Jumat, 22 Juni 2012

JAMBI DALAM SEJARAH OLEH : SATRIYO PAMUNGKAS BAB 1 LATAR BELAKANG Tanggal 17 agustus 1945 suatu kawasan di Asia Tenggara mendapat suatu guncangan yang dahsyat hal ini di karenakan seruan luapan KEMERDERKAAN suatu masyarakat yang berhasil melepaskan diri dari suatu penjajahan Jepang yang sebelumnya pernah di jajah oleh pihak Negara-negara eropa seperti, Portugal, Spanyol, Belanda, Inggris, yang terakhir adalah jepang. Keberhasilan dari semuanya ini di dapat oleh para penjajah dengan cara mengadu domba kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia atau yang di kenal dengan politik “ Devide Eft Infra “. Para penjajah ini pertama-tama menjalin suatu kerja sama dalam perdagangan tidak lain adalah komoditi rempah-rempah karna rempah-rempah adalah suatu komoditi yang laku di pasaran eropa dengan harga tertingggi. Dari sini penjajahan atas Indonesia di lakukan oleh para penjajah Negara dari daratan eropa. Sangat banyak yang menguntungkan untuk Indonesia, selain merupakan jalur perdagangan antara tiongkok ke india serta ada suatu hasil dari bumi tanah Indonesia itu sendiri, dengan tanah yang subur menghasilkan rempah-rempah yang laku di pasaran eropa, seperti daerah Maluku, jawa timur dll bahkan mungkin kawasan daerah Indonesia adalah penghasil rempah – rempah pada suatu masanya. Kerajaan kerajaan yang ada di wilayah Indonesia ini sendri tidak kalah kuat dan mempunyai kekuasaan yang sangat luas, seperti Tarumanegara, Mataram,Majapahit, Sriwijaya, ini adalah kerajaan yang mempunyai kekuasaan yang sangat luas contohnya Sriwijaya, yang kekuasaanya sampai wilayah Thailand, Brunai, sedangakan Majapahit mempunyai kekuasaan yang luasnya hampir sebagian kawasan Asia Tenggara. Bukan hanya dalam kekuasaan saja tetapi Indonesia sendiri mempunyai suatu daerah yang di akui sebagai kampus terbesar agama Budha di Indonesia yaitu sekarang yang di kenal dengan Provinsi Jambi. Jambi yang pada masanya menjadi kerajaan melayu merupakan pusat ajaran agama Budha di kawasan Asia tenggara, Ribuan bikhsu yang inggin memper dalam agama Budha di Nalanda yang terletak di India mereka akan singgah di Melayu untuk mempelajari kitab-kitab dan bahasa sangsekerta. Salah satunya bikhu dari cina yang bernama It-shing singgah di Jambi untuk mempelajari bahasa sangsekerta setelah itu beru ke India. Salah satu Bikhu wanita yang berasal dari india yang bernama Attisa pernah belajar di Malayagiri pada tahun 1011-1023 Masehi, mungkin dia berkunjung ke jambi pada waktu Malayagiri ( ibid .bambang.56 ). singgah di Jambi dan menjadi guru bagi para pelajarnya. Jejak-jejak peninggalan ini masih ada dan dapat di rasakan yang masih terjaga dan terawat oleh pemerintahan Provinsi Jambi, Yang sekarang dapat di jumpai di daerah Muara Jambi Kota Jambi. Inilah yang membuat kawasan Indonesia suatu kawasan yang sangat menguntungkan. Dalam kakawin Nagarakrtagama di sebutkan : 1. Terperinci demi pulau Negara bawahan, paling dulu melayu : jambi dan Palembang, karitan, teba, dan dhamasraya pun juga ikut di sebut, kandis, kahwas, manankabwa, siyak, rokan, Kampar dan pane, kampe, harw, dan mandahiling juga tumihan, parlak dan barat. 2. Lawas dan samudra lamuri, batan, lampoon, dan barus itulah terutama Negara-negara melayuyang telah tunduk. Kakawin Nagarakrtagama menyebutkan melayu lebih dahulu dan menyebutkan sebagai Negara terpenting dari seluruh wilayah bawahan majapahit. Wilayah kekuasaanya kerajaan ini meliputi seluruh daratan Sumatra, daerah yang merupakan “ bawahan “ melayu misalnya jambi, dhamasraya, kandis, dan manankabwa berlokasi di daerah sungai Batanghari ( ibid bambang.52-53 ). Jambi dengan kompleks percandiannya di muara jambi mungkin merupakan tempat yang strategis. Daerah ini merupakan daerah kerajaan melayu yang pada waktu sriwijaya sedang kuat berada di bawah kekuasaan sriwijaya. Waktu itu sriwijaya merupakan sebuah Talasocracy, sebuah kerajaan yang merupakan himpunan dari Bandar-bandar, setelah sriwijaya lemah, kartanegara memandang perlu menjalin kerjasama persahabatan dengan melayu karena adanya ancaman dari tiongkok. Untuk itulah pada tahun 1275 masehi dikirim ekspedisi pamalayu. Untuk lebih cepat persahabatan dengan melayu, pada tahnu 1286 masehi kartanegara mengirim arca amogghapasha. Mengenai perpindahan pusat kerajaan ini, atau setidak-tidaknya perpindahan pemukiman tanpak dari pertanggalan situs, berita tionghoa dan berita prasasti, situs-situs arkeologi yang di temukan di daerah Batanghari, mulai dari daerah ilir sampai kedaerah hulu menunjukan suatu pertanggalan yang berbeda. Situs yang di hilir menunjukan pertanggalan yang tertua, misalnya situs koto kandis berasal dari sekitar abad ke-8 -13 Masehi. Di daerah hulu bantanghari menunjukan pertenggalan yang lebih muda, yaitu dari sekitar abad ke 13-14 Masehi. Berita tionghoa ling-piau –lu-I (889-4 M )menyebutkan phi-can (=jambi ) mengirim misi dagang ke tiongkok. Sedangkan sejarah dinasti song ( 960-1279 M )buku 489 menyebutkan raja tinggal di chan-pi ( jambi ). Apabila data pertanggalan situs dan data yang berasal dari berita tionghoa di korelasikan maka akan tanpak keselarasan. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa aktifitas kerajaan melayu pada masa awalnya ( sebelum sriwijaya abad ke 7 ) berlokasi di daerah hilir Batanghari dengan pusatnya di kota Jambi sekarang. Faktor yang menguntungkan Indonesia ini yang mengakibatkan Indonesia di jajah oleh Negara-negara penguasa eropa spanyol,Portugal, belanda, inggris, dan jepang. Dari para penjajah eropa ini yang paling lama yaitu 3,5 abad, setelah Belanda menguasai Indonesia baru di susul oleh Jepang. Tidak amanya antara kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia ini membuat sering timbulnya peperangan di antara mereka, memang pada masa itu belum terjadinya sumpah pemuda atau ingin membuat suatu Negara Indonesia tetapi setidaknya sudah ada rencana bahkan berhasil melakukanya untuk menyatukan seluruh masyarakat Indonesia ini yang dulunya di kuasai oleh kerajaan-kerajaan besar dan kecil. Patih Gajah Mada Dari Majapahit adalah salah satu tokoh terkenal dalam sejarah Indonesia yang di kenal dengan Sumpah Palapa nya patih gajah mada berniat ingin mempersatukan seluruh karajaan yang ada di Indonesia akhirnya berhasil menyatukan semua kerajaan-kerajan yang ada di Indonesia ini. Politik yang di jalankan oleh para penjajah ini cukup membuat rakyat Indonesia sangat tertindas, cultur stelsel atau yang di kanal tanam paksa, politik ini di jalankan Belanda Saat gubernur baru Belanda di Indonesia Van Den Boos membuat rakyat sengsara, mereka di wajibkan menanam tananam yang laku di pasaran eropa. Lepas dari Belanda di teruskan politik yang di jalankanya oleh Jepang selama 3,5 tahun, politik yang di jalankanny adalah kerja rodi atau yang lebih di kenal dengan sebutan kerja paksa, hal ini membuat rakyat Indonesia sangat tersiksa karena mereka bekerja tanpa mengenal lelah kalau tidak mereka akan mendapatkan pecutan dari para eksekutor kerja paksa ini. Sedangkan Jambi sendiri yang merupakan salah satu kawasan wilayah Indonesia yang terletak di pulau Sumatra merupakan suatu wilayah yang sangat dekat sekali dengan jalur sutra yang menghubungkan antara India dan Cina. Selain menjadi pusat pendidikan bagi agama Budha jambi juga merupakan sebagai tempat perdagangaan, kawasan pantainya yang berbentuk teluk menjadikan tempat ini sebagai pelabuhan kapal-kapal dagang baik untuk kegiatan perdagangan ataupun singgah. Apalagi jambi yang merupakan daerah kekuasan Sriwijaya yang pernah menguasai jalur lintas ini. Kawasan ini membuat jambi menjadi ramai baik penduduknya ataupun kegiatan perdagangan bahkan Asimilasi berjalan dengan baik, hal ini di karenakan para pedagang singgah dan melakukan perdangan bahkan ada yang menetap, bagi yang menetap ini mereka melakukan perkawinan dengan penduduk pribumi. Hal ini mengakibatkan penduduk jambi sangat multikultural, baik agama, suku, itu semua berbeda-beda. Adanya orang tionghoa, arab dan india di Jambi ini tidak lepas dari adanya kampus di kerajaan melayu yang terletak di muara jambi dan adanya kegiatan perdagangan. Jambi terus berkembang hingga terakhir di kuasai oleh kesultanan yang terkhir di pimpin oleh Sultan Thaha sebelum jambi menjadi suatu kerisedenan yang di bentuk oleh belanda pada tahun 1908. Adanya kerisedenan Belanda ini secara jelas jambi terlibat dalam peritiwa penjajahan Negara eropa yaitu Belanda. Masyarakat jambi juga tidak lepas melakukan perlawanan bagi para penjajah ini, hal ini terbukti terjadinya peperangan simpang tiga sipin, pertempuran pal merah, pertempuran simpang empat jelutung dan masih banyak lagi perlawanan-perlawanan yang di lakukan oleh rakyat provinsi jambi. Bukan hanya melepaskan diri dari para penjajah ini saja tetapi perjuangn dalam melepaskan dari kerisidenan Sumatra bagian tengah dan dewan banteng yang berpusat di Palembang. Hal ini dapat di lihat dan di rasakan bahwa jambi memiliki sejarah yang cukup panjang baik Indonesia secara umum dan jambi secara khususnya. Oleh karena itu penulis ingin mencoba melihat provinsi jambi sendiri dalam sejarah Jambi secara khusus dan Indonesia secara umum. Semua akan di bahas dalam tulisan yang ingin saya mencobanya dengan judul “ JAMBI DALAM SEJARAH ( 1945-1967 ) “ ini semua di karenakan pada peritiwa tahun itulah jambi mempunyai peranan dalam sejarah panjang Indonesia Secara umum dan sejarah terbentuknya provinsi jambi. Masalah : 1. Apa peran jambi sendiri dalam meramaikan sejarah panjang bangsa Indonesia 2. Mengapa jambi ingin melepaskan diri dari dewan banteng dan membentuk provinsi jambi sendiri. Kerangka teori Sejarah adalah suatu kajian ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa masa lampau yang di lakukan oleh manusia itu sendiri. jadi Keberhasilan suatu daerah tergantung oleh pemimpin yang memegang kendali pemerintahan. Jambi yang pada masanya di pimpin oleh manusia-manusia yang cakap pada masa kerajaan, kesultanan bahkan sampai mendirikan suatu provinsi sendiri, hal ini semua tidak lepas dari peran manusia sehingga menimbulakn suatu peristiwa-peristiwa yang terjadi di jambi. Dalam kakawin Nagarakrtagama di sebutkan : 1. Terperinci demi pulau Negara bawahan, paling dulu melayu : jambi dan Palembang, karitan, teba, dan dhamasraya pun juga ikut di sebut, kandis, kahwas, manankabwa, siyak, rkan, Kampar dan pane, kampe, harw, dan mandahiling juga tumihan, parlak dan barat. 2. Laws dan samudra lamuri, batan, lampoon, dan barus itulah terutama Negara-negara melayuyang telah tunduk. Kakawin Nagarakrtagama menyebutkan melayu lebih dahulu dan menyebutkan sebagai Negara terpenting dari seluruh wilayah bawahan majapahit. Wilayah kekuasaanya kerajaan ini meliputi seluruh daratan Sumatra, daerah yang merupakan “ bawahan “ melayu misalnya jambi, dhamasraya, kandis, dan manankabwa berlokasi di daerah sungai Batanghari ( ibid bambang.52-53 ). SEKILAS PROFIL PROVINSI JAMBI Provinsi Jambi merupakan bagian dari wilayah nusantara memberikan kontribusi yang tidak kecil dalam proses pembangunan bangsa Indonesia. Demikian juga sumbangan dan peran serta provinsi Jambi dalam pembangunan Keluarga Berencana Nasional yang telah dimulai sejak tahun 1980. Provins; Jambi secara resmi menjadi Provins; tahun 1958 sesuai dengan Undang-undang No. 61 tahun 1958 tanggal 25 Juni 1958. Provinsi Jambi terletak antam 00 451 2° 451 LS dan 1010 01 - 104° 55 BT, terletak ditengah pulau Sumatera membujur sepanjang pantai timur sampai barat dengan luas :" wilayah keseluruhan 53.435,72 Km2 • Luas Wilayah 53,43 km2 • Luas daratan 51.000 km2 • Luas lautan 425,5 km2 • Panjang pantai 185 km2 B. GEOGRAFIS Provinsi Jambi terletak pada Pantai Timur Pulau Sumatera berhadapan dengan taut Cina Selatan dan Lautan Pasifie, pad a alur talu lintas Intemasionat dan Regional.Secara geografis Provinsi Jambi terletak diantara 0° 45' - 20 45' Lintang Selatan antara 101 0 10' - 1040 44' Bujur Timur, luas Wilayah Provinsi Jambi 53.435,72 Km2 .. luas daratan 51.000 Km2 , luas lautan 425,5 Km2 dan panjang pantai 185 Km. Batas-batas Wilayah Provinsi Jambi adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara dengan Provinsi Riau • Sebelah Selatan dengan Provinsi Sumatera Selatan • Sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat • Sebelah Timur dengan Laut Cina Selatan Provinsi Jambi termasuk dalam kawasan segi tiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapore (IMS-GT) dan Indonesia-Malaysia-Thailand (tMT-GT). Jarak tempuh ~mbi ke Singapura jalur laut melalui Batam dengan menggunakan-kaJ)al oopat Get-foil) ± 5 jam. C. ADMINISTRASI PEMERINTAHAN Melalui Undang-undang No. 54 Tahun 1999. Provinsi Jambi terbagi menjadi 9 Kabupaten dan 1 Kota, yaitu : • 9 Kabupaten dan 1 Kota 1. Kabupaten Kerinci, ibukotanya Sungai Penuh 2. Kabupaten Sarolangun, ibukotanya Sarolangun 3. Kabupaten Merangin, ibukotanya Bangko 4. Kabupaten Bungo, ibukotanya Muara 8ungo 5. Kabupaten Tebo, ibukotanya Muara Tebo 6. Kabupaten Batanghari, ibukotanya Muara Bulian 7. Kabupaten Muara Jambi, ibukotanya Sengeti 8. Kabupaten Tanjung Jabung Barat, ibukotanya Kuala Tungkal 9. Kabupaten Tanjung Jabung Timur, ibukotanya Muara Sabak 10. Kota Jambi yang juga merupakan ibukota Provinsi Jambi • 114 Kecamatan • 1.310 Desa I Kelurahan D. IKLIM Sebagaimana wilayah timur pulau Sumatera lainnya musim hujan di Provinsi Jambi terjadi pada bulan November sampai dengan Maret dan musim kemarau dari bulan Mei sampai Oktober. Iklim Provinsi Jambi bertype A (Schmidt and Ferguson) dengan curah hujan rata-rata 1.9003.200 mm/tahun dan rata-rata curah hujan 116 - 154 hari pertahun. Suhu maksimum sebesar 31 derajat celcius. E. TOPOGRAFI Kondisi tanah di Provinsi Jambi bervariasi dari daratan rendah sampai daratan tinggi yaitu : • Kemiringan 0- 3% = 14.576 km2 (29,0%) • Kemiringan 3-12%= 14.381 km2 (28,6%) • Kemiringan 12-40%= 9.306 km2 (18,5%) • Kemiringan >40% = 12.000 km2 (29,0%) • atau • Daerah Dataran Rendah 0-100 m (69,1%) • Daerah dataran dengan ketinggian sedang 100-500 m (16,4%) • Daerah Dataran Tinggi >500 m (14,5%) Ketinggian • 0-100 meter = 34.738 km2 (53,2%) • 101-500 meter = 17.981 km2 (24,5%) • 500-1.000 meter = 9.127 km2 (13,9%) • > 1.000 meter = 5.437 km2 (8,4%) F. KONDISI SOSIAl POLlTIK & KEAMANAN Provinsi Jambi termasuk tiga Propinsi di Indonesia saat in yang stabil dalam kehidupan sosial politik dan keamanan. Sejak terbentuk menjadi Provinsi 43 tahun yang lalu tidak pernah terjadi benturan-benturan antar suku, antar agama dan antar ras. Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah dan kerukunan intern umat beragama talah mendorong iklim kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bemegara berjalan harmonis. Jambi pada masa Budha Menyebarnya agama Budha di nusantara ini sejalan dengan masuknya pengaruh Budha di Nusantara sejalan dengan masuknya pengaruh Budaya India di negri kepulauan ini. Tidak ada satupun sumber tertulis yang sampai kepada kita yang menyebutkan kapan pengaruh agama india ini masuk, siapa yang membawanya apakah para saudagar atau para biksu yang ikut dalam pelayaran saudagar india ini ( bambang budi utomo, 2010,budha di nusantara,Buddhist education center, iii ). Para saudagar dari kedua bangsa ini terikat dengan hubungan dagang internasionalnya. Tidak luput juga penyebaran agama ini di lakukan oleh para saudagar nusantar yang melakukan perniagaan di India dan mengajarkannya ketika mereka sudah berada di nusantara dimana mereka tinggal, karena para saudagar ini mempunyai harta dan tanah yang mana menjadi salah satu kekayaan pada masanya. Agama merupakan salah satu unsure kebudayaan. Ada dua agama yang masuk dalam budaya india, yaitu Hindu dan Budha. Sumber prasasti tertua dari sekitar abad ke 5-6 Masehi, mengindikasikan awal agama yang ada di nusantara adalah agama Hindu aliran Waisnawa. Keadaan ini di perjelas lagi oleh catatan fa-hsien, seorang biksu asal tiongkok yang mengatakan bahwa yi-po-ti sedikit sekali di jumpai orang-orang beragama buhda, tetapi banyak di jumpai orang brahmana dan mereka yang agamanya buruk( ibid ). Sampai pada abad ke-7 seorang biksu yang berasal dari tiongkok ( i-tsing ) berkunjung ke shi-li-fi-shi yang di yakini para sejarawan adalah Sriwijaya. Dala perjalanannya ke nusantara ia melewati mo-lo-yeu sendiri di akui sebagai kerajaan melayu yang berada di kota jambi sekarang dan shi-li-fo-shi. Dalam catatanya hariannya ia mencatat ada sekitar lebih dari 1000 biksu tinggal di shi-li-fo-shi, juga anjuran untk para biksu, sebelum melanjutkan pelajaranya di Nalanda ( India ) terlebih dahulu singgah di shi-li-fo-shi untuk memperdalam tatabahasa sangsekerta ( ibid ). Lain Sriwijaya lain pula dengan mataram, tetapi Cuma satu penguasa yaitu Dinasti Syailendra yang agama di anutnya Budha Mahayana, kalu penguasa di mataram banyak mendirikan bangunan suci, sedangkan di sriwijaya tidak, walaupun ada itu hanya terbuat dari bahan bata, dan arca Mahayana yang seperti Boddhisatwa, wajrapani, lokanata, awalokiteswara, dan padmapan) inilah yang di temukan di wilayah kerajaan sriwijaya di Sumatra, sedangkan kalau di mataram banyak di temuka bangunan suci. Diterimanya ajaran ini di nusantara karena dalam ajaran budha yang utama adalah welas asih dan menolong semua mahkluk sebagaimana tercermin dalam Boddhisatwa. Karena ajaran welas asih inilah agama budha sangat cepat di terima oleh penduduk nusantara, dan ajaran welas asih ini mengakar ke pengaruhnya baik di jawa, Sumatra maupun di semenanjung tanah melayu ( ibid iv ) KERAJAAN MELAYU Berbicara tentang penamaan”kuno “ dalam istilah melayu kuno, seseorang dapat salah mengerti tentang arti sesungguhnya pemberian nama. Biasanya Moloyu ( melayu ) dan Sriwijaya di anggap sebagai kerajaan-kerajaan melayu kuno. Setelah jatuhnya kerajaan sriwijaya di abad ke-14 wilayah kerajaan-kerajaan melayu kuno mendapat berbagai cobaan dari bangsa penjaja dari luar, terutama dari bangsa ingris dan belanda. Hingga abad tahun 1824. Pada tahun ini oleh traktat London wilayah yang dihuni oleh pihak melayu di bagi menjadi dua bagian, yakni bagian utara yang meliputi wilayah semenanjung melayu dan singgapura di kuasai oleh inggris dan pantai timur Sumatra serta riau lautan menjadi jajahan belanda ( S. Sartono. 7-8 desember 1992. Kerajaan melayu kuno pra-sriwijaya di Sumatra. Seminar sejarah melayu kuno. Kerja sama tingkat I provinsi jambi dengan kantor wilayah DEPDIKBUD provinsi Jambi). Wilayah kerajaan melayu secara geografis terletak di sekitar daerah aliran sungai Batanghari yang meliputi provinsi jambi dan provinsi Sumatra barat, di sekitar kabupaten tanah datar ( Pagarruyung ) dan di sekitar aliran sungai rokan, Kampar, dan Indragiri di wilayah provinsi Sumatra barat dan provinsi Riau. Di beberapa tempat, di tepian sungai Batanghari banyak di temukan arkeologi, mulai dari daerah ilir ( di wilayah provinsi Jambi ) hingga daerah Hulu ( di wilayah provinsi Sumatra barat ) ( bambang budi utomo, 2010. Budha di nusantara. Buddhis center. Hal 48). Menurut salah seorang penganut kepercayaan budha yang telah berkunjung ke situs peninggalan agama budha di dunia mengungkapkan, di wilayah jambi merupakan pusat pendidikan ajaran agama budha yang menjadikannya sebagai kampus terbesar di dunia. Kunjungannya ke Tibet dimana dia mendapatkan bahwa biksu perempuan ternama yang bernama Attisa pernah berkunjung ke kerajaan melayu pada abad ke 11 dari india ke Tibet hingga ke Indonesia yaitu Sumatra untuk menjadi pengajar atau guru dalam agama budha( Dr. Elizabet.dalam seminar jambi heritage ). Banyaknya di temukan candi-candi di muara jambi di akuinya itu sebagai tempat pelaksanaan pendidikan bukan tempat ajaran agama, karena menurutnya tidak mungkin di bangun tempat suci yang berdekatan bahkan ada yang beradap-adapan. ( biksu dari amerika asal cina,chiaw-fo, perbincangan dalam perjalanan ke candi muara jambi,seminar jambi heritage). Pada tahun 672 M, dalam perjalanannya dari kanton ke India, it-shing singgah di shih-li-fo-shih ( sriwijaya ) selama 6 bulan untuk belajar tatabahasa, bahasa sangsekerta sebelum melanjutkan pelayarannya ke cieh-cha ( kedah ) dan menuju ke nelada ( india ). Selanjutnya itsing menuliskan bahwa sekembalinya dari nelanda pada tahun 685 M ia singgah di mo-lo-yeu yang sekarang menjadi fo-she-to. Berita itsing ini sesuai dengan isi prasasti karangbirahi yang ditemukan di tepi sungai merangin anak Batanghari di daerah hulu, menyebutkan tentang persumpahan bagi yang tidak mau tunduk kepada kedatuan sriwijaya. Kedua data ini menginformasikan bahwa pada waktu itu melayu telah di taklukan oleh sriwijaya sampai sekitar abad ke-13 masehi. Pendudukan sriwijaya terhadap melayu di anggap penting karena dengan menduduki melayu, sriwijaya dapat menguasai Bandar-bandar di daerah selat malaka. Hal sama juga di lakukan ke daerah lain seperti, kota kapur ( Bangka ), bhumi jawa, serta palas dan jabung ( lampung ) ( ibid. bambang.hal 50 ). Permukiman yang tertua berlokasi di daerah hilir Batanghari, sedangkan pemukiman yang muda berlokasi di daerah hulu Batanghari di wilayah Sumatra barat. Dalam sejarah Batanghari di wilayah ini pernah ada dua kerajaan besar yang berpengaruh di belahan barat Nusantara. Kedua kerajaan itu adalah Melayu dan Sriwijaya yang tumbuh berkembang pada waktu yang bersamaan dari berita tionghoa yang di tulis it-shing di sebutkan bahwa suatu saat ( sekitar tahun 670 an ) melayu pernah menjadi bagian sriwijaya ( groneveldt 1960 ) setelah sriwijaya melemah, melayu kemudian merdeka kembali. Berdasarkan berita tionghoa tersebut, hasan jafar ( 1992:77 ) membagi melayu dalam tiga fase : 1. Fase awal, sekitar pertengahan abad ke 7 Masehi 2. Fase pendudukan oleh sriwijaya, sekitar tahun 680 sampai sekitar pertengahan abad ke-11 Masehi. 3. Fase akhir, sekitar pertengahan abad ke 11 –akhir abad ke14 Masehi. Ketiga fase tersbut mengacu kepada perjalanan sejarah kerajaan melayu kuno, tetapi tidak menjelaskan lokasi pusat pemerintahannya. Beberapa pakar berpendapat pusat kerajaan melayu fase awal berpusat di kota jambi sekarang ( slamet mulyana 1981:30-42 ; irfan 1983:94-102 ). Pendapat ini di dasarkan asumsi bahwa pusat kerajaan adalah juga pelabuhan melayu. Pelabuhan melayu yang berlokasi di tepi sungai Batanghari sangat lah baik untuk pelabuhann sungai dengan panjang 800 km, lebarnya 500 meter dan kedalamannya lebih dari 5 meter yang sangat baik untuk pelayaran sungai. ( ibid. bambang. Hal 49 ) Masa pendudukan sriwijaya ini agaknya berlangsung cukup lama, mulai dari abad ke 7 -11 masehi. Tetapi selama masa itu, ada juga masa dimana sriwijaya agak lengah . kesempatan itu di manfaatkan untuk mengirim duta besar ke tiongkok. Berdasarkan catatan tiongkok, mo-lo-yeu mengirim utusan ke tiongkok pada tahun 853 dan 871 masehi ( wolters: 1970-42 ). Namuntindakan ini di ketahui oleh sriwijaya. Oleh sebab itulah sriwijaya pada tahun 905 masehi mengirim duta ke tiongkok dan menegaskan bahwa duta yang dating pada tahun 853 dan 871 masehi adalah “ pemimpin dari chan-pi ( ibid. bambang,hal 52 ). Melayu merupakan sebuah kerajaan yang di anggap penting eksistensi kerajaan melayu selalu di akui oleh berbagi kerajaan. Sebab kerajaan besar di Nusantara akan selalu memperhitungkan keberadaan kerajaan melayu, seperti halnya sriwijaya dan majapahit. Berdasarkan data prasasti dan pertanggalan situs di daerah Batanghari, kerajaan melayu sekurang-kurangnya telah mengalami tiga kali pemindahan pusat pemerintahan. Pusatnya yg pertama berlokasi di sekitar kota jambi sekarang, pusatnya yang kedua di padangroco, dan pusatnya yang ketiga terletak di pagaruyung. Para sarjan meduga pemindahan kerajaan itu di sebabkan oleh ancaman dari musuh, terutama musuh yang datng dari tanah jawa yang melalui sungai Batanghari. Sedangkan de casparis menduga melayu pada masa akhir mendapat ancaman dari kerajaan yang bercorak islam di samudrai pasai yang datang melalui sungai Batanghari ( ibid bambang hal 55 ). Salah satu jenis peningkatan arkeologi yang tergolong ke dalam artefak bertulisan ialah prasasti. Sebagai sumber sejarah dan kebudayaan prasasti mempunyai kedudukan yang amat penting karena merupakan salah satu sumber keterangan yang sejaman. Dari masa kerajaan melayu kuno yang kronologinya dapat di tempatkan pada kurun waktu sekitar pertengahan abad ke-7 sampai abad ke-14. Telah ditemukan lebih dari 30 buah prasasti yang sebagian masuk dalam provinsi jambi, sebagian lagi masuk wilayah provinsi Sumatra barat, dan sebuah ditemukan di wilayah Malang, jawa timur yaitu prasasti Adityawarman yang di pahatkan di candi jago ( hasa jafar. Prasasti-prasasti masa kerajaan melayu kuno dan beberapa permasalahannya. Seminar sejarah melayu jambi. 6-8 desember 1992 ). BERDIRINYA PROVINSI JAMBI Dengan berakhirnya masa kesultanan Jambi menyusul gugurnya Sultan Thaha Saifuddin tangga! 27 April 1904 dan berhasilnya Belanda menguasai wi!ayah-wilayah Kesultanan Jambi, maka Jambi ditetapkan sebagai Keresidenan dan masuk ke dalam wilayah Nederlandsch Indie. Residen Jambi yang pertama O.L Helfrich yang diangkat berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Belanda No.20 tanggal4 Mei 1906 dan pelantikannya dilaksanakan tanggal2 Juli 1906. Kekuasan Belanda atas Jambi berlangsung ± 36 tahun karena pada tanggal 9 Maret 1942 terjadi peralihan kekuasaan kepada Pemerintahan Jepang. Dan pada 14 Agustus 1945 Jepang menyerah pada sekutu. T anggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Negara Republik Indonesia. Sumatera disaat Proklamasi tersebut menjadi satu Provinsi yaitu Provinsi Sumatera dan Medan sebagai ibu kotanya dan MR. Teuku Muhammad Hasan ditunjuk memegangkan jabatan Gubernurnya. Pada tanggal 18 April 1946 Komite Nasional Indonesia Sumatera bersidang di Bukittinggi memutuskan Provinsi Sumatera terdiri dari tiga Sub Provinsi yaitu Sub Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan. Sub Provinsi Sumatera T engah mencakup keresidenan Sumatra Barat, Riau dan Jambi. T arik menarik Keresidenan Jambi untuk masuk ke Sumatera Selatan atau Sumatera T engah ternyata cukup alot dan akhirnya ditetapkan dengan pemungutan suara pad a Sidang KNI Sumatera tersebut dan Keresidenan Jambi masuk ke Sumatera Tengah. Sub-sub Provinsi dari Provinsi Sumatera ini kemudian dengan undang-undang nomor 10 tahun 1948 ditetapkan sebagai Provinsi. Dengan UU.No. 22 tahun 1948 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Oaerah keresidenan Jambi saat itu terdiri dari 2 Kabupaten dan 1 Kota Praja Jambi. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah Kabupaten Merangin yang mencakup Kewedanaan Muara Tebo, Muaro Bungo, Bangko dan Batanghari terdiri dari kewedanaan Muara Tembesi, Jambi Luar Kota, dan Kuala TungkaL Masa terus berjalan, banyak pemuka masyarakat yang ingin keresidenan Jambi untuk menjadi bagian Sumatera Selatan dan dibagian lain ingin tetap bahkan ada yang ingin berdiri sendirj~rlebih dari itu, Kerinci kembali dikehendaki masuk Keresidenan Jambi, karena sejak tanggal 1 Juni 1922 Kerinci yang tadinya bagian dari Kesultanan Jambi dimasukkan ke keresidenan Sumatera Barat tepatnya jadi bagian dari Kabupaten Pesisir Selatan dan Kerinci (PSK) Tuntutan keresidenan Jambi menjadi daerah Tingkat I Provinsi diangkat dalam Pernyataan Bersama antara Himpunan Pemuda Merangin Batanghari (HP.MERBAHARI) dengan Front Pemuda Jambi (FROPEJA) Tanggal 10 April 1954 yang diserahkan langsung Kepada Bung Hatta Wakil Presiden di Bangko, yang ketika itu berkunjung kesana. Penduduk Jambi saat itu tercatat kurang lebih 500.000 jiwa (tidak termasuk Kerinci) Keinginan tersebut diwujudkan kembali dalam Kongres Pemuda seDaerah Jambi 30 April - 3 Mei 1954 dengan mengutus tiga orang delegasi yaitu Rd. Abdullah, AT Hanafiah dan H. Said serta seorang penasehat delegasi yaitu Bapak Syamsu Bahrun menghadap Mendagri Prof. DR.MR Hazairin. Berbagai kebulatan tekad setelah itu bermunculan baik oleh gabungan parpol, Dewan Pemerintahan Marga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Merangin, Batanghari. Puncaknya pad a kongres rakyat Jambi 14-18 Juni 1955 di gedung bioskop Murni terbentuklah wadah perjuangan Rakyat Jambi bernama Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) untuk mengupayakan dan memperjuangkan Jambi menjadi Daerah Otonomi Tingkat f Provinsi Jambi. Pada Kongres Pemuda se-daerah Jambi tanggal 2-5 Januari 1957 mendesak BKRD menyatakan Keresidenan Jambi secara de facto menjadi Provinsi selambat-Iambatnya tanggal 9 Januari 1957 . Sidang Pleno BKRD tanggal 6 Januari 1957 pukul 02.00 dengan resmi menetapkan keresidenan Jambi menjadi Daerah Otonomi Tingkat I Provinsi yang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat dan keluar dari Provinsi Sumatera Tengah. Dewan Banteng selaku penguasa pemerintah Provinsi Sumatera T engah yang telah mengambil alih pemerintahan Provinsi Sumatera T engah dari Gubernur Ruslan Mulyohardjo pada tanggal 9 Januari 1957 menyetujui keputusan BKRD. Pada tanggal 8 Februari 1957 Ketua Dewan Banteng Letkol Ahmad Husein melantik Residen Djamin gr. Datuk Bagindo sebagai acting Gubernur dan H. Hanafi sebagai wakil Acting Gubemur Provinsi Djambi, dengan staff 11 orang yaitu Nuhan, Rd. Hasan Amin, M. Adnan Kasim, H.A. Manap, Salim, Syamsu Bahrun, Kms. H.A.Somad. Rd. Suhur, Manan, fmron Nungcik dan Abd Umar yang dikukuhkan dengan SK No. 009/KD/U/L KPTS. tertanggal 8 Februari 1957 dan sekaligus meresmikan berdirinya Provinsi Jambi di halaman rumah Residen Jambi (kin; Gubernuran Jambi). Pada tanggal 9 Agustus 1957 Presiden RI Ir. Soekamo akhirnya menandatangani di Denpasar ~L UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang Pembentukan Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Dengan UU No. 61 tahun 1958 tanggal 25 Juli 1958 UU Darurat No. 19 Tahun 1957 Tentang Pembentukan Daerah Sumatera Tingkat I Sumatera Sarat, Djambi dan Riau. (UU tahun 1957 No. 75) sebagai Undang-undang. Dalam UU No. 61 tahun 1958 disebutkan pada pasal 1 hurup b, bahwa daerah Swatantra Tingkat I Jambi wilayahnya mencakup wilayah daerah Swatantra Tingkat II Batanghari, Merangin, dan Kota Praja Jambi serta Kecamatan-Kecamatan Kerinci Hulu, Tengah dan Hilir. Kelanjutan UU No. 61 tahun 1958 tersebut pada tanggal 19 Desember 1958 Mendagri Sanoesi Hardjadinata mengangkat dan menetapkan Djamin gr. Datuk Bagindo Residen Jambi sebagai Dienst Doend DO Gubernur (residen yang ditugaskan sebagai Gubernur Provinsi Jambi dengan SK Nomor UP/5/8/4). Pejabat Gubernur pad a tanggal 30 Desember 1958 meresmikan berdirinya Provinsi Jambi atas nama Mendagri di Gedung Nasional Jambi (sekarang gedung BKOW). Kendati dejure Provinsi Jambi di tetapkan dengan UU Darurat 1957 dan kemudian UU No. 61 tahun 1958 tetapi dengan pertimbangan sejarah asal-usul pembentukannya oleh masyarakat Jambi melalui BKRD maka tanggal Keputusan BKRD 6 Januari 1957 ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Jambi, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Djambi Nomor. 1 T ahun 1970 tanggal 7 Juni 1970 tentang Hari Lahir Provinsi Djambi. B. MASA KOLONIAL Adapun nama Residen dan Gubernur Jambi mulai dari masa kolonial sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut : Masa Kolonial, Residen Belanda di Jambi adalah : 1. O.L Helfrich (1906-1908) 2. A.J.N Engelemberg (1908-1910) 3. Th. A.L Heyting (1910-1913) 4. AL Kamerling (1913-1915) 5. H.E.C. Quast (1915 - 1918) 6. H.LC Petri (1918-1923) 7. C. Poortman (1923-1925) 8. G.J. Van Dongen (1925-1927) 9. H.E.K Ezerman (1927-1928) 10. J.RF Verschoor Van Niesse (1928-1931) 11. W.S. Teinbuch (1931-1933) 12. Ph. J. Van der Meulen (1933-1936) 13. M.J. Ruyschaver (1936-1940) 14. Reuvers (1940-1942) Tahun 1942 - 1945 Jepang masuk ke Indonesia termasuk Jambi C. MASA KEMERDEKAAN REPUBUK INDONESIA 1945-1957 Residen Jambi: 1. Dr. Segaf Yahya (1945) 2. R Inu Kertapati (1945-1950) 3. Bachsan (1950-1953) 4. Hoesin Puang Limbaro (1953-1954) 5. R Sudono (1954-1955) 6. Djamin Datuk Bagindo (1954-1957) -Acting Gubemur • 6 Januari 1957 BKRD menyatakan Keresidenan Jambi menjadi Provinsi • 8 Februari 1957 peresmian provinsi dan kantor gubemur di kediaman Residen oleh Ketua Dewan Banteng. Pembentukan Provinsi diperkuat oteh Keputusan Dewan Menteri tanggal 1 Juli 1957, Undang-Undang Nomor 1 /1957 dan Undang-Undang Darurat Nomor 19/1957 dan mengganti Undang-Undang tersebut dengan Undang-Undang Nomor 61/1958. D. MASA PROVINSI JAMBI ( 1957 - SEKARANG ) Gubemur dan Wakil Gubernur Jambi: 1. M. Joesoef Singedekane (1957-1967) 2. H. Abdul Manap (Pejabat Gubernur 1967-1968) 3. RM. Noer Atmadibrata (1968-1974) 4. Djamafuddin Tambunan, SH (1974-1979) 5. Edy Sabara (Pejabat Gubernur 1979) 6. Masjchun Sofwan, SH (1979-1989) Drs. H. Abdurrahman Sayoeti (Wakil Gubernur) 7. Drs. H. Abdurrahman Sayoeti (1989-1999) Musa (Wakil Gubernur) Drs. Hasip Kalimudin Syam (Wakil Gubemur) 8. DRS. H. Zulkifli Nurdin, MBA (1999-2005) Uteng Suryadiatna (Wakil Gubemur) Drs. Hasip Kalimudin Syam (Wakil Gubernur) 9. DR. Ir. H. Sudarsono H, SH, MA (pejabat Gubemur 2005) 10. Drs. H. Zulkifli Nurdin, MBA (2005-2009) Drs. H. Antony Zeidra Abidin (Wakil Gubernur 2005-2009) KELEMBAGAAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN, KOTA DAN PROVINSI Pada era otonomi daerah dengan mengacu pada Kepres 103 tahun 2003, maka sebagian kewenangan BKKBN telah di serahkan kepada pemerintah KabupatenjKota. Sehingga pengelolaan program KB mengalami babak baru, kondisi ini memunculkan struktur dan Nomenklatur eks BKKBN Kabupatenj Kota di Provinsi Jambi menjadi beragam. Sebagaimana yang termaktub dalam Keppres Nomor 103 tahun 2001 bahwa kelembagaan BKKBN telah diserahkan kepada Daerah pada 31 Desember 2003. Dan untuk Provinsi Jambi Proses penyerahan kelembagaan telah diserah-kan pada tanggal 9 Januari 2004. Adapun bentuk lembaga yang menangani program KB di Kabupatenj Kota seluruhnya berbentuk Dinas j Badan, ada yang merupakan Dinas & Badan utuh maupun merger, dan kesemuanya dibentuk dengan Perda. STATUS BKKBN PROVINSI Sedangkan untuk BKKBN Provinsi Jambi sesuai Keppres RI nomor 9 tahun 2004 tentang perubahan atas Keputusan Presiden nomor 103 tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden nomor 30 tahun 2003, pasal 14 ayat (3) " sebagian tugas pemerintah yang dilaksanakan oleh BKKBN di Provinsi selain Provinsi DKI Jakarta, tetap dilaksanakan oleh Pemerintah sampai ada ketentuan lebih Ian jut. PENGALAMAN PENYELENGGARAAN EVEN-EVEN NASIONAL DI PROVINSI JAMBI 1. Tahun 1986 : Pertasi Kencana I dihadiri langsung Oleh Bpk Presiden Suharto di Kuamang kuning Kabupaten Bungo Tebo Provinsi Jambi 2. Tahun 1993 : Peresmian Jembatan Batanghari I Oleh Bapak Presiden RI Suharto 3. Tahun 1994 : Peresmian Sentra Batik di Kota Jambi Oleh Ibu Tin Suharto yang didampinga oleh Bapak Presiden 4. Tahun 1997 : Pembukaan MTQ Tingkat Nasional Oleh Bapak Presiden Suharto 5. Tahun 1995 : Kunjungan Pasca Gempa Bumi oleh Bapak Presiden beserta ibu Tin Suharto di Kabupaten Kerinci 6. Tahun 2001 : Peresmian Pelabuhan Samudra Muara Sabak Kabupaten Tanjab Timur oleh Bapak Ibu Presiden Megawati Soekarno Putri Hotel & Penginapan di Kota Jambi Pembangunan sektor pariwisata tentu tidak terlepas dari kebutuhan akan tersedianya sarana akomodasi. Di Kota Jambi terdapat 2 hotel berbintang 4 dengan 183 kamar, 1 hotel berbintang 3 dengan 160 kamar, 1 hotel berbintang 2 dengan 92 kamar dan 4 hotel dengan klasifIkasi bintang 1 dengan total jumlah kamar sebanyak 104 kamar. Sedangkan hotel dengan klasifikasi melati 3 yang beIjumlah 20 hotel memiliki jumlah kamar sebanyak 516 kamar, 8 hotel melati 2 dengan 192 kamar dan 20 hotel melati 1 dengan 316 kamar . 1. Hotel Novotel **** – 125 kamar 2. Hotel Tepian Ratus **** - 58 kamar 3. Hotel Abadi ***– 160 kamar 4. Hotel Matahari ** – 92 kamar 5. Hotel Safera * – 27 kamar SARANA TRANSPORTASI UDARA 1. Batavia Airlines – 1 kali sehari 2. Riau Airlines – 2 kali sehari 3. Adam Air – 2 kali sehari 4. Sriwijaya Air – 2 kali sehari 5. Lion Airlines – 1 kali sehari 6. Merpati Nusantara Airlines – 1 kali sehari

Senin, 13 Februari 2012

nilai ISBD. bhs inggris

NIM NAMA TUGAS UTS SMT HASIL ANGKA HURUF
1100888203001 SELVI SAFITRI 13 24 45 82 A
1100888203002 SUHERMAN 13 24 43 80 B
1100888203003 BAMBANG HENDRI 12 24 50 86 A
1100888203004 ROSMAULINA PANJAITAN 13 27 47 87 A
1100888203005 SUWARTI 13 24 47 84 A
1100888203006 NURSIDIK 13 24 43 80 A
1100888203007 NURUL MASRURIN 13 22 43 78 B
1100888203008 DARMA YANTI 12 24 45 81 A
1100888203009 IKA SUSANTI S 13 30 47 90 A
1100888203010 EDO SAPUTRA 13 24 43 80 A
1100888203011 ADE NOFRIANI 13 30 50 93 A
1100888203012 RIZKI SUCI OKTINUS 12 23 43 78 A
1100888203013 SEHEN RIFA'I 13 29 45 87 A
1100888203014 OSDIMAN PRINANDOPANE 13 24 43 80 A
1100888203015 WETY MAHESA 13 27 43 83 A
1100888203016 MUHAMMAD ABDILLAH RIDWAN 13 22 45 80 A
1100888203017 NURBAYULIYATI 13 24 47 84 A
1100888203018 EVI MUSTIKA 12 22 43 77 B
1100888203019 NOPITASARI 13 24 47 84 A
1100888203020 AYU PUSPITASARI 13 30 50 93 A
1100888203021 SUMIATI 12 24 47 83 A
1100888203022 SRI YUNINGSIH 13 24 43 80 A
1100888203023 INDAH TRISNAWATI 13 22 45 80 A
1100888203024 SRI KUSUMAWATI 13 20 40 73 B
1100888203025 EUNIKE ROMATUA ARITONANG 13 20 43 76 B
1100888203026 RIDHO PRAJA DINATA 12 27 47 86 A
1100888203027 WAHYU NURYANTO 13 24 45 82 A
1100888203028 YULIANASARI 13 24 40 77 B
1100888203029 SUTAMI 13 30 48 91 A
1100888203030 PRAZOLIA SAPUTRI 13 22 45 80 A
1100888203031 SITI RUHANAH 13 24 50 81 A
1100888203032 NURDIYATI 14 24 45 83 A
1100888203033 MAKDALENA KARTIKA S 14 22 50 86 A
1100888203034 MUHAMMAD DAFFA ALFARUQI 13 16 35 64 C
1100888203035 SUMARLENI 12 24 50 86 A
1100888203036 ERNITA S 14 24 45 75 B
1100888203037 SUDIRMAN 14 22 45 81 A
1100888203038 RUSTI RAYA HANDAYANI
1100888203039 FAUZIAH ASTUTI 13 24 50 87 A
1100888203040 MIRA HANDAYANI 14 18 45 77 B
1100888203041 GINA SAGITA 14 21 50 85 A
1100888203042 WIDYA NITA SYAHRONI 14 24 45 83 A
1100888203043 MOHAMAD ARSAD 14 21 45 80 A
1100888203044 ENI FITRIANI 14 21 45 80 A
1100888203045 RINO MAHYUDA 13 18 45 76 B
1100888203046 ARDIAN W FAJAR 13 21 45 79 B
1100888203047 TANSA PENGAYOMAN
1100888203048 MARLENA 14 24 45 83 A
1100888203049 NURPASIHAH 14 21 42 77 B
1100888203050 NYIMAS HANAFIAH 14 18 50 82 A
1100888203051 LIA HANDAYANY 13 24 47 84 A
1100888203052 INLIANA FAJRI 14 18 47 79 A
1100888203053 NURLINDA 14 24 47 85 A
1100888203054 SELVIA ANGGELA 14 24 50 88 A
1100888203055 EVA FEBRIYENI 14 21 47 82 A
1100888203056 SARIPUDIN 12 24 45 81 A
1100888203057 DWI MURNI JUNIATI 13 24 50 87 A
1100888203058 ANJAS SUPRIHATIN 13 24 47 84 A
1100888203059 FANY SRI REZEKI 13 24 45 82 A
1100888203060 TITIK SUJARWATI 14 21 42 77 B
1100888203061 SINTA 12 27 50 89 A
1100888203062 NIA KURNIA 13 27 47 87 A
1100888203063 ENI NURATMITAYANTI 13 24 47 84 A
1100888203064 ANDI MEGAWATI 13 24 50 88 A
1100888203065 AYU HARPIA KARTINI
1100888203066 RATIA ROMANDANG BULAN S 13 24 - 37 E
1100888203067 ALFARABI ALVIN CHENNA
1100888203068 SILVIA 13 22 45 80 A
1100888203069 TOTOK RIYANTO 13 24 50 87 A
1100888203070 DORESMI ANITA 12 20 45 77 B
1100888203071 DESSY HARLINA 12 24 50 86 A
1100888203072 FITRA SULISTIYANI 13 30 47 90 A
1100888203073 RINI TRISIDYA 5 - 40 45 E
1100888203074 ERINDA GOS MARINI 12 24 45 81 A
1100888203075 YUNI DWI ASTUTI 13 27 45 85 A
1100888203076 FEBBY DWI TANTRI ARINDA 12 24 47 83 A
1100888203077 RAHMAN BINTANG 13 20 45 78 B
1100888203078 SAKINAH 13 24 50 87 A
1100888203079 ROSIANA KAMERON 13 27 50 90 A
1100888203080 VICKY KHUMAIRI 13 22 45 80 A
1100888203081 IDA AYU NANDRI 13 24 47 84 A
1100888203082 WINDA YULITA 12 27 45 84 A
1100888203083 EFRIYANDI 10 18 50 78 B
1100888203084 R INDRA SAPUTRA 5 - 27 32 E
1100888203085 KRISTIN ADELINA PAKPAHAN - -
1100888203086 A MUJIB AULANI 13 24 50 87 A
0700820703009 GLADIS RAHAYU 13 22 45 80 A

Selasa, 07 Februari 2012

Nilai sejarah Asia Timur.

YAYASAN PENDIDIKAN JAMBI

UNIVERSITAS BATANGHARI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

DAFTAR NILAI DAN ABSENSI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL
TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Mata Kuliah : Sejarah Asia Timur Ruang : __________________
Dosen Penguji : Satrio P, S.Pd Waktu : __________________
Hari/Tgl : ________________________ Jlh. Peserta : __________________
Prog. Studi / Smt / Kls : Pend. Sejarah / III / A.

No. No. Mahasiswa Nama Mahasiswa NILAI AKHIR Tanda Tangan
TGS UTS UAS ANGKA HURUF
20% 30% 50%
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 1000887201001 Rubini 12 21 45 78 B
2 1000887201002 Eka Novita Sari 12 23 40 75 B
3 1000887201003 Fenny Dwi Suherti 12 21 45 78 B
4 1000887201004 Hasniyah Cahya 13 22 45 80 A
5 1000887201005 Ahmad Halim Trisna 14 22 45 81 A
6 1000887201006 Dike Krisnayeti 12 18 50 80 A
7 1000887201007 Badrul 11 20 40 71 B
8 1000887201008 Sepni Anggra Luci 12 18 45 75 B
9 1000887201009 Hendry Febriyanto 11
10 1000887201011 Lia Fransiska 11 22 47 80 A
11 1000887201012 Susanti 14 21 50 85 A
12 1000887201014 Amat Ariyadi 14 21 47 82 A
13 1000887201015 Noti Ratna Dewi 13 17 50 80 A
14 1000887201017 Wahyudi Utomo 13 23 45 80 A
15 1000887201018 Nyimas Nurma Elisa S 14 20 50 84 A
16 1000887201019 Singgih Setiawati 14 21 45 80 A
17 1000887201021 Yakin Marihot Sormin 13 22 40 75 B
18 1000887201022 Mustaqim 14 22 45 81 A
19 1000887201023 Dwi Sari Juniwati 14 21 50 85 A
20 1000887201024 Hasanudin 11 19 45 75 B
21 1000887201025 Candra Dwi Ayu Pangukir 13 22 50 85 A
22 1000887201026 Suroto 14 21 50 85 A
23 1000887201027 Rahmawaty 12 19 50 81 A
24 1000887201028 Angga Latunda 11 19 40 70 B
25 1000887201029 Agus Prasetyo 11 14 45 70 B
26 1000887201030 Andi Karta Sasmita 12 23 40 75 B
27 1000887201031 Eprili Fitrika Hamelisia 14 21 50 85 A
28 1000887201032 Rudini 11 19 42 72 B
29 1000887201033 Wildayanti 12 20 40 72 B
30 1000887201034 Almizri
31 1000887201035 Fitri Yanti 12 20 40 72 B
32 1000887201036 Diah Kusumawardani 13 22 50 85 A
33 1000887201037 Maharudin 14 24 45 83 A
34 1000887201038 Yulia Isca Ambarwati 14 19 45 78 B

Nilai Pendidikan Sejarah ( MK sejarah Eropa & Asia Timur ) FKIP UNIVERSITAS BATANGHARI.

Mata Kuliah : Sejarah Eropa Ruang : __________________
Dosen Penguji : Satrio P, S.Pd Waktu : __________________
Hari/Tgl : ________________________ Jlh. Peserta : __________________
Prog. Studi / Smt / Kls : Pend. Sejarah / III / A.

No. No. Mahasiswa Nama Mahasiswa NILAI AKHIR Tanda Tangan
TGS UTS UAS ANGKA HURUF
20% 30% 50%
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 1000887201001 Rubini 12 18 50 80 A
2 1000887201002 Eka Novita Sari 12 15 45 72 B
3 1000887201003 Fenny Dwi Suherti 12 20 50 82 A
4 1000887201004 Hasniyah Cahya 13 20 40 73 B
5 1000887201005 Ahmad Dalim Trisna 13 20 50 83 A
6 1000887201006 Dike Krisnayeti 13 18 50 81 A
7 1000887201007 Badrul 11 20 45 76 B
8 1000887201008 Sepni Anggra Luci 11 20 45 76 B
9 1000887201009 Hendry Febriyanto
10 1000887201010 Roy Ferdianto Sibarani 12 20 35 67 C
11 1000887201011 Lia Fransiska 12 20 45 77 B
12 1000887201012 Susanti 13 20 50 83 A
13 1000887201014 Amat Ariyadi 13 20 47 80 A
14 1000887201015 Noti Ratna Dewi 12 18 50 80 A
15 1000887201017 Wahyudi Utomo 13 20 47 80 A
16 1000887201018 Nyimas Nurma Elisa S 13 20 50 83 A
17 1000887201019 Singgih Setiawati 13 20 50 83 A
18 1000887201021 Yakin Marihot Sormin 11 18 45 74 B
19 1000887201022 Mustaqim 11 20 45 76 B
20 1000887201023 Dwi Sari Juniwati 14 20 50 74 A
21 1000887201024 Hasanudin 11 15 50 76 B
22 1000887201025 Candra Dwi Ayu Pangukir 11 20 50 81 A
23 1000887201026 Suroto 14 20 50 84 A
24 1000887201027 Rahmawaty 12 18 50 80 A
25 1000887201028 Angga Latunda 10 20 35 65 C
26 1000887201029 Agus Prasetyo 10 20 35 65 C
27 1000887201030 Andi Karta Sasmita 11 20 45 76 B
28 1000887201031 Eprili Fitrika Hamelisia 12 20 50 82 A
29 1000887201032 Rudini 11 18 45 74 B
30 1000887201033 Wildayanti 12 18 40 70 B
31 1000887201034 Almizri
32 1000887201035 Fitri Yanti 13 20 45 78 B
33 1000887201036 Diah Kusumawardani 13 20 47 80 A
34 1000887201037 Maharudin 12 20 40 72 B
35 1000887201038 Yulia Isca Ambarwati 13 20 45 78 B
36 1000887201039 Mohammad Rizqi. M
37 1000887201046 Anggi Utama 10 15 45 70 B
38 0800887201035 Siti Rukaya 13 15 45 73 B
39 0800887201040 Vivi andriani 12 15 45 72 B
40 0800887201049 Reza mahendra 11 15 45 71 B
41 080088……50 Yuli Tri Wahyuni 12 15 40 72 B

Jumat, 13 Januari 2012

UNTUK NEGARA DAN BANGSA

UNTUK NEGARA DAN BANGSA

Indonesia adalah Negara dimana saya di lahirkan tepatnya di provinsi Jambi, 24 tahun yang lalu. Keluarga saya hidup sederhana dan saya sendiri di ajarkan oleh orang tua saya bagaimana menerima apa yang telah di berikan oleh Allah SWT kepada kami dan memerima perbedaan yang ada. Saya sangat bersyukur di lahirkan di Negara ini karena Negara Indonesia memiliki kekayaan alam yang begitu menakjubkan, banyak keindahan alam yang belum terjamah oleh pemerintah kita yang sebenarnya mempunyai potensi untuk memajukan Negara ini contohnya Raja Empat papua. Dan saya juga bangga karena Negara Indonesia mempunyai kisah yang cukup panjang dan menarik serta masyarakat yang beraneka ragam dan saling menghargai orang lain. tetapi yang tidak habis saya pikirkan kenapa bangsa yang mempunyai alam yang kaya serta masyarakat yang banyak tidak mampu membangun bangsa ini dengan baik dan memberikan rakyatnya sejahtera dan sentosa. Apa Negara kita masih cukup muda untuk menjadi Negara maju ? atau masyarakat kita yang belum siap untuk menjadi Negara maju?
Negara Indonesia ibaratkan rumah makan yang apa saja tersedia, semuanya ada di Negara kita sehingga banyak para investor asing yang ingin belanja di Negara Indonesia yang kita cintai ini. Sehingga mereka pesan Gulai Batu Bara, sambel Minyak Bumi, sayur hutan pindang hasil laut plus di tambah dengan lalap akasia dan es kelapa sawit. Ini lah hidangan yang di pesan oleh para investor asing.
Oh Indonesia kenapa kau mempunyai alam yang makmur tetapi kenapa tidak kau barengi dengan manusia yang arif dan bijaksana. Malah kau berikan manusia yang serakah dengan harta, jabatan dan kekuasaan.
Sebenarnya kita malu apa yang telah kita nikmati sekarang ini tidak mampu membuat bangsa dan Negara bangkit dari keterpurukan, mungkin karena semua ada sehingga tidak ada usaha ataupun perjuangan yang di lakukan oleh masyarakat kita sehingga cara berpikir tidak berkembang.
Berdasarkan Teori evolusi perkembangan peradaban manusia itu semakin lama semakin maju tapi apa yang terjadi di Indonesia semakin lama kok semakin terpuruk bukannya maju, apa salah kita dan apa dosa kita terhadap negeri ini ? padahal kita tinggal meneruskan perjuangan apa yang telah di lakukan oleh para pendahulu kita, bukan merubah apa yang telah mereka lakukan. Mungkin ini yang buat bangsa kita lambat untuk maju.
Mungkin yang harus di lakukan oleh masyarakat bangsa ini adalah berjiarah ke makam para pemimpin bangsa ini dan meminta maaf apa yang telah kita lakukan di saat ini dan tidak mengulanginya lagi. Coba kalau kita pikir sama – sama, batu bara, minyak bumi, hutan dan berbagai usaha lainnya semuanya di pegang atau di kuasai oleh orang asing sementara masyarakat Indonesia sendiri menjadi budak dan buruh padahal kita yang memiliki kekayaan ini. Inilah bentuk penjajahan Zaman Modern. Mudah-mudahan para pemimpin bangsa ini tidak menjual apa yang Negara ini miliki kepada pihak asing. Lakukanlah apa yang di lakukan oleh NAGA BONAR.
Mungkin kita semua tau bahwa Pancasila adalah pedoman atau dasar untuk Negara kita agar terciptanya suatu kehidupan yang adil makmur dan sentosa. Coba kita lihat Pancasila dan Fakta yang ada di kehidupan masyarakat :
PANCASILA
1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pernyataan di atas menyatakan Masyarakat Indonesia memiliki agama yang mereka percayai.
2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
Pernyataan di atas menyatakan bangsa ini memiliki suatu keadilan dan tidak memihak kepada siapapun, yang salah di salahkn dan yang benar di benarkan, secara hukum tidak ada perbedaan antara yang kaya dan yang miskin. Tetapi di dalam sebuah fakta banyak sekali perbedaan baik hukuman atau sangsi yang di berikan.
3. PERSATUAN INDONESIA
Pernyataan di atas mengungkapkan bahwa masyarakat kita selalu bersatu dalam memecahkan atau menghadapi masalah dan tantangan dari luar. Kalau kita lihat fakta yang ada persatuan di dalam masyarakat sudah berkurang, bentrokan antar masyarakat dan banyaknya partai politik membuat masyarakat pecah belah seperti kaca yang jatuh di lantai, banyak nya partai politik maka banyaklah kepentingan di dalamnya sehingga saling menjatuhkan yang kita cari adalah dukungan untuk memajukan bangsa ini sehingga persatuan dapat tercipta.
4. KERAKYATAN YANG DI PIMPIM OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
Pernyataan di atas masyarakat memilih para pemimpinnya untuk menjaga keutuhan dan keserasian Negara ini dari perpecahan, dan yang terpilih harus mengedapankan masyarakat bukan hanya golongannya saja tapi keseluruh elemen masyarakat.
5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
Pernyataan di atas memberikan rakyat secara adil tidak membeda bedakan baik itu suku, ras, agama ataupun golongan ( SARA ). Bukankah kita semua sama di mata Tuhan. Cobalah hidup tidak membicarakan masalah perbedaan tetapi cobalah hidup sebagai fitrahnya manusia dimana sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang saling menghargai dan menghormati sesama mahkluk hidup.
Tulisan ini adalah buah pikiran saya yang saya sendiri cukup sedih melihat bangsa dan Negara yang kaya akan hasil alam yang telah di sediakan oleh tuhan kepada kita tetapi rakyat sengsara. Mungkin tidak zamannya lagi kita melakukan demon kepada pemerintah kita lebih baik kita berikan tulisan atau pamflet yang menyatakan ketidak puasan kita. Yakinlah orang yang melakukan demon akan di demon lagi jadi lebih baik kita beri kesadaran secara utuh agar mereka sendiri sadar. Revolusi Prancis terjadi dan kekuasaan sang Raja Louis jatuh bukan karena demon tetapi karena panflet dan tulisan-tulisan yang di buat oleh para pemikir dan para ahli baik filsafat, hukum dan lain sebagainya sehingga Raja Luis pun sadar apa yang telah dia lakukan dan akhirnya di serahkan tata pemerintahannya ke tangan rakyat. Orang demon mempunyai dalang dan para dalang ini mempunyai tujuan, oleh sebab itu semakin hancurlah bangsa ini kalau setiap orang mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda.
Sekian tulisan ini saya buat dan satu lagi pesan “ JANGAN TANYAKAN APA YANG SUDAH NEGARA INI BERIKAN KEPADA KITA TETAPI TANYAKANNLAH APA YANG SUDAH KITA BERIKAN UNTUK NEGARA DAN BANGSA INDOENSIA INI “ Cukup sekian & terima kasih

Selasa, 27 Desember 2011

Berani VS Nakal VS Menggalah

BERANI woooouu suatu kalimat yang sangat mempesona... banyak manusia yang berani tetapi hanya sebagai berani asal-asalan.. apalagi berani anak muda saat ini.. beraninya tidak karuan.. yang di harapkan dalam berani di sini adalah orang yang berani menggeluarkan ide-ide jelek/buruk yang akhirnya teruji dan berhasil merealisasikannya di dalam kehidupan nyata.. bukan berani tauran ataupun adu jotos.. tetapi jadilah pribadi yang "Berani Berintelek"

Nakal wooouuu kata ini menjadi kacamata bagi setiap orang yang kehidupannya tidak karuan.. tetapi perlu di ingat seorang nakal ada yang mendasarinya dan pasti akan ada akhirnya.. sesorang nakal kadang bisa di cap preman padahal preman/jagoan/centeng itu termasuk ke dalam sifat berani, jadi seseorang nakal ada ada beberapa sebab :
1. mencari sensasi
2. mencari jati diri
nah dari dua ini kalau seseorang sudah merasa mendapatkanya maka secara tidak langsung seseorang akan STOP NAKAL. so jagan beranggapan orang nakal tidak baik.. toh ada sebuah kata-kata " Lebih Baik Mantan Nakal di Bandingkan Mantan Ustadz ".

Menggalah, Nah kata ini adalah kata yang paling di muliakan seperti " Menggalah Bukan Berarti Kalah", "Menggalah Bukan Berarti Takut", "Menggalah Bukan berarti tidak mau mendapatkan". setiap diri manusia pasti ada sifat menggalah pada dirinya tetapi terkadang genggsi untuk melakukannya. orang yang menggalah juga bukan berarti orang itu takut dengan resiko tetapi orang menggalah dia butuh waktu, cara dan strategi untuk memutuskan sesuatu. so orang menggalah lebih sederhana dalam hidup dan lebih memikirkan kehidupan yang akan datang bukan hanya kehidupan sekarang, sehingga menggalahlah yang menjadi terdepan.

mungkin tulisan ini banyak yang tidak setuju/suka.. tetapi inilah yang ada di pikiran saya mengenai tiga kata itu.
itu semua karna saya "BERANI" dalam menggeluarkan Ide-ide buruk/jelek.
itu semua karna saya "NAKAL" dalam mencari sensasi&jati diri dalam hidup ini. dan
itu semua karna saya "Menggalah" untuk kehidupan saya sekarang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di hari esok.
wslm.

Kamis, 01 Desember 2011

cara membuat skripsi

MEMBUAT SKRIPSI
Kalo kita membicarakana skripsi berarti sama artinya dengan tugas akhir sama dengan komprehensif sama dengan tamat…wah pokoknya banyak, tapi bagi anak-anak kuliahan pasti tau apa itu skripsi, dan hal itu tidak perlu dijelaskan. Langkah awal untuk membuat skripsi yaitu kita harus kuliah dulu, trus ikutin syarat-syarat untuk mengajukan skripsi, jangan baru masuk kuliah langsung bikin skripsi nanti dibilang orang “wah…hebat ente, baru semester satu dah bikin skripsi.
Buat sebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah. Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Banyak juga yang berujar “lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi” xixie.. entahlah mungkin masih belum paham bagaimana cara menyusun skripsi yang baik. Untuk menyusun sebuah skripsi biasanya mahasiswa harus sudah memenuhi syarat yakni sudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan lainnya, tergantung kebijakan dari masing-masing universitas atau fakultas. Walau begitu bukan berarti anda dilarang coba2 menulis skripsi, karena tidak ada salahnya juga kan mempersiapkan skripsi jauh-jauh hari :)
Tak usah terlalu stres dan uring-uringan memikirkan skripsi karena kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Skripsi memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perlu disikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat. Nah untuk lebih jelas mengetahui panduan dan cara menyusun sebuah skripsi anda bisa mendownload ebook Panduan Penulisan skripsi dan bagaimana cara cepat menyusun skripsi di bagian akhir. Disini saya hanya akan berikan gambarannya saja Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut:

* Bab I: Pendahuluan
* Bab II: Tinjauan Pustaka
* Bab III: Metode Penelitian
* Bab IV: Hasil Penelitian dan Bahasan
* Bab V: Simpulan dan Saran

Setiap penulisan dari bab ke bab dianggap perlu untuk menyajikan alinea pembuka/penghubung berisi uraian pengantar yang menjelaskan keterkaitan bab yang bersangkutan dengan bab sebelumnya. Alinea penghubung ini ditulis dalam alinea pertama dari setiap awal bab.

Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Permasalahan
2. Rumusan Permasalahan
3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

PENJELASAN

a. Latar Belakang Permasalahan

1. Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul.

2. Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet

3. Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi.

4. Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun.

b. Rumusan Permasalahan

1. Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab.

2. Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesa

c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian,Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya.

2. Kegunaan Penelitian,Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri.

2. TINJAUAN PUSTAKA

1. Kerangka Teori
2. Hipotesis Penelitian

PENJELASAN

a. Kerangka Teori

1. Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri)

2. Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka.

3. Penulisan nama pengarang dalam Endnotes atau Footnotes yang bersumber dari kepustakaan tidak perlu mencantumkan gelar akademik.

4. Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku.

5. Semakin banyak sumber bacaan, semakin baik, dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) sumber, baik dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal, artikel dari majalah, Koran, internet dan lain-lain.

6. Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian.

7. Dalam kerangka teori, peubah dicantumkan sebatas yang diteliti dan dapat dikutip dari dua atau lebih karya tulis/bacaan.

8. Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di BUKU)

9. Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun Model teori dan beri keterangan. Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan.

b. Hipotesis Penelitian

Jika penelitian bersifat korelasional maka:

1. Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III.

2. Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor.

3. Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.

3. METODE PENELITIAN

1. Jenis Penelitian
2. Peubah dan Pengukuran
3. Populasi dan Sampel
4. Metode Pengumpulan Data
5. Metode Analisis

PENJELASAN

a. Jenis Penelitian

Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya:

1. Historis;
2. Deskriptif;
3. Perkembangan;
4. Kasus dan penelitian lapangan;
5. Korelasional;
6. Kausal komparatif;
7. Eksperimen murni;
8. Eksperimen semu;
9. Kaji tindak.

1. Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut :
1. Daya tarik permasalahan;
2. Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan;
3. Tersedianya alat dan kondisi kerja;
4. Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan;
5. Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya;
6. Resiko kegagalan.
2. Jenis penelitian dimaksud dapat dilacak dari judul, latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, sehingga dapat dijelaskan alasan penentuan jenis penelitian tertentu tanpa menyajikan definisi jenis penelitian itu sendiri.

b. Peubah dan Pengukuran

1. “Peubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.” ( Sugiyono, 2003, 32)
2. Peubah harus terukur

c. Populasi dan Sampel

1. “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79)
2. “ Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80)

d. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data misalnya:

1. “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.
2. Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
3. Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, 130-141)

e. Metode Analisis

Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I

Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku “Ekonometrika Dasar” oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, 2000.
4. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN

1. Penyajian DataPada subbab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.
2. Analisis Data dan Interpretasi

5. SIMPULAN DAN SARAN

a. Simpulan

b. Saran

PENJELASAN

1. Simpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas.

2. Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian

Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi , hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb.