahan
b)Menjelaskan bahwa usaha rumahan dapat menambah perekonomian keluarga.
2. Mengenalkan panduan dasar tentang kerajinan dari botol plastik
a) Mengenalkan apa itu botol plastik
b) Mengenalkan contoh kerajinan hasil dari botol plastik
c) Mengenalkan jenis botol yang dapat di gunakan
d) Mengenalkan biaya awal yang di butuhkan
e) Mengenalkan alat bantu yang di perlukan
f) Mengenalkan bahan-bahan utama yang di butuhkan
3. Menjelaskna proses pembuatan kerajinan dari botol plastik
a) Menjelaskan cara membersihkan botol plastik
b) Menjelaskan pembuatan pola
c) Menjelaskan cara menggunting botol plastik
d) Menjelaskan cara membuat lubang di botol plastic
4. Membuat assesories
a) Membuat kotak tisu
b) Membuat mobil-mobilan
c) Membuat tempat pensil dan pena
d) Membuat boneka
e) Membuat sarang lampu
f) Membuat tas/ dompet
5. Perhitungan keuntungan usaha
a) Kebutuhan dasar
b) Bahan untuk kerajinan botol plastik
c) Bahan penunjang
d) Biaya lain-lain
e) Menghitung pendapatan
f) Menghitung laba rugi
6. Pemasaran kerajinan dari botol plastik
a) Mengetahui tempat lokasi pasar-pasar
b) Mengenal strategi pemasaran
c) Mempromosikan
d) Memasarkan hasil kerajinan
7. Kepuasan pribadi
a) Mengisi waktu luang dengan hal yang positif
b) Menumbuhkan motivasi diri
c) Menumbuhkan sikap wirausaha dalam diri
d) Memberikan pelayanan dengan baik kepada konsumen
e) Membuka lapangan kerja
f) Menjadi menager dalam usaha sendiri
g) Menggali potensi diri dengan sarana sederhana dan modal yang kecil
Tabel daftar kemampuan bawahan
No Kemampuan Bawahan Domain
Kognitif Afektif Psikomotor
1 Mengenal kerajinan botol plastik
a)Mengenal usaha rumahan
b)Menjelaskan perekonomian keluarga.
2 Mengenalkan kerajinan botol
a)Mengenalkan botol plastik
b)contoh kerajinan botol plastik
c)Mengenalkan jenis botol
d)Mengenalkan biaya awal
e)Mengenalkan alat bantu
f)Mengenalkan bahan utama
3 Menjelaskna Proses pembuatan
a) cara membersihkan botol
b) Menjelaskan pembuatan pola
c) cara menggunting botol plastik
d)cara membuat lubang di botol
4 Membuat assesories
a) Membuat kotak tisu
b) Membuat mobil-mobilan
c) Membuat tempat pensil/pena
d) Membuat boneka
e) Membuat sarang lampu
f) Membuat tas/ dompet
5 Perhitungan keuntungan usaha
a) Kebutuhan dasar
b) Bahan kerajinan botol plastik
c) Bahan penunjang
d) Biaya lain-lain
e) Menghitung pendapatan
f) Menghitung laba rugi
6 Pemasaran kerajinan
a) Mengetahui lokasi pasar
b) Mengenal strategi pemasaran
c) Mempromosikan
d) Memasarkan hasil kerajinan
7 Kepuasan pribadi
a) Mengisi waktu positif
b) Menumbuhkan motivasi diri
c) Menumbuhkan wirausaha
d) Memberi pelayanan konsumen
e) Membuka lapangan kerja
f) Menjadi menager sendiri
g) Menggali potensi diri
Rabu, 03 Oktober 2012
Kreatifitas Guru Pada Proses Pembelajaran
KREATIFITAS GURU PADA PROSES PEMBELAJARAN
Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah
Penulisan Karya Ilmiah
Dosen Pembimbing : Dr. Hermah Budiyono. M.Pd
Oleh
Satriyo Pamungkas
Megister Teknologi Pendidikan
Universitas Jambi
Tahun 2012/2013
TOPIK
KREATIFITAS GURU PADA PROSES PEMBELAJARAN
TESIS : Karena guru harus memiliki kreatifitas dalam menyampaikan materi pembelajaran, maka perlu adanya penyampaian materi dengan berbagai macam model-model dan media pembelajaran. Hal ini dilakukan agar penyajian materi yang dilakukan oleh guru lebih menarik serta membuat siswa dapat memahami isi dari materi yang akan di sampaikan dengan baik.
RUMUSAN MASALAH : Bagaimana menjadi guru yang mempunyai kreatifitas pada saat proses pembelajaran ?
TUJUAN: Menjelaskan model pembelajran dan media pembelajaran agar guru menjadi kreatif dan professional saat melaksanakan pengajaran.
KERANGKA :Landasan hukum kreatifitas
Teori Kreatifitas
Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran
Media Pembelajaran
Pendekatan Sistem Dalam Model Pembelajaran Yang Berhasil
Peran Kreatifitas Guru Dalam Pembelajaran Yang Berhasil
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Pemilihan Topik
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………… 1
A. Latar Belakang………………………………………………. 1
B. Rumusan Masalah…………………………………………… 4
C. Tujuan Penulisan……………………………………………. 4
BAB II PEMBAHASAN……………………………………….............. 5
A. Landasan Teoritis kreatifitas………………………………. 5
B. Defenisi Kreatifitas…………………………………………… 5
C. Teori Kreatifitas……………………………………………….. 10
D. Defenisi Pendidikan………………………………………….. 14
E. Fungsi Pendidikan……………………………………………. 14
F. Defenisi Pembelajaran……………………………………….. 15
G. Tujuan Belajar Dan Pembelajaran………………………... 15
H. Ciri-ciri Belajar…………………………………………………. 16
I. Landasan Teoritis Penggunaan Media…………………….. 17
J. Defenisi Media………………………………………………….. 18
K. Penggunaan Media……………………………………………. 18
L. Kreatifitas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar……… 21
M. Metode Pendukung Pembelajaran Kreatifitas Guru…. 22
N. Ciri Pengembangan Model Pembelajaran………………. 23
O.Pendekatan Sistem Dalam Model Pembelajaran
Yang Berhasil…………………………………………………... 23
P. Peran Kreatifitas Guru Dalam Pembelajaran
Yang Berhasil………………………………………………….. 24
BAB III KESIMPULAN……………………………………………………. 25
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajaran yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu menfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui prosesbelajar. Desain belajar yang baik, ditunjang fasilitas yang memadai, ditambah dengan kretifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
Pembelajaran dengan pilihan-pilihan merupakan pembelajaran trend di abad-abad sekarang, yaitu banyaknya pilihan-pilihan tempat pembelajaran, model dan berbagai macam media pembelajaran yang banyak bermunculan. Pembelajaran dengan pilihan akan membuat soerang guru mampu menjadi seorang guru menjadi kreatif dalam pembelajaran (Sukamto. 1999).
Kegagalan pendidikan bukan diakibatkan oleh kurikulum tetapi kurangnya kemampuan profesionalisme guru dan keengganan belajar siswa. Kretifitas sebagai penunjang kelancaran guru dalam melaksanakan tugasnya, sangat dipengaruhi oleh dua faktor besar yaitu faktor internal yang meliputi minat dan bakat dan faktor eksternal yaitu berkaitan dengan lingkungan sekitar, saranag dan prasarana, serta berbagai latihan yang dilakukan guru (Sumargi. 1999 : 67).
Menurut Gagne & Briggs, yang penting dalam mengajar bukanlah upaya guru untuk menyampaikan bahan, melainkan mengupayakan agar siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. Ini berarti bahwa upaya guru hanya merupakan serangkaian peristiwa yang dapat mempengaruhi siswa untuk belajar. Dengan demikian, peranan guru berubah bukan saja sebagai penyampaian informasi ( informatory ). Melainkan juga bertindak sebagai stimulator bagi terjadinya proses belajar-mengajar (Subana : 2009 : 14).
Apa yang terjadi dalam mengajar itu, mengajar terdiri atas sejumlah kejadian tertentu yaitu, membangkitkan dan memelihara perhatian, menjelaskan hasil yang diharapkan setelah belajar, merangsang siswa untuk mengingat kembali konsep, menyajikan stimuli yang berkenaan dengan bahan, memberikan bimbingan dalam proses belajar, memberikan feedback, menilai hasil belajar, mengusahakan transfer dengan memberikan contoh-contoh, dan memantapkan apa yang terjadi dengan latihan. (Nasution, 1982)
Seorang guru harus memiliki kemampuan yang baik dan maksimal dalam menjalankan pekerjaan. Kemempuan itu dapat dilihat dari kesanggupan menjalankan peranannya sebagai guru, pengajar, pembimbing, dan administrator. Untuk mencapai itu, seorang guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran dan menyesuaikan penggunaan media dan model pembelajaran yang tepat. Maka dari itu, media tidak lagi dipandang sebagai alat bantu belaka bagi guru untuk mengajar, tetapi sebagai alat penyalur pesan atau pemberi pesan. (Rajuli, 2012:2)
Model Pembelajaran merupakan pedoman bagi guru dan siswa untuk mencapai tujuan belajar. Dalam model pelajaran itu dikemukakan tujuan pengajaran yang harus dicapai siswa. Isi dari model pengajaran yang luas yang dapat digunakan guru untuk mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan. Dengan demikian, pengajaran menjadi suatu yang ilmiah, terkontrol dan terarah pada tujuan. (Sabana, 2009)
Media pembelajaran merupakan alat yang membantu guru dalam kegiatan belajar-mengajar dalam kegiatan belajar-mengajar. Selain itu, media dapat memberikan motivasi pengalaman lebih kongret, dan meningkatkan kreatifitas guru dan siswa dalam pembelajaran. Maka dari itu, seorang guru harus dapat menentukan media yang paling tepat untuk digunakan dalam pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan tidak semua media dapat digunakan dalam pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan tidak semua media dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam pembelajaran.
Menurut Dr. Nana Sudjana (1988 : 62) dengan adanya perubahan yang menyeluruh mengenai teknologi pengajaran termasuk model-model pendukungnya melahirkan konsep-konsep baru. Yaitu, yang semula bertitik tolak dari benda, penghayatan, kekongkretan, kemudian dengan konsep proses. Konsep proses ini menegaskan bahwa hubungan antara peristiwa-peristiwa didalam kegiatan pengajaran itu dinamis dan berkesinambungan.
B. Rumusan Masalah
Dari apa yang telah dijelaskan pada latar belakang maka dapat di rumuskan masalah bagaimana menjadi guru yang mempunyai kreatifitas pada saat proses pembelajaran.
C. Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan model-model pembelajaran dan media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru sebagai wujud dari kreatifitas seorang guru yang professional.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Landasan Teoritis Kreatifitas
Berdasarkan ketetapan MPR RI Nomor VI tahun 2001 tentang etika kehidupan berbangsa, pada butir kelima mengenai etika keilmuan dimana untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya, berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemuslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa, cipta, dan karya, yang tercermin dalam prilaku kreatif, inovatif, inventif, dan komunikatif, dalam kegiatan membaca, belajar, meneliti, menulis, berkarya, serta menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Etika keilmuan menegaskan petingnya budaya kerja keras dengan menghargai dan memanfaatkan waktu, disiplin dalam berfikir dan berbuat, serta menempati janji dan komitmen diri untuk mencapai hasil yang terbaik. Disamping itu, etika ini mendorong tumbuhnya kemampuan menghadapi hambatan, rintangan dan tantangan dalam kehidupan, mampu mengubah tantangan menjadi peluang, mampu menumbuhkan kreatifitas untuk mencapai kesempatan baru, dan tahan uji serta pantang menyerah. ( MPR RI, 2003: 97 )
B. DEFENISI KREATIFITAS
Definisi kreativitas tergantung pada segi penekanannya, kreativitas dapat didefinisikan kedalam empat jenis dimensi sebagai Four P’s Creativity, yaitu dimensi Person, Proses, Press dan Product sebagai berikut :
1. Definisi kreativitas dalam dimensi Person
Definisi pada dimensi person adalah upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat disebut kreatif.
“Creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people” (Guilford, 1950) “Creative action is an imposing of one’s own whole personality on the environment in an unique and characteristic way” (Hulbeck, 1945) Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan atau kecakapan yang ada dalam diri seseorang, hal ini erat kaitannya dengan bakat. Sedangkan Hulbeck menerangkan bahwa tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Definisi kreativitas dari dua pakar diatas lebih berfokus pada segi pribadi.
2. Kreativitas dalam dimensi Proses
Definisi pada dimensi proses upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik atau kreatif.
“Creativity is a process that manifest in self in fluency, in flexibility as well in originality of thinking” Utami Munandar menerangkan bahwa kreativitas adalah sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibititas), dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci), suatu gagasan. Pada definisi ini lebih menekankan pada aspek proses perubahan (inovasi dan variasi). Selain pendapat yang diuraikan diatas ada pendapat lain yang menyebutkan proses terbentuknya kreativitas sebagai berikut :
Wallas mengemukakan empat tahap dalam proses kreatif yaitu :
Tahap Persiapan; adalah tahap pengumpulan informasi atau data sebagai bahan untuk memecahkan masalah. Dalam tahap ini terjadi percobaan-percobaan atas dasar berbagai pemikiran kemungkinan pemecahan masalah yang dialami. Inkubasi; adalah tahap dieraminya proses pemecahan masalah dalam alam prasadar. Tahap ini berlangsung dalan waktu yang tidak menentu, bisa lama (berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun), dan bisa juga hanya sebentar (hanya beberapa jam, menit bahkan detik). Dalam tahap ini ada kemungkinan terjadi proses pelupaan terhadap konteksnya, dan akan teringat kembali pada akhir tahap pengeraman dan munculnya tahap berikutnya.
Tahap Iluminasi; adalah tahap munculnya inspirasi atau gagasan-gagasan untuk memecahkan masalah. Dalam tahap ini muncul bentuk-bentuk cetusan spontan, seperti dilukiskan oleh Kohler dengan kata-kata now, I see itu yang kurang lebihnya berarti “oh ya”. Tahap Verifikasi; adalah tahap munculnya aktivitas evaluasi tarhadap gagasan secara kritis, yang sudah mulai dicocokkan dengan keadaan nyata atau kondisi realita.
Dari dua pendapat ahli diatas memandang kreativitas sebagai sebuah proses yang terjadi didalam otak manusia dalam menemukan dan mengembangkan sebuah gagasan baru yang lebih inovatif dan variatif (divergensi berpikir).
3. Definisi Kreativitas dalam dimensi Press,
Definisi dan pendekatan kreativitas yang menekankan faktor press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif, maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis. Definisi Simpson (1982), merujuk pada aspek dorongan internal dengan rumusannya sebagai berikut :
“The initiative that one manifests by his power to break away from the usual sequence of thought” Mengenai “press” dari lingkungan, ada lingkungan yang menghargai imajinasi dan fantasi, dan menekankan kreativitas serta inovasi. Kreativitas juga kurang berkembang dalam kebudayaan yang terlalu menekankan tradisi, dan kurang terbukanya terhadap perubahan atau perkembangan baru. (Munandar, 1999 )
4. Definisi Kreativitas dalam dimensi Product
Definisi pada dimensi produk merupakan upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang inovatif.
“Creativity is the ability to bring something new into existence” Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan pada orisinalitas, seperti yang dikemukakan oleh Baron (1969) yang menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru. Begitu pula menurut Haefele (1962) dalam Munandar, 1999; yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Dari dua definisi ini maka kreatifitas tidak hanya membuat sesuatu yang baru tetapi mungkin saja kombinasi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.
Dari berbagai pengertian yang dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan makna dari kreativitas yang dikaji dari empat dimensi yang memberikan definisi saling melengkapi. Untuk itu kita dapat membuat berbagai kesimpulan mengenai definisi tentang kreativitas dengan acuan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli.
Dari beberapa uraian mengenai definisi kreativitas yang dikemukakan diatas peneliti menyimpulkan bahwa : “Kreativitas adalah proses konstruksi ide yang orisinil (asli), bermanfaat, variatif (bernilai seni) dan inovatif (berbeda/lebih baik)”.
C. Teori Kreatifitas
Teori yang melandasi pengembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi Tiga, yaitu: Teori Psikoanalisis, Teori Humanistik, Teori Cziksentmihalyi
1.Teori Psikoanalisis
Pribadi kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma. Teori ini terdiri dari:
a. Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
Macam mekanisme pertahanan:
- Represi - regresi
- Konpensasi - Proyeksi
- Sublimasi - Pembentukan reaksi
- Rasionalisasi - Pemindahan
- Identifikasi - Kompartementalisasi
- Introjeksi
b. Teori Ernst Kris
Erns Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar. Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bias “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat mempertahankan “sikap bermain” mengenai masala-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka m ampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)
c. Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.
2.Teori Humanistik
Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Teori Humanistik meliputi:
a. Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan, Kebutuhan tersebut adalah:
1. Kebutuhan fisik/biologis
2. Kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
4. Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
5. Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
6. Kebutuhan estetika
7. Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki.
Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight).
b. Teori Rogers
Tiga kondisi internal dari pribadi kreatif, yaitu:
1. Keterbukaan terhadap pengalaman
2. Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
3. Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.( Winn, W, 1978:35 )
Apabila seseorang memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.
3. Teori Cziksentmihalyi
Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik. Minat pada usia dini pada ranah tertentu
Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas. Akses terhadap suatu bidang Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat. ( Winn, W, 1978:38 ). Access to a field, Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari orang-orang penting. Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapau tujuannya. ( Munandar, 2000 )
D. Defenisi Pendidikan
Pendidikan pada dasarnya adalah pengembangan pancadaya mengacu kepada hakikat manusia dalam bingkai dimensi kemanusiaan yang semuanya itu terkandung manusia. ( Prayitno, 2011:67 )
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
E. Fungsi Pendidikan
Menurut Horton dan Hunt dalam Wikipedia Indonesia, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
1.Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
2.Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
3.Melestarikan kebudayaan.
4.Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
F. Defenisi Pembelajaran
Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan prilaku kearah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu, maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. (Mulyasa, 2002:100)
Interkasi antara peserta didik dengan lingkungannya, dimana dapa di artikan bahwa tugas guru yang paling utama mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan prilaku bagi peserta didik.
G. Tujuan Belajar Dan Pembelajara
Guru sebagai salah satu unsur pendidik harus memiliki kemampuan memahami bagaimana peserta didik belajar dan kemampuan mengorganisasikan proses belajar yang mampu mengembangkan kemampuan dan bentuk watak peserta didik.
Belajar dan pembelajaran satu sama lain memiliki keterkaitan substantif dan fungsional. Keterkaitan substantif belajar dan pembelajaran terletak pada simpulan terjadinya perubahan prilaku dalam diri individu. Sementara keterkaitan fungsional pembelajaran dan belajar adalah bahwa pembelajaran sengaja dilakukan untuk menghasilkan proses belajar atau dengan kata lain belajar merupakan parameter pembelajaran. Tujuan dari belajar adalah untuk memperoleh hasil belajar dan penggalaman hidup, sedangkan tujuan dari pembelajaran adalah untuk mengembangkan kemampuan, membangun watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Walaupun belajar dan pembelajaran memiliki keterkaitan demikian, perlu di ingat bahwa tidak semua proses belajar merupakan pembelajaran. Oleh sebab itu dapat pula di katakan bahwa belajar bersifat internal atau individu. Sedangkan pembelajaran bersifat publik. (Winataputra, 2008:10)
Sehubung dengan itu sebagai calon pendidik yang baik hendaknya memahami dan menerapkan konsep dasar belajar dan pembelajaran serta tujuan dari belajar dan pembelajaran sehingga peserta didik dapat belajar dalam kondisi pembelajaran yang efektif.
H. Ciri Ciri Belajar
Tidak semua perubahan yang terjadi pada peserta didik terjadi karena adanya proses belajar. Jika demikian, apakah ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar ? beriku ini akan di jelaskan cirri-ciri perubahan yang di hasilkan dari proses belajar :
1. Perubahan terjadi secara sadar
Ini berarti bahwa seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya ia merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya.
2. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional
Sebagai hasil belaja, perubahan yang terjadi dalam diri seseorang berlangsung secara berkesinambungan, tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikunya.
3. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperolah sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian makin banyak usaha belajar itu dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang di peroleh.
4. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
Perubahn yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap.
5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itutertjadi karena ada tujuan yang akan di capai. Perbuatan belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar di sadari.
6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya dia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, perubahan, dan sebagainya (Slameto, 2010:3)
F. Landasan Teoritis Penggunaan Media Pendidikan
Menurut Bruner (1966: 10-11) ada tiga tingkatan utama modus belajar, (1) pengalaman langsung (enactive), pengalaman gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic). Levie & Levie (1975) memberikan kesimpulah bahwa melalui stimulus gambar dan stimulus kata atau visual dan verbal membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas seperti menginggat, mengenali, dan menginggat kembali serta menghubung-hubungkan fakta dan konsep. Hal ini memberi dukungan atas konsep dual coding hypothesis (hipotesis koding ganda) dari Paivio (1971) yang mengatakan bahwa ada dua sistem ingtan manusia, satu untuk menggelola simbol-simbol verbal kemudian menyimpanya dalam bentuk proposi image, dan yang lainnya untuk mengelola image nonverbal yang kemudia disimpan dalam bentuk proporsi verbal. (Arsyad, 2008:7-9)
G. Defenisi Media
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ”tengah”, ”perantara”, atau”pengantar”. Dalam bahasa Arab, Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Sedangkan Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang mebangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. (Arsyad, 2008:3)
H. Penggunaan Media
Salah satu cirri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa, oleh karena itu perlu dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan belajar. Berikut ini akan diuraikan penggunaan dan pengembangan media pembelajaran yang mengikuti taksonomi Leshin (1992) yaitu media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kelompok, dan lain-lain).
a. Media Berbasis Manusia
Media ini merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirim dan mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan belajar siswa.
b. Media Berbasis Cetakan
Pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Media berbasis cetakan akan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong. (Arsyad, 2008:87)
c. Media Berbasis Visual
Menurut Dr. Nana Sudjana ( 2007: 57 ) Pengajaran berbasis visual adalah setiap gambar, model, benda atau alat-alat lain yang memberikan pengalaman visual yang nyata kepada siswa. Pengajaran visual didasarkan atas asumsi bahwa pengertian-pengertian yang abstrak dapat di sajikan lebih kongret. Alat bantu visual itu bertujuan untuk :
a. Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas pengertian atau konsep yang abstrak kepada siswa.
b. Mengembangkan sikap-sikap yang dikehendaki.
c. Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut
Sementara menurut Arsyad (2008:87) bentuk dari visual berupa, (a) gambar representasi seperti lukisan atau foto yang menunjukan bagaimana tampaknya suatu benda, (b) digram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi konsep, (c) peta yang menunjukan hubungan-hubungan ruang antara unsure-unsur dalam isi materi, (d) grafik seperti tabel, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan gambaran data atau antarhubungan seperangkat gambar atau angka-angka.
Sama seperti media pengajaran lainya, model visual juga mempunyai kelemahan. Menurut Sudarwo ( 1988 : 54 ) kelemahan dari visual ini adalah guru atau pelatih menyerahkan begitu saja pengawasan terhadap kelasnya selama penyajian visual berlangsung, selanjutnya visual hanya bisa diperagakan dengan peralatan yang cocok. Disamping itu penggunaannya mempunyai implikasi dengan biaya.
d. Media Berbasis Audiovisual
Penggunaan media ini yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audiovisual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memerlukan persiapan yang banyak rancangan dan penelitian.
e. Media Berbasis Komputer
Dewasa ini computer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Penggunaan computer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses intruksional sebagai berikut, (1) merencanakan, mengatur, dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pelajaran, (2) mengevaluasi siswa, (3) mengumpulkan data mengenai siswa, (4) melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran, (5) membuat catatan perkembangan pembelajaran.
f. Media Berbasis Perpustakaan
Dalam dua dekade terakhir ini perpustakaan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah. Perpustakaan merupakan pusat akademis. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa barang cetakan seperti buku, majalah/jurnal ilmiah, peta, surat kabar, karya-karya tulis, serta bahan-bahan non-cetakan seperti, Micro-fish, micro-film, foto-foto, film, kaset audio/video, lagu dalam piringan hitam, rekaman pidato(documenter), dan lain-lain. oleh karena itu perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pada umumnya untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang keilmuanbaik untuk tujuan akademismaupun untuk reaksi. Bahan-bahan itu dapat dikelompokan ke dalam tiga jenis, (1) referensi, (2) reserve, (3) pinjaman. (Arsyad, 2008:102)
L. Kreatifitas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar
Pendapat yang menyatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan, sudah ditinggalkan oleh banyak orang. Kini, mengajar dimaknai sebagai perbuatan yang kompleks, yaitu penggunaan secara integrative sejumlah keterampilan untuk menyampaikan pesan. Guru yang professional adalah guru yang dapat melakukan tugas mengajarnya dengan baik. Dalam mengajar di perlukan keterampilan atau kreativitas yang dibutuhkan untuk kelancaran proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. (Syaifudin, Udin, 2011:55)
M. Metode Pendukung Pembelajaran Kreatifitas Guru
Berbicara tentang metode pembelajaran, kita akan di ingatkan tentang bagaimana bagaimana menempatkan posisi diri yang tepat sebagai seorang guru di tengah pembelajaran di kelas. Berikut akan disajikan beberapa metode yang paling banyak memberikan keefektifan dan keberhasilan guru dalam mengajar. Seperti berikut :
a. Metode Ceramah
Metode ceramah merupakan metode tradisional untuk mengajar orang dewasa. Pada hakikatnya di sampaikan dengan bentuk dan gaya otokratis. Metode ini gampang dijalnkan. Karena penceramah hanya menyampaikan informasi. Biasanya pelajar tidak mempunyai banyak kesempatan untuk member tanggapan, pertanyaan dan komentar biasanya baru dapat dilaksanakan setelah ceramah berakhir. Oleh sebab itu, siswa menjadi peserta pasif, dan penceramah tidak banyak mendapatkan umpan balik.
b. Metode Demontrasi
Pelajaran menuru metode demontrasi ini terdiri dari tiga tahap, (1) tahap pertama dimana member ceramah singkat untuk menerangkan tujuan belajar, (2) tahap pengembangan, dimana terjadi tanya jawab dan aktifitas-aktifitas lain, (3) tahap konsolidasi, dimana bahan pelajaran ditinjau kembali, direvisi, dan di tes. Metode ini dipakai untuk mencapai tujuan kognitif dan psikomotorik.
c. Metode Diskusi
Metode diskusi kelompok tidak ada defenisi yang tepat. Pada hakekatnya metode ini berpusat pada pelajar, akan tetapi diskusi dapat berpariasi dari diskusi yang tidak terstruktur sampai kepada situasi yang terstruktur, dimana guru bertindak dengan tegas dan secara otokratis, metode diskusi ini selalu berkisar kepada suatu persoalan.
d. Metode Tutorial
Pada umumnya tutorial dipandang sebagai salah satu usaha pendidikan yang paling bernilai. Namun demikian, strategi ini praktis tidak dapat perhatian dari para peneliti.
e. Metode Brain Storming
Metode ini dianggap lemah. Strategi ini berdasrkan pendapat bahwa sekelompok manusia dapat mengajukan usul lebih banyak dari anggotanya masing-masing. ( Mukhtar, 2001: 45)
N. Ciri Pengembangan Model Pembelajaran
Masing-masing metode mempunyai cirri-ciri yang spesifik. Model pengemabngan pada produk cirri-cirinya adalah, (1) Melibatkan beberapa sumber, (2) Tujuan Intruksional secara persial sudah ditentukan, (3) tujuan produksi adalah untuk menghasilkan satu (master produk) dan kalau memungkinkan diperbanyak menjadi beberapa salina program.
O. Pendekatan Sistem Dalam Model Pembelajaran Yang Berhasil
Sebelum menyusun perencanaan pembelajaran, terlebih dahulu perlu mengenali kedudukan sistem pembelajaran yang ada disekolah. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar guru memperoleh informasi yang relevan tentang semua komponen sistem pembelajaran yang ada, yang pada gilirannya dijadikan sebagai bahan untuk merancang sistem pembelajaran yang lebih baru. Usaha pengenalan dapat dilakukan dengan tiga cara, (1) melakukan observasi langsung ke sekolah, (2) melakukan studi kajian terhadap tiap komponen sistem pembelajaran, (3) pendalaman, penguatan, dan perluasan dengan mempelajari berbagai teori yang relevan. (Mukhtar, 2001: 76)
P. Peran Kreatifitas Guru Dalam Pembelajaran Yang Berhasil
Dalam arti luas, guru mengemban peranan-peranan sebagai ukuran kognitif, sebagai agen moral, sebagai innovator dan kooperator (W. Taylor, 1978). Guru sebagai ukuran kognitif adalah mewariskan pengetahuan dan berbagai keterampilan kepada generasi muda. Hal-hal yang diwariskan itu sudah tentu harus sesuai dengan ukuran-ukuran yang telah ditentukan oleh masyarakat dan merupakan gambaran tentang keadaan sosial ekonomi dan politik masyarakat bersangkutan. Karena itu guru harus memiliki kreatifitas yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya, sehingga materi yang akan disampaikan kepada siswa lebih menarik bagi siswa untuk belajar secara berkesinambungan.
Peranan guru sebagai fasilitator belajar bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Implikasinya terjadi pada tugas dan tanggung jawab, dimana guru mengemban peranan dalam proses kelompok, memberikan penyuluhan, dan kreatifitas belajar siswa, guru sebagai perencana berkewajiban mengembangkan tujuan-tujuan pendidikan menjadi rencana-rencana yang operasional, guru sebagai pemimpin dalam kelas sekaligus sebagai anggota kelompok-kelompok dari siswa, guru sebagai petunjuk jalan kepada sumber-sumber, dan guru sebagai pendiagnosa kemajuan belajar siswa, peranan ini erat kaitannya dengan tugas mengevaluasi kemajuan belajar siswa. (Mukhtar, 2001:82-86)
Dengan apa yang telah dijelaskan diatas peranan guru sangat besar untuk keberhasilan siswa dalam proses belajar, oleh karena itu seorang guru harus memiliki kreatifitas untuk merancang pembelajaran agar lebih menarik siswa sehingga akan menghasilkan hasil belajar yang memuaskan bagi kedua belah pihak yaitu guru dan siswa.
BAB III
KESIMPULAN
Dari apa yang telah dibahas di bab-bab di atas mengenaii kretifitas guru dalam pembelajaran sangat diperlukan agar memperoleh hasil yang baik. Adanaya berbagai metode dan media pembelajaran yang ada seharusnya hal ini dimanfaatkan oleh guru agar pembelajaran dapat lebih menarik dan meningkatkan pemahaman siswa secara kongret sehingga para siswa dapat mengimplementasikannya di dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkungan masyarakat serta akan menciptakan manusia yang mempunyai wawasan dan penuh kreatifitas sehingga dapat membangun bangsa Indonesia lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Subana. 2009.Strategi Belajar Mengajar. Pustaka Setia Bandung.
H.A. Tilaar. 1999. Profesionalisme Guru Abad 21. Makalah Seminar Nasional Temu Lembaga Penelitian, IKIP Yogyakarta.
Semiawan. 1991. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad XXI. Jakarta: Grasindo.
Rajuli, Muhammad. 2012. Problematika Pembelajaran. Unbbari.
Kontowijoyo. 1996. Pengantar Ilmu Sejarah. Bentang.
Arends Richard I. 2007. Learning To Teach. Terjemahan: Helly Prayitno S dan Sri Mulyani S, 2008 Edisi I. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Sudjana, Nana. 2007. Teknologi Pengajaran. Sinar Baru Algensindo
MPR RI. 2003. Himpunan Ketetapan MPRS dan MPR RI Berdasarkan Ketetapan MPR RI Nomor I/MPR/2003 Pasal 2 Dan 4. MPR RI
Winn,W. 1978. Media, Mental Imagery, and Memory. ACTJ vol 28 No. 4 Winter 1978. Terjemahan ali. Rieneka Cipta.
Saud, Udin Syaefudin. 2011. Pengembangan Profesi Guru. Bandung; Alfabeta
Mulyasa. E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. PT Remaja Rosdakarya Bandung.
Winataputra, dkk. 2008. Belajar Dan Pembelajaran. PT Rienaka Cipta
Slameto. 2002. Belajar; Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rieneka Cipta
Kamis, 06 September 2012
konsep belajar dan pembelajar
KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
BAB I
PENDAHULUAN
Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang banyak sekali baik sifat maupun jenisnya karena itu sudah tentu tidak semua perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar. Kalau tangang seorang anak bengkok karena tertabrak mobil, perubahan semacam itu tidak dapat di golongkan dalam arti belajar. Demikian pula perubahan tingkah laku seseorang yang berada dalam aspek – aspek kematangan, pertumbuhan, dan perkembangan tidak termasuk perubahan dalam pengertian belajar.
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.
Peserta didik adalah manusia yang identitas insaninya sebagai subjek berkesadaran perlu di bela dan di tegakkan, hal itu hanya dapat dicapai lewat proses pendidikan bebas dengan metode pembelajaran aksi dioalog. Penataan kondisi bukan sebagai penyebab terjadinya belajar, tetapi sekedar memudahkan belajar. Keaktifan siswa menjadi unsure sangat penting dalam menentukan kesuksesan belajar. Aktifitas mandiri adalah jaminan untuk mencapai hasil yang sejati.
Sekarang timbul pertanyaan apakah konsep belajar itu sebenarnya ? samakah belajar dengan latihan, dengan menghafal, dengan pengumpul fakta, dan studi ? tentu saja terhadap pertanyaan tersebut banyak pendapat yang mungkin satu sama lain berbeda.
BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
2.1. Defenisi Belajar
Menurut Slameto belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Menurut Thorndike belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat di tangkap melalui alat indera. Sedangkanj respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/ tindakan.
Sementara menurut Watson belajar adalah proses interkasi antara stimulus dan respon. Hal ini sama seperti defenisi belajar menuru Thorndike, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat di amati ( observable )dan dapat di ukur.
Gagne mengajukan dua definisi belajar. Pertama, menurutnya belajar ialah suatu proses untuki memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, dan tingkah laku. Kedua, belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari intruksi.
Dari beberapa defenisi belajar yang telah di uraikan maka dapatlah di ambil kesimpulan. Belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon yang di usahakan oleh seseorang agar memperoleh perubahan tingkah laku, pikiran, perasaan, atau gerakan yang dapat di amati.
2.2. Defenisi Pembelajaran
Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan prilaku kea rah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu, maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan.
Interkasi antara peserta didik dengan lingkungannya, dimana dapa di artikan bahwa tugas guru yang paling utama mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan prilaku bagi peserta didik.
2.3 Tujuan Belajar Dan Pembelajara
2.4. Ciri Ciri Belajar
Tidak semua perubahan yang terjadi pada peserta didik terjadi karena adanya proses belajar. Jika demikian, apakah ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar ? beriku ini akan di jelaskan cirri-ciri perubahan yang di hasilkan dari proses belajar :
1. Perubahan terjadi secara sadar
Ini berarti bahwa seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya ia merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya.
2. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional
Sebagai hasil belaja, perubahan yang terjadi dalam diri seseorang berlangsung secara berkesinambungan, tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikunya.
3. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperolah sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian makin banyak usaha belajar itu dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang di peroleh.
4. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
Perubahn yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap.
5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itutertjadi karena ada tujuan yang akan di capai. Perbuatan belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar di sadari.
6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya dia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, perubahan, dan sebagainya.
2.5. Hakekat Teori- Teori Belajar Dan Pembelajaran
Sebetulnya berbagai teori belajar misalnya yang berdasarkan pada ilmu jiwa daya, tanggapan, asosiasi, trial dan error, Gestalt, Behaviorist, dan lain-lain. namun dalam uraian berikut ini dibatasi hanya yang sekiranya relevan dengan kebutuhan kita :
1. Teori Gestalt
Teori ini dikemukan oleh Koffka dan Kohler dari Jerman. Menurutnya hukum yang berlaku pada pengamatan adalah sama dengan hukum dalam belajar. Jadi menurut Koffa dan Kohler dalam belajar yang penting adalah adanya penyesuaian pertama yaitu memperoleh response yang tepat untuk memecahkan problem yang di hadapi. Belajar yang terpenting bukan mengulangi hal-hal yang harus dipelajari, tetapi mengerti atau memperoleh insight.
2. Teori J. Bruner
Kata Bruner belajar tidak untuk mengubah tingkah laku seseorang tetapi untuk mengubah kurikulum sekolah menjadi sedemikian rupa sehinngga siswa dapat belajar lebih banyak dan mudah. Di dalam proses belajar Bruner mementingkan partisipasi aktif dari setiap siswa, dan mengenal lebih baik adanya perbedaan kemampuan. Untuk meningkatkan belajar perlu lingkungan yang dinamakan “ discovery learning environtment “ ialah lingkungan dimana siswa dapat melakukan eksplorasi, penemuan-penemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui.
Dari pendapat Burner di atas dimana dapat di tarik sebuah generalisasi yang mana sekolah alangkah baiknya bila dapat menyediakan kesempatan bagi siswa untuk maju dengan cepat sesuai dengan kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu.
3. Teori Piaget
Perlu diketahui menurut Piaget proses belajar akan mengahsilkan perkembangan intelektuan yang terjadi secara sederhana seperti melihat, menyentuh, meyebut nama benda dan sebagainya, dan adaptasi yaitu suatu rangkaian perubahan yang terjadi pada tiap individu sebagai hasil interaksi dengan dunia sekitarnya.
4. Teori Purpeseful Learning
Purspeseful Learning adalah belajar yang dilakukan dengan sadar untuk mencapai tujuan yang :
1. dilakukan siswa sendiri tanpan perintah atau bimbingan orang lain
2. dilakukan siswa dengan bimbingan orang lain didalam situasi belajar-mengajar di sekolah.
5. Teori Clark Hull
Clark hull juga menggunakan variable antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian tentang belajar. Namun ia sangat terpengaruh oleh teori evolusi yang di kembangkan oleh Charles Darwin. Bagi hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Oleh sebab itu, toeri Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya.
6. Teori Edwin Guthrie
Demikian juga dengan Edwin, ia juga menggunakan variable hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan tertajdinya proses belajar. Namun ia mengemukakan bahwa stimulus tidak harus berhubungan dengan kebutuhan atau pemuasan biologis sebagaimana yang dijelaskan oleh Clark dan Hull. Dijelaskan bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifat sementara, noleh sebab itu dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat lebih tetap. Ia juga mengemukakan, agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap, maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. Edwin juga percaya bahwa hukuman ( Punishment ) memegang peranan penting dalam proses belajar.
7. Teori Skiner
Menurutnya Skinner, hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dalam lingkungannya yang kemudian akan menimbulkan perubahn tingkah laku, tidaklah sederhana yang digambarkan oleh para tokoh sebelumnya. Dikatakannya respon yang diberikan oleh seorang siswa tidaklah sederhana itu. Sebab, pada dasarnya stimulus-stimulus yang diberikan kepada seseorang akan saling berinteraksi dan interkasi antara stimulus-stimuluis tersebut akan mempengaruhi bentuk respon yang akan diberikan. Oleh sebab itu, untuk memahami tingkah laku seseorang secara benar, perlu terlebih dahulu memahami hubungan antara stimulus satu dengan yang lainnya, serta memahami respon yang mungkin di munculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin akan timbul sebagai akibat dari respon tersebut.
Dari beberapa teori belajar dan pembelajaran di atas dapat di simpulkan bahwa dari hahasil proses belajar yang di harapkan akan menghasilkan respon yang baik dan nyata atas wujud stimulus yang di berikan kepada siswa. Respon tersebut akan di dapat dari interaksi siswa dengan guru, siswa dengan siswa, dan siswa dengan lingkungannya.
2.6. Peran Teori
2.6.1. Teori Behavioristik
Aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran Behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya prilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan antar stimulus dan responnya, menduduukan orang belajar sebagai individu yang pasif. Karena teori Behavioristik memandang bahwa sebagai sesuatu yang ada di dunia nyata telah terstruktur rapid an teratur, maka siswa atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan di tetapkan lebih dulu secara ketat. Pembiasan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar, sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakkan displin. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang oerlu dihukum, dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk prilaku yang pantas diberi hadiah.
2.6.2. Teori Kognitif
Dijelaskan menurut teori Kognitif sebagai suatu aktifitas yang berkaitan dengan penataan informasi, reorganisasi, perceptual, dan proses internal. Teori ini berpijak kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agar belajar lebih bermakna bagi siswa.
Dalam kegiatan pembelajaran, keterlibatan siswa secara aktif amat dipentingkan. Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengaitkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa. Materi pelajaran disusun dengan menggunakanpola atau logika tertentu, dari sederhana ke kompleks. Sementara perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Sehingga dalam teori kognitif ini adalah perubahan persepsi dan pemahaman siswa, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan di ukur.
2.6.3. Teori Kontruktivistik
Paradigma Kontruktivistik memandang siswa sebagai pribadi yang sudah memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu. Kemampuan awal tersebut akan menjadi dasar dalam mengkontruksi pengetahuan yang baru. Oleh sebab itu, proses pembentukan pengetahuan siswa harus dilakukan oleh si belajar ( siswa ). Siswa harus aktif melakukan kegiatan berpikir, menyusun konsep, dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang di pelajari. Sementara guru atau pendidik berperan membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan siswa belajar lancer. Guru tidak menstrasnferkan pengetahuan yang telah dimilikinya, melaikan membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri. Guru dituntut untuk lebih memahami jalan pikira atau cara pandang siswa dalam belajar. Dengan kata lain seorang guru tidak dapat mengklaim bahwa satu-satunya cara yang tepat adalah yang sama dan sesuai dengan kemauannya.
2.6.4. Teori Humanistik
Dalam prakteknya teori Humanistik ini cenderung mengarahakan siswa untuk berpikir induktif, mementingkan pengalaman. Serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar.
2.6.5. Teori Sibernetik
Di dalam teori ini, pembelajaran perlu dipertimbangka ada tidaknya prasyarat belajar untuk suatu kapabilitas, apakah siswa telah memiliki prasyarat belajar yang diperlukan. Ada prasyarat belajar utama, yang harus dikuasai siswa, dan ada prasyarat belajar pendukung yang dapat memudahkan belajar siswa.
2.6.6. Teori Revolusi-sosiokultural
Pada teori ini bimbingan atau bantuan dari orang dewasa atau teman yang lebih kompeten sangat efektif untuk meningkatkan produktifitas belajar. Bantuan-bantuan tersebut tentunya harus sesuai dengan konteks sosiokultural atau karakteristik anak. Maka, pemahaman tentang karakteristik siswa yang berhubungan dengan sosiokultural dan kemampuan awalnya sebagai pijakan dalam pembelajaran perlu lebih dicermati, sehingaa dapat dihasilkan perangkat lunak pembelajaran yang benar-benar menantang namun tetap produktif dan kreatif.
2.6.7. Teori Kecerdasan Ganda
Kita pernah mendengan “ ia tidak begitu cerdas, tetapi ia memiliki bakat music yang sangat hebat “. Sebagaimana oran-orang mengatakan bahwa sesuatu adalah bakat, oleh Gardner bakat-bakat atau kategori-kategori tersebut dikatakan sebagai kecerdasan. Kecerdasan ganda sebenarnya merupakan teori yang bersifat filosofi. Hal ini tampak pada sikapnya terhadap belajar dan pandangannya terhadap pendidikan atau pembelajaran. Pendidikan atau pembelajaran ditinjau dari sudut pandang kecerdasan ganda lebih mengarah kepada hakekat pendidikan itu sendiri, yaitu yang secara langsung berhubungan dengan eksistensi, kebenaran, dan pengetahuan.
BAB III
KESIMPULAN
Pembahasan bab perbad pada makalah ini menunjukan perlu adanya perubahan-perubahan cara pandang dalam dunia pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan agar pendidikan sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kebutuhan masyarakat serta perubahan dunia. Pendidikan dengan perspektif global untuk menyiapkan peserta didik agar mampu berperan didalam masyarakat global di samping berkarakter nasional amat diperlukan.
Kebebasan bukanlah sikap semaunya sendiri. Kebebasan mengarah pada sikap penghargaan akan keunikan serta kekhasan masing-masing individu sebagai pribadi. Guru seharusnya dibebaskan dari berbagai teknis dan formalism yang selama ini membelenggunya. Kondisi ini merupakan prasyarat agar guru juga mampu membebaskan siswa atau peserta didik dari berbagai belenggu yang mengekang imajinasi dan kreatifitasnya serta dalam rang pembentukan karakter. Untuk itu pendidikan yang membebaskan dan pendidikan kritis sudah waktunya untukk di jadikan acuan.
Masing-masing teori pembelajaran yang telah dibahas dalam makalah ini memiliki keunggulan di samping kekurangganya. Diharapkan dalam upaya menerapkan teori-teori tersebut dalam praktek pembelajaran, pembaca dapat dengan bijaksana memadukan atau memilih teori yang paling sesuai dengan tujuan dan materi belajar, karakteristik peserta didik, serta kontteks dimana kegiatan belajar berlangsung.
DAFTA PUSTAKA
Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. PT. Rieneka Cipta
Budiningsih, Asri. 2008. Belajar Dan Pembelajaran. PT Rieneka Cipta
Mulyasa. E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. PT Remaja Rosdakarya Bandung
Langganan:
Postingan (Atom)




